Maya berlari riang gembira hanya ada ia dan masumi di pantai. Rasanya seperti dunia milikku saja gumamnya dalam hati.Aku bahagia sangat bahagia...
“Pak Masumi kau memperlihatkanku hal-hal yang sangat indah..” Maya mengatakan hal itu dengan wajah berbinar-binar. Ia baru saja menyaksikan tempat kepiting dan mereka sungguh lucu karena mereka baru saja menetas.
Masumi memandang Maya”..oh ya kau senang Maya?..apa kau bahagia berada disampingku saat ini..?”tanya Masumi dengan wajahnya yang sendu.
Masumi memandang Maya”..oh ya kau senang Maya?..apa kau bahagia berada disampingku saat ini..?”tanya Masumi dengan wajahnya yang sendu.
“Tentu saja..”sahut Maya sambil memeluk pinggang Masumi.
“Aah..... ternyata kau tinggi sekali,sekalipun aku berjinjit tetap saja terlihat pendek.!”Maya melontarkan kalimat protes mengapa tubuh kekasihnya sangat tinggi.
Masumi tersenyum..”itu tidak jadi persoalan sayangku.”rangkul Masumi ”malah kau begitu lucu..”
Masumi tersenyum..”itu tidak jadi persoalan sayangku.”rangkul Masumi ”malah kau begitu lucu..”
“Haah lucu???... Pak masumi aku kan sudah dewasa..ingat donggg...aku ini kekasihmu!!!. K-e-ke-k-a-ka-sih” eja Maya mempertegas kata-kata kekasih.
“Kau bukan kekasih tapi belahan jiwaku..”hupp Masumi menggendong Maya layaknya pengantin baru “rasany ikatan kuat menggendongmu sudah menjadi takdirku”.
“Memang kau ingat saat-saat menggendongku pak Masumi?” tanya maya penasaran.
”Ingatanku sangat kuat Maya..apalagi bila menyangkut denganmu..”jawab Masumi lugas.
”Ceritakan.!”pinta Maya.
"Baik, sambil kita pulang yah ”.Maya mengangguk.
”Ceritakan.!”pinta Maya.
"Baik, sambil kita pulang yah ”.Maya mengangguk.
Masumi jalan perlahan “pertama aku menggendongmu, saat aku mengunjungi teater saat itu kau diserang oleh anjing dan kau terluka bukan?..aku menggendongmu seperti ini ingat..?” .
Maya mengangguk ”Yah aku ingat kita baru kenal waktu itu dan kau menanyakan namaku. Aku ingat karena kau begitu baik mengizinkanku melihat latihan drama dari dalam” ungkap Maya
“Lalu apa lagi...” tanya Maya
“Hmm...??” Masumi melanjutkan..
“Hmm...??” Masumi melanjutkan..
“kau ingat sewaktu kau berhujan-hujanan kau duduk di taman lalu aku datang dan kau berteriak mengusirku,kau pingsan aku menggendongmu ke rumahku..?”
“Aku kan sedang pingsan pak..yah tidak ingatlah,tapi yang aku ingat kau menggendongku dengan paksa saat aku kabur dan kau mengurungku di lantai dua.kau seperti penculik pada waktu itu dan sangat menyebalkan..”cibir maya. Masumi tersenyum,“ dan maaf Maya sewaktu kau pingsan aku menciummu tapi hanya untuk memberi obat,karena kau sakit” Masumi menampakkan mimik menyesal .
Maya merona “aaah anda curang!!!!...”pekiknya menutupi rasa malu
“Kau juga curang sewaktu aku pingsan diserang preman kau juga menciumku kan.?.” Masumi membela diri . Sontak wajah Maya bersemu merah,”itu ciuman pertamaku....” ungkapnya malu-malu
”Aku juga” jawab Masumi “jadi kita seri, eh tidak juga siy..karena saat dilembah plum aku mencuri bibirmu sewaktu kau tertidur dipangkuanku.” aku masumi dengan senyum kemenangan .Maya merengut..”huh kau memang curang...!!!”
Tidak lama wajah Masumi berubah mengeras,” aku menggendongmu saat..??Masumi terdiam. Wajahnya menampakan kesedihan. Maya tersentak menyadari kekasihnya berubah. ”aku siap mendengar apapun pak Masumi sekalipun itu kepedihan,ceritakanlah?” pinta Maya.
Masumi melanjutkan “sewaktu kau hilang Maya..aku menemukanmu di perahu karena kau telah di beri obat tidur dosis tinggi oleh berandal-berandal itu..aku sungguh bersalah aku sungguh khawatir dengan dirimu..hatiku sangat perih, itulah kesalahan terbesarku,dan sebesar apapun aku mencintaimu..kau pasti tak akan pernah memaafkanku” sesal Masumi.
Lambat laun dia harus menjelaskan pada Maya.Dosa masa lalu yang ia perbuat kepada Maya.
Maya melihat penyesalan di mata Masumi..ia sadar jauh sebelum kejadian itu Masumi telah menjadi pelindungnya. Dan bila Masumi benar-benar sosok antagonis mengapa ia mati-matian mencariku,menjadi mawar ungu..walau ia merasa sakit hati tapi di lubuk hati terdalam ia sadar masumipun merasa bersalah padanya.Dan penyiksaan itu sudah cukup menghukumnya. Maya membelai wajah kekasihnya,mempertegas bahwa sekarang Maya sudah memaafkan dan melupakan kesalahan Masumi.
Masumi melanjutkan “sewaktu kau hilang Maya..aku menemukanmu di perahu karena kau telah di beri obat tidur dosis tinggi oleh berandal-berandal itu..aku sungguh bersalah aku sungguh khawatir dengan dirimu..hatiku sangat perih, itulah kesalahan terbesarku,dan sebesar apapun aku mencintaimu..kau pasti tak akan pernah memaafkanku” sesal Masumi.
Lambat laun dia harus menjelaskan pada Maya.Dosa masa lalu yang ia perbuat kepada Maya.
Maya melihat penyesalan di mata Masumi..ia sadar jauh sebelum kejadian itu Masumi telah menjadi pelindungnya. Dan bila Masumi benar-benar sosok antagonis mengapa ia mati-matian mencariku,menjadi mawar ungu..walau ia merasa sakit hati tapi di lubuk hati terdalam ia sadar masumipun merasa bersalah padanya.Dan penyiksaan itu sudah cukup menghukumnya. Maya membelai wajah kekasihnya,mempertegas bahwa sekarang Maya sudah memaafkan dan melupakan kesalahan Masumi.
”Lalu apa lagi?” tanya Maya mengalihkan perasaan sedih Masumi
Maya langsung berseru “Ah aku tambahkan kau menggendongku dengan paksa karena ingin berperahu denganku” sergah Maya.
Hahaha Masumi tertawa karena pada waktu itu berhasil menjebak Maya..”. ternyata bila disadari kita telah banyak mengalami kejadian berdua yah Maya..dan ikatan kita sudah tercipta,bersukur kita bisa mengungkapkannya...sebelum semua terlambat..” bisik Masumi kemudian menurunkannya.
”Kita masuk “ Masumi menggandeng tangan Maya, menuntunya ke balkon..”kita nikmati senja disini” .Masumi mengajak Maya berdiri disampingnya.
Pemandangan pada sore itu sungguh indah.Matahari hampir tenggelam. Maya dapat merasakan suara deburan ombak,suara angin pantai. Semilir,sejuk..harmonisasi alam yang terpadu dengan sangat baik. Ia melihat langit berwarna jingga dan yang paling membuatnya bahagia karena masumi berada di sampingnya. Mawar ungungnya,orang yang ia idam-idamkan selama ini .orang yang berhati tulus ,kepura-puraannya hanya topeng. Aku tidak rela bila kau menjadi milik orang lain pak Masumi..karena engkau belahan jiwaku..nyawaku yang satu lagi...
“Maya aku telah membatalkan pertunanganku” Masumi membuka pembicaraan mengenai Shiori. Maya wajib mendapatkan penjelasan ini.”aku pastikan bahwa aku serius menjalin hubungan dengamu .”
Maya merona..”.aku tidak meragukan cintamu sedikitpun pak Masumi..karena aku percaya kaulah kebahagiaanku”.
“Aku akan selalu berada disisimu..disini, dihatimu” Maya membelai dada Masumi..aku akan menjadi wanita yg dewasa pak..demi kau..mungkin sekarang aku masih kekanak-kanakkan tapi tetap tunggulah aku” pinta Maya
“Tentu Maya “ Masumi memeluk tubuh mungil Maya.”Dan aku akan melindungimu dari siapapun yang menyakitimu.walau nyawa yang aku korbankan....”
Maya sedikit berkaca-kaca, Maya tahu inilah sosok Masumi sesungguhnya , si mawar ungu..sosok yg mencintainya..sosok yang kesepian dari siapapun.
”Aku akan selalu menggenggam tanganmu Maya,kau hidupku,kau jalan yang akan kulalui baik suka dan duka...”ungkap Masumi sambil menggenggam tangan Maya erat
”Aku akan selalu menggenggam tanganmu Maya,kau hidupku,kau jalan yang akan kulalui baik suka dan duka...”ungkap Masumi sambil menggenggam tangan Maya erat
“Hah kau seperti sedang melamarku pak Masumi..!”teriak Maya sedikit bercanda...Masumi tertawa karena hanyut oleh perasaanya sendiri,hingga pernyataanya seperti ijab kabul.
”Itu artinya kau dan aku akan berlabuh bersama.”Masumi menjelaskan
”Itu artinya kau dan aku akan berlabuh bersama.”Masumi menjelaskan
“Ya..yah pasti pak..aku dan kau tercipta untuk melalui ini. Aku ada karena kau di sini. Dihatiku selamanya ” Maya tak kalah romantis
“Kau mandilah..aku akan menyiapkan makan malam.aku memesan burger dan kentang kesukaanmu...”
“Mengapa kau tau kesukaanku?” tanya Maya terkejut
“Tentu karena aku kekasihmu...” ucapnya sambil mengecup pipi Maya , lalu Masumi menunjukan arah kamar mandi.
Apa aku memakai baju ini terlihat dewasa...Maya besonggek songgek , mematut-matut di cermin. Dilihat bayangannya di balik cermin yang besar itu. Sosoknya memakai blus berwarna salem ,berleher v. Belahan dadanya agak terlihat yah akukan sudah bukan anak-anak lagi. Maya memastikan dirinya..apa pak Masumi akan menyukainya...oh aku harus menggulung rambutku agar terlihat dewasa...yah seperti ini kukenakan jepitan ini dirambut agar etrlihat indah.ih ini terlihat seperti bukan aku...maya geli sendiri dengan perubahan dirinya.Yah ini langkah pertama menuju kedewasaan.
Maya menaiki tangga menuju balkon.Hari ternyata sudah gelap.”oh” pekiknya Maya melihat di balkon susunan lilin dan bunga mawar ungu. Meja dinner dengan taplak merah muda ah ini seperti candle light dinner .Maya tidak menyangkah dengan kejutan ini. Tapi isi meja itu burger dan kentang maya tertawa geli. Masumi ternyata menyimpan sisi romantisnya juga
“Halo nona Kitajima..” Maya tergelonjak kaget. Masumi membawa buket bunga..MAWAR UNGU..
Pak Masumi...Maya terperangah terpesona dengan Masumi yang mengenakan kemeja coklat lembut..sangat fresh dan rupawan.Terlihat jantan,berwibawa dan tangguh...
”Ini untukmu” Masumi memberi buket bunga mawar ungu yang sangat indah”...sudah saatnya aku mengakui semua ini..” ungkap Masumi lembut . Maya sedikit menangis..walau ia sudah tahu siapa si mawar ungu namun tetap saja mengharukan.Tidak ada yang disembunyikan sedikitpun.
Pak Masumi...Maya terperangah terpesona dengan Masumi yang mengenakan kemeja coklat lembut..sangat fresh dan rupawan.Terlihat jantan,berwibawa dan tangguh...
”Ini untukmu” Masumi memberi buket bunga mawar ungu yang sangat indah”...sudah saatnya aku mengakui semua ini..” ungkap Masumi lembut . Maya sedikit menangis..walau ia sudah tahu siapa si mawar ungu namun tetap saja mengharukan.Tidak ada yang disembunyikan sedikitpun.
Aku tahu..pak Masumi..mawar unguku..dan aku sungguh beruntung mendapat kasih sayangmu ” Maya langsung memeluk tubuh Masumi baunya harum khas parfum Masumi.
”Kau sudah tahu?” tanya Masumi terkejut “Dari mana dan bagaimana?”tanyanya lagi.
Maya mengedip “Aku punya mata-mata,memang kau saja yang jago berintel ria”...
Masumi tertawa karena tidak menyangkah ”tapi sudahlah hal itu sudah tidak perlu kita perdebatkan lagi,kalau kau pintar itu artinya kau cocok menjadi pendampingku”..Masumi ikut mengedipkan matanya sebelah. “pak masumi...” rajuk Maya...aku kan dari dulu pintar elaknya.".hanya buta oleh keadaan". Lalu mereka tertawa bersama.....




