Minggu, 03 Februari 2013

Bule From Yogya III

Mengungkap Tabir Mr.Lincon


Disini Aira mulai tergelitik ingin mengetahui keberadaan Ayah biologisnya. Sedikit lama-lama menjadi bukit keinginan itu terus mengganggu bathinnya.Dan Apakah Aira bisa sedikit mengungkap tabir Ayahnya? .Chek it out yaaaah sista *Maaf cuman dikit apdetnya hihihihi*



Namun sepertinya sangat tidak pantas bila itu kutanyakan kepada Bapak apalagi Ibu.Itu sama saja akan mengorek luka lama Ibu.  Aku tak mau membuatnya bersedih.

Jadi kuputuskan hanya menyimpannya di relung hati yang paling dalam.

Sewaktu libur sekolah semester kami sekeluarga pulang.  Sedikit merasa gundah akupun bersepeda ke kampung sebelah mengunjungi Adik eyang. Eyang Darmi. Usianya ternyata sudah hampir 80 tahun namun fisiknya jangan ditanya. Eyang Darmi sosok wanita kampung yang tangguh. Walau keriput melahap habis kecantikannya. Mata eyang Darmi masih menyisakan sinar kehidupan yang kokoh.

“Eyangggg...panggilku ketika eyang  Darmi sedang membawa kayu bakar menuju ke rumahnya yang mungil.

“Ndoo.. “ panggilnya pelan kemudian menatapku dengan bias mata berkaca-kaca, aku tahu pasti eyang Darmi merindukanku...

Ku kecup punggung tangannya dan memeluknya.

Ah semakin kecil saja eyang Darmi dipelukanku Atau memang tubuhku yang berkembang pesat

Sosok eyang putri kutemukan pada diri eyang Darmi. Karena memang Ibunya Ibu sudah lama tiada jauh sebelum aku terlahir. Jadi aku suka sekali menganggap adiknya eyang ini sebagai pengganti neneku. Walau eyang Darmi punya beberapa cucu.  Aku termasuk yang paling disayanginya.  Sewaktu kecil aku selalu ingin tidur dengannya sembari meminta eyang Darmi menarik-narik rambutku perlahan untuk mencari telur kutu.

Aku suka sekali

“Ndoo...sudah makan?”  Tanya eyang Darmi yang sesekali melipat kain dan bajunya

“Sudah eyang...sudah ndak usah repot-repot” pintaku saat Eyang bergegas membuatkanku minum .

Aku rindu sekali suasana rumah eyang Darmi. Sunyi sepi namun sahdu, Ah padahal baru 6 bulan.

“Pasti lik marwan sedang tandur yah eyang?”

Eyang Darmi mengangguk

“Yangggg...hmmm..aku sedikit ragu untuk langsung menanyakanya

“Ada apa ndook...Eyang bertanya seraya duduk disampingku

Kuberanikan diri untuk menanyakannya

“Eyang...bagaimana rupa Bapak Lincon?

Sejenak kurasakan keterkejutan dari mata eyang Darmi. Mungkin ia takkan menyangkah aku akan menanyakan perihal ayah biologisku

Hmmm...Kulihat eyang sedikit berfikir.

Aku tahu ingatan eyang Darmi setajam elang.  Saat ini pasti eyang sedang mengumpulkan potongan-potongan memori sewaktu ia bekerja mengajak ibuku  16 tahun silam.


“Ibu Bapakmu sudah menceritakan semuanya ndok? Tanya Eyang Darmi

Aku mengangguk

Kemudian Eyang menghela nafas panjang. Aku sedikit merasa bersalah. Seperti Eyang akan memulai sesuatu yang berat

Iapun mulai berbicara dengan suara hampir berbisik.

“Bila mengingat kejadian itu Eyang tak kuassa menahan sakit ndo. Bagaimanapun eyang jualah yang salah karena telah lalai menjaga Ibumu.Walau pada akhirnya kami mensyukuri kehadiranmu.’’

“Mungkin memang itulah jalan kau ada didunia ini ...” Ungkap Eyang Darmi seraya menatap mataku dengan pelupuk yang mulai berkaca-kaca


Ia melanjutkan dengan tetap bersuara lirih

“Dan kami bisa memilikimu seutuhnya.Walau kami menutup rapat-rapat perihal kejadian itu lambat laun kaupun pasti bertanya-tanya akan dirimu..akan perbedaan fisikmu..akan semua yang terjadi padamu”.

“Ibumu adalah wanita yang sangat berani bisa menceritakan semuanya .Walau itu artinya mengorek luka hatinya sendiri. Luka yang sangat membuatnya terpuruk sebagai wanita”.

“Dan Bapakmu Abdullah...dia lelaki yang luar biasa. Malah bisa menyayangimu dengan sangat sempurna”.

“Tidak lupa kakaku..Eyang kakungmu ndok. Dia Bapak yang sangat bijak. Kemarahan bukanlah jalan yang terbaik. Pada saat itu Ia menerimamu. Menjadi cucunya”

“Warga disinipun sama hebatnya. Sangat sedikit lingkungan yang menerima aib tersebut.  Mungkin karena Eyang kakungmu orang yang baik..Ibumu..semuanya.  Mereka malah menjadi menyayangimu dan kaulah hadiah terindah dikampung kami”

Kemudian Eyang Darmi beranjak dari dipan yang kami duduki. Ia menuju lemarinya yang ringkih..sama tuanya. Ia mengambil kotak disudut pojok lemarinya. Sekotak kaleng bekas biskuit. Sepertinya itu harta karun eyang Darmi

“Eyang kakungmu selalu memintaku untuk menyimpannya dan kelak kau wajib memilikinya. Benda ini tidak bisa diketahui Ibu Bapakmu. Karena kami merahasiakannya. Untuk kebaikan kita bersama. Tadinya akan eyang beri setelah kau berusia 20tahun ndo”.

 

Eyang Darmi membuka kotak dipangkuannya. Kotak hitam usang yg sudah agak penyok disisi kananya. Isi didalamnya penuh kertas yang menguning, Perhiasan, dan beberapa lembar  foto

 

“Ndoo ini milikmu. Eyang sudah cukup menjaga ini. Sekarang kau berhak memilikinya. Namun eyang mengingatkan agar jangan Ibu bapakmu mengetahui perihal ini. Kau tahu sendiri ndo...ini adalah luka lama Ibumu dan  juga luka Bapakmu. Jangan sampai mereka mengetahuinya” eyang Darmi sedikit meremas tanganku

“Ini apa memang eyang?”

“Itu adalah benda pemberian Bu Ratna dan suaminya. Dan sedikit kenangan dari Ayah kandungmu

Deg aku merasa linu dengan kata-kata ayah kandungku.


“Mereka ingin memilikimu ndoo...”

Perkataan eyang Darmi masih berputar bak 9 planet mengitari tata surya.

Padahal ini sudah tengah malam . Aku tidak berani menyalakan lampu pasti akan ketahuan aku belum tidur. Mengendap-endap rasanya juga sulit.  Aku takut bila membuka kaleng ini di rumah. Apalagi ada Bapak dan Ibu. Rasanya jantung ini mau copot. Aku tak mau gegabah sesuai janjiku kepada eyang Darmi

Ini adalah rahasia

Find a Masumi Hayami in the real world




Masumi oh Masumi sosok pria yang gw idolain dari SD ( kelas 6 bo! ). You know Masumi itu cuman seorang sosok karangan mangaka Suzue Miucie yang sampai sekarang gak bersatu-satu sama Maya Kitagima. Gak tahu kenapa Ibu Miuchie tega mempermainkan perasaan seorang  bocah SD yang mulai menua ini. Yah beruntungny sih masih ada jutaan di dunia  yang di PHPin sama Beliau heheheh..

Dan penantian yang panjang itu pula mengawali sisi-sisi kehidupan gw secara REAL. Masumi yang saban hari gw baca, gw pantau menjadikan dia itu nyata. Bahwa ntar calon suami masa depan gw juga harus begitu, harus jago bisnis, harus keren dll (Maklum sedari SD eke sudah teracuni hahahha). Dewasa belum saatnyalah. Begitulah kedewasaan yang tertanam di otak gw sampai menginjak usia 22 tahun. Gw tetap percaya bahwa di dunia ini ada yang seperti Masumi.

Waktu terus berjalan. Tepatnya tahun 2007 gw berstatus menjadi karyawan perusahaan Food and Baverages. Jabatan cuman jadi tim Marketing  . Walau udah kerja kegilaan gw sama Masumi tidak luntur. Tak disangkah gw bisa nemuin sosok MASUMI 3D  dalam kantor ini. Kebayang gak siy gimana senengnya...

Oke dia sama-sama punya nama depan M, punya perusahaan yeap, workholic , keren , dan berwajah dingin/kejam . Yang bikin merinding lagi usianya beda 11 tahun sama gw ( Aduhhh berasa Maya Kitagima Indonesia niyyy :D). Yup his name is Mr. M and he is MY BIG BOSS

Merananya gw gak bisa ngegebet (ya iyalahhh gilaaak yang ada gw di keroyok 1 kantor ntar) . Seperti Masumi nasibnya gw cuman bisa jadi pengagum. Walau sosoknya kejam suka mecat anak orang seenak udelnya. Bikin anak orang ketakutan akan perintahnya. Susah banget minta approvalnya tiap ngajuin apa-apa. Manusia dingin yang berprinsip “Mengerjakan pekerjaan itu harus sampai berdarah-darah” . Nyebelinnya persis sekaliiii sama ayang Masumi *Gregetan*.

Gak heran makanya di Usia yang baru 30an dia udah ngeraih jabatan kepala di perusahaan asing. Punya perusahaan sendiri pulak. Walau perusahaanya sendiri masih terbilang baru, dia ngajarin gw banyak hal . Dia melatih gw jadi pribadi yang tangguh. Beruntung dia jadi mentor gw secara professional. Bersyukur gak ada pemecatan kalau gw yang  berbuat salah.

Di balik kejahatannya eh kekejamanya. Mr. M ternyata memiliki sisi-sisi kebaikan. Kejadiannya begini. Sudah rutinitas setiap kunjungannya yang sebulan 1 x itu ia mengajak Lunch sembari diskusi ini itu. Saat itu gw kurang berselera  karena sedang sariawan. Begitupun pas saat meeting. Biasanya gw bawel eh ini gada suaranya.Tau gak? Tiba-tiba sorenya di meja kantor gw ada Abotil (Obat sariawan). Dan Sms dari siy boss “itu obat manjur buat sariawan. Cepet sembuh. Tq nememin sy lunch tadi”. Cetarrrrrr...gimana gak melayang!!!

Siapa gw????cuman karyawan yang suka komplain sama kebijakannya. Yang suka ngelawan juga sama perintahnya dan suka neken dia buat naikin gaji tiap pergantian tahun hahahaha.

Ternyata dia sayang sama gw karena jujur bukan ABS (asal boss senang) dan yang bikin seneng dia juga pernah ngirim Email begini: “Fya kamu itu smart, tangguh dan setiap melihat kamu saya seperti melihat diri saya saat saya muda. Saya percaya kamu bisa sukses” *pingsan gw *

Well itulah Masumi versi gw. Bahagia bisa nemuin versi aslinya. Sayangnya gw harus kembali ke kehidupan gw yang nyata . Sedikit menurunkan kadar Masumi tentunya. Biar gak jomblo terus-terusan.

Note : ssssttt my boss udah punya bidadari merah plus anak jadi gak boleh jatuh cintong