Hai kenalkan aku Aira. Siti Khumairah Abdullah lengkapnya.Aku bule loh,tapi gak bisa ngomong Bahasa Inggris, kenapa?.Karena aku asli Yogya.
Ibuku asli Jawa Indonesia,nah darah keturunan bule yah dari Bapakku. Bapak yang gak pernah aku liat bahkan photonya ajah Ibu gak punya.Bukan karena Ibu wanita murahan hingga akhirnya mempunyai anak bule,ceritanya sangat-sangat panjang. Itupun Ibu cerita setelah aku menginjak usia 14 tahun.
Selama 13 tahun yang kutahu Bapakku adalah Abdullah,Bapak yang sangat penuh kasih sayang. Bapak yang sangat setia sama Ibu,sangat sederhana.Walau Bapak hanya berprofesi sebagai guru.Bapak yang sangat kaya hati tak pernah lelah memberi kasih sayang kepada keluarganya.Itu gambaran Bapak yang kuanggap Bapak kandungku. Walau secara fisik kami sangat jauh berbeda tapi bathin kami sangat dekat itu karena Bapak merawatku seperti anak kandungnya sendiri.
Ibuku Rahayu, Beliaupun sebelas duabelas sifatnya dengan Bapak. Ibu yang lemah lembut namun tetap wanita yang tegar.Buktinya walau Ibu mendapat cobaan mengandung anak yang tidak diinginkan,Beliau tetap melahirkanku. Merawat dan membesarkanku dengan kasih sayang. Mungkin karena sifat orang jawa yang selalu nerimo.
Kami tinggal di pelosok Yogya,rumah peninggalan eyangku.Disini masyarakatnya sangat baik,bahkan ketika Ibu datang dengan permasalahanya,mereka bergotong royong menguatkan Ibu,memberi semangat.Tidak pernah mencemoh atau menggosip yang tidak-tidak kepada Ibu,karena mereka tahu sedari kecil sifat Ibu seperti apa.Mereka bahkan seperti keluarga dalam suka dan duka.Aku sangat mencintai kampung kami.Kampung dengan sekumpulan orang-orang yang kaya hati dan kaya iman.
Di suatu pagi itu,hari minggu ketika aku libur sekolah.Berkumpulah Bapak dan Ibu yang kucintai.
“Ndok,ada beberapa hal yang mau Ibu ceritakan kepadamu” Kata Ibuku sambil mengelus-elus wajahku,aku pun berbaring di pangkuan Ibu.
Kutatap wajah mereka bergantian,dibenakku beribu-ribu pertanyaan.
Apa yang akan mereka jelaskan?
Akankah ini berhubungan dengan wajahku yang jauh berbeda dengan anak kebanyakan di kampung kami?
Ataukah aku sebetulnya hanya anak pungut karena aku lebih mirip dengan anak-anak turis yang ke candi Borobudur.
Tetapi mataku sangat mirip dengan Ibu.Ku enyahkan pertanyaan-pertanyaan itu,lebih baik kudengar penjelasan Ibu dan Bapak dengan seksama.
“Kamu anak yang periang Aira,” kata Bapak
”Dan sekaranglah saatnya kamu mengetahui asal-usul wajahmu yang bule” lanjut Bapak.
Ibupun bercerita bahwa memang benar Bapak yang selama ini kupanggil Bapak bukanlah Ayah biologisku. Ketika Ibu berusia 18 tahun,kampung kami mengalami musim paceklik dan waktu itu kondisi Eyang sedang sakit keras,jadi membutuhkan biaya yang tidak sedikit.Hingga akhirnya Ibu bekerja ke Jakarta,ikut dengan mbok Dwi. Adik Eyang.Mereka bekerja sebagai pembantu rumah tangga.Nah rumah majikan Ibu adalah seorang ekspatriat. Mr. Hobel Andrew dan istrinya yang sangat cantik Bu Ratna.
Ibu Ratna majikan yang sayang sama Ibu,itu dikarenakan Bu Ratna tidak mempunyai anak.Ibu diajarkan bahasa inggris,diajarkan budaya-budaya luar.1 tahun bekerja Ibu dan Mbok Dwi sangat bersyukur dan yang paling penting adalah Ibu bisa mengirim uang untuk biaya berobat Eyang dikampung.
Kemudian setelah setahun, datanglah keponakan Mr Hobel,yang berlibur selama 4 bulan di Jakarta.Dia kemudian jatuh hati dengan Ibu,akupun yakin,lelaki mana yang tidak terpesona dengan kecantikan Ibu.Wanita yang sangat ayu,kecantikan yang luar biasa sebagai wanita Indonesia.
Ibu Ratna dan suaminya sangat menyetujui,tetapi Ibu menolak,itu dikarenakan cintanya yang sangat besar kepada pemuda sekampung Ibu.
Dengan halus ibu menolak tawaran keponakan Mr.Hobel agar menerima cintanya.
“I’m so sorry Mr.Hobel,i Can’t merriage with your nephew” tolak ibuku
Mr.Hobelpun menghela nafas
Bu ratna membujuk Ibu “ kami sangat sayang kepadamu,bisakah kamu memikirkannya lagi?please..i think lincon realy realy love you...”
Ibu tetap tegar dengan pendiriannya,tetapi karena Ibu menghormati keluarga Mr.hobel akhirnya Ibu meminta waktu 1 bulan untuk coba mengenal Lincon.Ibu lakukan itu hanya sebagai rasa terima kasihnya kepada Mr. hobel dan Bu Ratna. Ibu berfikir toh setelah itu ia akan kembali keYogya.
Tetapi Ibu tidak mengira bahwa lincon yang dikenalnya sangat baik tega merenggut keperawanan Ibu.Waktu Mr.Hobel mengadakan pesta farewell,ternyata lincon memasukan obat tidur kedalam minuman .Ibupun tertidur.Tanpa sepengetahuan Bu ratna dan Mr. Hobel. Linconpun berhasil memperkosa Ibu.Dia sengaja seperti itu karena tidak tahu cara apa lagi agar Ibu bisa dimilikinya.
Mr.Hobel dan Bu Ratna sangat menyesali tindakan keponakannya.
Dalam kondisi terpukul,Ibu meminta pulang ke Yogya.Ibu terus menangis.Apa yang harus dikatakannya kepada keluarganya,dan akankah Abdullah pemuda kampung yang dicintai Ibu masih mau menerima wanita yang telah ternoda???.Mbok Dwipun menangis
“Gustiii ,kenapa mbok gak bisa menjagamu, ndok-ndok...mbok gak ngira akan seperti ini kejadiannya..”mata mbok berkaca-kaca
Ibu menangis sesenggukan.
Mbok menceritakan semuanya kepada keluarga di kampung. Walau terluka dengan kejadian yang menimpa putrinya.Eyang tetap bijak menyikapi semuanya.Pasrah menerima ujian pedih dari sang Khalik
Sejak saat itu Ibu benci berbahasa Inggris. Ibu benci dengan semua yang berbau-bau kebudayaan luar.Dan yang terparah ternyata pemerkosaan itu membuat Ibu mengandung, yah Ibu mengandungku anak dari bule yang tega merusak kepercayaannya.
“Ndok,jangan pernah berfikir bahwa anak yang kau kandung adalah malapetaka,Gusti Allah selalu menguji hamba-hambaNya.Yang tidak baik menurut kita,tetapi di mata Allah itu ternyata yang terbaik buat kita.Anakmu itu anugerah,jalani ndok dengan keikhlasan” Eyang menasihati Ibu
Ketika Ibu pasrah dengan semua masalah yang di hadapinya. Ibu malah mendapat support dari masyarakat kampung.Tidak henti-hentinya tetangga rumah menghibur,bahkan Ibu seperti di perlakukan dengan sangat baik.Di buatkan rujak,dibuatkan makanan-makanan kesukaan ibu.
Dan ternyata pemuda yang Ibu cintai bersedia menjadi suami Ibu,dan menjadi Bapakku.
“Gustiiii..bocah Londo..bocah londo!!!!!”teriak bidan di kampung kami,seluruh kampung menanti kedatanganku.Tak henti-hentinya mereka melihatku dengan takjub..Bayi mungil berambut coklat kemerahan,sangat besar dan sangat putih.Kontras sekali dengan bayi-bayi yang lahir di kampung .
Setelah aku lahir Bapak menikahi Ibu secara resmi, lengkaplah kebahagian Ibu walau tetap saja Ibu benci Bahasa Inggris. Itulah mengapa aku tidak bisa berbahasa inggris.
Aku tumbuh besar menjadi anak yang periang bahkan teman-temanku kebanyakan lelaki,aku sering bermain perang lumpur di sawah,memanjat pohon mangga.Tetapi kulitku tidak menghitam seperti kebanyakan anak di kampung, yang ada kulitku berwarna merah,coklat tidak jelas (TAN).
Meskipun secara fisik aku orang peranakan tetapi jiwaku asli orang kampung,seperti halnya anak-anak kampung.Dan Ibu pasti hanya tersenyum bila aku menanyakan hal itu..
“Bu..kok rambutku warna coklat siy?gak kaya Bapak atau Ibu hitam ” tanyaku ingin tahu
Lagi-lagi ibu menjawab dengan senyuman...”adik kamu juga rambutnya warna coklat kepirangan kok!”
“Lah,Bayu kan diwarnain pake obat bu?..Elakku
Akupun melihat adikku yang sedang tertidur,adik yang beda 2 tahun dariku.Adikku sangat mirip dengan Bapak.Dulu rambutnya warna hitam.Tapi karena ikut-ikutan dengan tren pewarnaan rambut,anak sekampung membeli obat rambut yang notabenenya untuk pengawet ikan.Jadinya warna rambut adikku pirang tidak jelas.
Aku sering berkeliling sepeda mengitari sawah di kampung kami sewaktu kecil.Dan ketika aku kelas 6 SD kami mengunjungi Candi Borobudur,bersama Bapak dan adikku .Aku melihat orang-orang yang mirip denganku,warna kulit,hidung.Aku sering terheran-heran.
Tetapi hal itu tidak membuat aku di bedakan,aku tetap mendapat kasih sayang keluargaku,akupun mendapat teman-teman yang sangat baik.
Mendengar penjelasan Ibu dan Bapak aku menangis. Betapa mereka orang-orang yang kuat menerima cobaan.Aku salut dengan Bapak,yang tetap mencintai Ibu apa adanya.Tidak membenci ibu bahkan menjauhinya.
“Aira anakku,masihkah kau tetap menganggap Bapak ini Bapakmu?” tanya Bapak dengan mata berkaca-kaca
“Iya Bapak..,,,”aku menangis sesenggukan..Bapak memelukku.
Ibu lega,aku menerima kenyataan itu dengan ikhlas.
SMP aku lewati dengan suka cita,ketika aku akan beranjak melanjutkan sekolah ternyata Bapak mendapat pengangkatan dan surat keputusan menyatakan Bapak harus mengajar di Jakarta.
Karena Bapak di anggap orang yang pintar,istilahnya selama 3 tahun di Jakarta setelah itu kembali lagi ke kampung untuk mengamalkannya.
Ibu dengan wajah yang seperti ketakutan menolak mentah-mentah kepindahan Bapak,bahkan hampir menangis bila mengingat kata-kata Jakarta.
Kasihan Ibu,tapi Bapak mau tidak mau harus pindah.Kami semua merenung 3 tahun bukanlah waktu yang sebentar.Ibupun dilematis,ketakutan terbesar dalam hidupnya masih terus hidup di diri Ibu,dan yang bisa mengobati itu adalah diri Ibu sendiri.
“Baiklah bu,biar Bapak saja yang di Jakarta,nanti setiap bulan atau ada waktu Bapak bakal pulang” kata Bapak seminggu sebelum kepindahan
Ibu terdiam,aku sangat sedih bila jauh dari Bapak orang yang kusayangi.Tapi mau tidak mau kami melepas kepergian Bapak.
“Jaga adik dan Ibu yah ndok”...nasihat bapak ketika akan berangkat.kami semua berkumpul di stasiun Yogyakarta.
Ibu dengan berat hati melepas pelukan Bapak.kereta itupun membawa Bapak ke Jakarta.
Ibukota Indonesia
Sampai ketemu Bapak..”ucapku lirih
Kini aku berusia 16 tahun,dan petumbuhan badanku tumbuh sangat cepat,sampai-sampai temen-teman wanitaku sampai berjinjit bila ingin mendandaniku.Aku sering dapat juara 1 bila adu lari,bahkan lawanku laki-laki loh,itu karena langkahku besar-besar heheheh.
Bapak suka pulang 3 bulan sekali,Bapak kelihatan kurus.Ibu juga suka mikirin bapak ajah,bilangnya sangat rindu.
Akhirnya setelah Bapak setengah tahun di Jakarta.Ibu berniat menyusul dan akan menghadapi ketakutan-ketakutanya.Akhirnya kami sekeluarga pindah,aku merasa sangat gugup.bagaimana kehidupan Jakarta?apa perlakuan teman-teman baruku sama sayangnya dengan teman-teman di kampungku.Lain halnya dengan adikku,Bayu begitu antusias menghadapi kepindahannya.
“Mbak yu”panggilnya..
“Kita bakal tinggal di jakarta,JAKARTA loh mba...”
Kemudian kami tinggal di rumah susun yang begitu padat penduduknya.Bapak memasukanku ke sekolah umum Negeri di daerah Jakarta Barat.Bayupun di masukan ke SMP Negeri tidak jauh dari sekolahku.
Ketika masa-masa kami baru pindah ibu masih saja di hantui mimpi buruk,menginjak di Stasiun Jakarta Ibu langsung memegang erat tangan Bapak.Sedikit demi sedikit Ibu mulai terbiasa di jakarta.
Tapi yang masih belum hilang yaitu ketika sedang jalan-jalan kami menemukan laki-laki bule,Ibu bisa histeris menangis.
Dengan sabar Bapak memeluk Ibu,dan tugas kami yaitu meminta maaf ke orang-orang sekitar.
“Mbak..mbak” bisik Bayu di telingaku ketika kami sedang menenangkan Ibu
“Gimana kalau kita tinggal di luar negeri yang mukanya banyak kaya mbak yah?”tanya adikku polos
“Walah,mimpi kamu de”aku tersenyum geli
“Wah mba gak ada yang ga mungkin”debat Bayu
“Bisa saja mba di jemput sama Bapak kandung mba yang londo,hayo kalo kaya gitu gimana”?lanjut adiku.
Akupun terdiam,tidak ada di dalam keinginanku terbersit bertemu dengan Bapak kandungku,buatku itu tidak perlu ku fikirkan.aku pun menjawab pertannyaan bayu
“Kalo ketemu?,Mba mau kabur”jawabku sembari menjulurkan lidah
Adiku malah terkekeh
cerita fanfic Topeng kaca Ngeblog Random tentang apa aja yang dikepala heheheh, dan nyoba bikin novel amin.
Minggu, 28 Oktober 2012
Minggu, 23 September 2012
KELINCI VS KELABANG part Kencan dengan dua gadis
“Pak Anda sudah ditunggu Nona Shiori di loby depan” ucap Mizuki.Masumi membereskan berkas-berkas yang telah ia tanda tangani dan sebagian lain ia simpan di laci dokument bawah mejanya.
Sambil mengendurkan dasi Masumi bergegas
“Apa Anda akan membawa kelinci kesayangan Anda itu ?” tanya Mizuki
Masumi langsung teringat Maya .Sedari tadi tidak ada suaranya.Ternyata Maya tertidur di sofa
Masumi menghampirinya kasihan Maya menemaniku bekerja lelah sendiri. Masumi membelai kelincinya tanpa memperdulikan tatapan aneh Mizuki
“Anda bisa menitipkan kelinci itu padaku!” Mizuki menawarkan dirinya
“Tenang saja tidak masuk hitungan lembur kok”
Masumi berfikir keras meninggalkan Maya???
“Terimah kasih atas kebaikanmu Mizuki,tapi aku akan membawanya kemanapun “
“Sejak kapan Anda menjadi penyayang hewan Pak???’ tanya Mizuki penasaran
“Sejak dia berubah” tunjuk Masumi
“Dia??? “ Mizuki mengerutkan keningnya
“Yah “ Jawab Masumi sambil berlalu
Mizuki keheranan.Semakin bertanya semakin aneh jawaban bosnya.
********************************************************************************
Shiori bingung melihat Masumi datang menghampirinya sambil membawa Maya eh seekor kelinci.Ia diam terpaku di loby Daito
“Masumi sama?” tanyanya memastikan bahwa ini memang betul teman kencannya Masumi Hayami direktur Daito
Masumi dengan mimik dingin berkata“Kasihan kelinci ini bila kutinggal,kau tak keberatan bukan bila kita berkencan sambil membawa dia?” Masumi mendekap erat kelinci yang tertidur pulas
Shiori agak terkejut walau dibuat heran ia mengaguk.
“Sepengetahuanku kau terkenal dingin bekerja tanpa perasaan,bekerja tanpa ampun .Tapi buktinya kau membawa seekor kelinci.Manis sekali “puji Shiori tersenyum sangat anggun
“Terima kasih Shiori”
Mereka masuk kedalam mobil. Supir pribadi keluarga Hayami bertanya tujuan majikannya.
”Kita ke restauran Venus Venue !”
“Disana nanti ada mini konser klasikal piano oleh artis pendatang baru. Kau pasti suka Shiori”
Wajah Shiori bersemu merah, menunduk dan berbunga-bunga.
Padahal Masumi mengajaknya untuk melaksanakan tugas menganalisa artis pendatang baru ini yang akan segera dikontrak Daito.
Merangkap perjodohan dengan Shiori. Dua tugas dari ayahnya langsung.
Sewaktu dalam perjalanan Maya terbangun dari pangkuan Masumi dan mengajukan pertanyaan “Kita akan kemana Pak Masumi ??”
“Kita akan makan” Jawab Masumi
Shiori menengok menatap Masumi
“ iya Masumi aku sudah mendengarnya tadi” lalu tertawa malu-malu
Masumi lupa bahwa hanya ia yang mendengar ucapan Maya dan ia lupa pula dengan keberadaan Shiori (memang gak penting juga siy_penulis RED )
“ Aku mengulang agar kau tidak lupa”Masumi mengelak
Maya melihat Shiori yang duduk di sebelah Masumi
Ah dia kan gadis yang sedang ramai dibicarakan dekat dengan Pak Masumi...lalu Maya Bergantian memandang Masumi.
Apa betul ini wanita yang akan dijodohkan? Anggun sekali.
Berbeda denganku?.
Dan Pak Masumi wajahnya teramat bahagia,tidak biasanya dia begitu?
Apa Pak Masumi mencintai wanita ini?.Maya bertanya pada dirinya sendiri
Perasaan Maya sedikit berantakan.Tiba-tiba ia gelisah dan mual
Sedikit gusar
Mengapa aku harus ikut mereka berkencan sih!!!!!
Sesampainya di parkiran Restaurant Venus Venue.Sang Supir membukakan pintu mobil untuk Tuannya.
Shiori yang terlebih dahulu keluar. Saat Masumi akan keluar dari mobil.Maya malah meloncat kedalam mobil kembali
“Heiiii!!!...” seru Masumi terkejut sambil berbalik dan mengulurkan tangannya
Maya diam dipojokkan jok mobil Masumi. “aku disini saja,aku tidak mau ikut,Anda pergi saja .Jangan khawatir aku akan menunggu didalam mobil!!! “
“Kau harus ikut mungil.Kau belum makan malam” bujuk Masumi dengan suara mendayu
Shiori dan Pak supir saling pandang melihat keanehan Masumi Hayami yang seolah-olah berbincang dengan manusia.
Maya tetap tidak bergeming.
“Dasar keras kepala!!!..”
Hupppp dengan mudah Masumi meraih tubuh mungil Maya Kitajima.Dan mengenggamnya erat ketubuhnya sendiri
Maya memberontak dengat sekuat tenaga kelinci
“Turunkan akuuuu!!!!....Anda menyebalkan!!!!!..Tukang Paksa!!!...Egois!!!
“Menjijikkan..Kecoa..kelabang!!!Arggghhhh!!!”
Rentetan kemarahan Maya memuncak.Bersumpah serapah seperti biasa bila bertengkar dengan Masumi Hayami.Ia terus meronta-ronta dalam pelukan Masumi
“Tuan Hayami,sepertinya kelinci itu mengamuk “tunjuk pak supir
“Hahhahahaha...”Masumi malah tertawa dan berjalan kearah pintu masuk Restaurant Venus Venue.
Shiori yang mengikuti dari belakang bertanya khawatir “Tidak apa-apa Masumi?”
“Tentu,Aku sudah terlatih bertahun-tahun” Jawab Masumi tertawa renyah
***************************************************************************
Kepala pelayan menghampiri tamu specialnya.Lalu menunjukan tempat duduk yang sudah direservasi Tuan Hayami
”10 menit lagi pembukaan konser mini dimulai Tuan “ sapanya ramah
“Yah..buatkan aku menu terbaik hari ini! Dan untuk 3 orang!” Tambah masumi
Walau agak bingung kepala pelayan mangiyakan tanpa bertanya
Masumi menatap Shiori yang wajahnya berbinar-binar
“Kau tunggulah dulu,aku akan ke belakang sebentar “pamit Masumi
“Dan kaupun akan membawa kelincimu?"tanya Shiori keheranan
Masumi baru tersadar dengan benda yang didekapnya sedari tadi
“Pak Masumi Anda tidak berniat membawaku kan???!” Maya menggerutu
Masumi berdiri dan manatap bimbang kelincinya.Ia berfikir akan membawa kemanapun ia pergi.Ia tidak ingin Maya berbuat nekat kabur darinya
“Aku tahu yang ada difikiran Anda,aku tidak akan lari.Janji!” ucap Maya seakan-akan dapat membaca fikiran Masumi
“Aku titip dia Shiori” pinta Masumi akhirnya.
Shiori mengangguk.
Dalam hati Maya mencaci Dasar manusia dingin yang tidak tahu cara memperlakukan wanita.Dia anggap apa aku!..hingga ingin membawaku ketoilet pria .!!!cih,,,
Dimeja hanya tinggal Shiori dan Maya yang sedang berdiri di atas meja Restaurant. Wajah Maya penuh kegusaran.Entah mengapa Maya merasa amat kesal.
“Heiiii kelinci imut!!!” sapa Shiori membuka percakapan seraya membelai-belai bulu kepala Maya.
“Kau pasti bahagia dipelihara dengan sangat perhatian oleh seorang Masumi Hayami” lanjut shiori cekikikan
“Aaah Aku sangat iri..!!!!” ungkap Shiori manja
Maya menatap wanita yang dihadapanya
Anggun sekali wanita ini...
Cantik..
Suaranya merdu..
Ia sangat cocok bersanding dengan Pak Masumi.
“Yang seharusnya iri itu justru aku..karena kau bisa diperlakukannya dengan sangat hormat.Berbeda dengan diriku yang selalu ia perlakukan seenaknya sendiri.Menjajah disetiap kehidupanku. Selalu mengganggu,menggoda dan hal-hal menyebalkan lainnya.Entah apa yang sebenarnya ia inginkan???”
Maya bercerita seolah-olah Shiori bisa mendengarnya.
Walau memang Shiori tidak dapat mengerti bahasa Maya ditubuh seekor kelinci. Shiori sepertinya paham dengan mimik kesal kelincinya Masumi.
“Heii..apa kau tidak bahagia dipelihara oleh Masumi Hayami??
”Kau mau bertukar tempat denganku??”
“Aku rela menjadi dirimu asal bisa selalu dipeluknya? “ Shiori membayangkan adegan tadi Masumi memeluk erat kelincinya.
Shiori tertawa bahagia ia bisa mengungkapkan perasaanya.
Begitu cinta kah Nona ini??” Tiba-tiba Maya merasa mulas
Masumi telah kembali. Tersenyum lega karena Maya tidak kabur.Hidanganpun telah tersaji.Dihadapan Shiori Masumi menyuapi kelinci kesayangannya.Maya tidak perduli tatapan cemburu Shiori. Karena ia memang lapar dan tidak berdaya makan dengan tangannya sendiri.
Maya bergidik ngeri dengan banyaknya garpu ,pisau dan sendok di Restaurant ini.
Sesekali Masumi juga memperhatikan dengan seksama Artis yang akan dikontraknya.Artis itu sedang membawakan instrumen piano klasik.dan lagu yg sedang dibawakan adalah karya Schumann ‘Troimerai’
Mayapun teringat saat Masumi mengunjunginya kerumah Ayumi. Masumi bermain piano dan memainkan lagu ini..lagu yang lembut..sangat tidak percaya Masumi bisa bermain Piano
Selama 30 menit Artis itu sukses memainkan lagu-lagu yang indah lewat jemarinya.suaranyapun tidak kalah dengan artis-artis professional.
Masumi tersenyum puas
Acara dilanjutkan dengan dansa
“Masumi,kau tidak mengajakku berdansa lagi??” Tanya shiori malu-malu.Semenjak Masumi mengajaknya berdansa tempo hari Shiori begitu menantikan acara itu.
Masumi diam sebenarnya ia enggan namun tidak mungkin juga menolak permintaan Tambang emas Ayah tirinya.
Masumi berdiri
Shiori meraih tangan Masumi,menggenggamnya erat,berdiri lalu jalan ketempat dansa berlangsung.
Dan tiba-tiba rasa Mulas Maya bertambah akut
Maya hanya diam menyaksikan para pengunjung yang berdansa romantis. Ia juga menyaksikan adegan Shiori memeluk Masumi saat kehilangan keseimbangan.
Huh masih lebih baik aku..Tidak manja saat berdansa dengan pak Masumi gerutu Maya.
Mayapun merasa iri karena Masumi begitu mempesona.Dan pasangan dansa Beliau adalah putri pemilik grup Takamiya
************************************************************************
Usai melaksanakan tugas Shiori kembali kekediamannya.
Masumi dan Maya saling diam di dalam mobil.Sang supir Hayami mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.Kota tokyo begitu temaram.lampu masih terjaga.Mobil Masumi membelah jalan sepi.
Sesampainya dirumah Hayami.Pak Asa sudah memberondong pertanyaan
“Sampaikan pada Ayah semua berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan keinginanya” ucap Masumi datar
Pak Asa menunduk dan menutup pintu kamar Masumi
“Kau lelah mungil?” diletakkannya tubuh kelinci
Maya hanya menggeleng
“Mengapa dari tadi tidak bersuara?”
Maya bersungut
Bukankah dia yang diam saja semenjak berdansa dengan Nona Shiori.Wajahnya menampakkan ketidakbahagiaan.Seolah-olah karena kehadiranku kencannya jadi terganggu
“Pak Masumi..???”panggil Maya membuka kebisuan antara mereka.
“Yaaah” Sahut Masumi yang sudah berganti piyama tidur
“Apa aku telah mengganggu kencanmu?”
“Mengganggu??”
“Tidak Maya..Tentu saja tidak.”Jawab Masumi seraya mengambil bantal dan diletakkannya ke sofa.Yang kini menjadi ranjangnya.
“Oh habis sepertinya wajah Anda tampak kurang menyenangkan,jadi aku fikir aku telah mengganggu waktu special dengan pacar Anda?”
“Pacar???” Masumi berkomentar dengan kata-kata pacar
“Iya pacar Anda Nona Shiori. Cucu pemilik Grup Takamiya..”Maya menjelaskan dengan sejelas-jelasnya
“Dia bukan pacarku!” Masumi menggeleng agak janggal dengan pernyataan Maya
“Lalu..???”Tanya Maya bertambah penasaran
“Sudalah sebaiknya kita istirahat Maya!” Masumi berusaha mengelak.Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa hubungannya dengan Shiori.
Maya menampakan wajah lesu.Ia ingin Tahu perasaan Masumi dengan Wanita tadi.Entah mengapa hati Maya sedikit gelisah.Nalurinya yang terus memaksanya bertanya lebih jauh.
Tapi yah sudahlah..untuk apa juga???bathin Maya
“Pak Masumi aku teramat tidak enak hati bila Anda pemilik ranjang ini harus tidur di sofa.Tidak pantas.” Ucap Maya “Biar aku saja yang di sofa” Lanjut Maya
Masumi yang sudah bersiap-siap berbaring disofa lagi-lagi mengeleng.
Maya Menghampiri dan merengek
“Pak Masumiii...!!!”
Maya sudah ada di dekat kepala Masumi.Ia melihat Masumi dengan sangat dekat.Masumi setengah mengangkat kepalanya.
“Kau takut tidur sendiri mungil??” Masumi malah menggoda Maya
“Bukan begitu Pak Masumi..Aku hanya tidak enak”
“Yah..yah baiklah aku takut tidur sendiri diranjangmu yang sungguh besar”
Masumi terbangun mendengar permintaan Maya yang menurutnya konyol dan dipaksakan.
“Jadi... kau ingin aku menemanimu berdua tidur diranjangku mungil?”
Maya mengangguk
“Iya Pak Masumi aku ingin berdua denganmu” Ungkap Maya polos
Mata Masumi seakan-akan tidak percaya.Jantungnyapun berdegub kencang
Konyol sekali aku berdebar begini hanya karena seekor kelinci minta ditemani tidur Masumi berkata pada dirinya sendiri
“Baiklah..”Masumi bergegas ke ranjangnya dan membaringkan Maya tidur disebelahnya.
DEG
Giliran Jantung Maya yang berdebar dan wajahnya memerah.
“Selamat tidur mungil” Masumipun mematikan lampu sambil memeluk Maya
*********************************************************************
HARI KEDUA DIRUMAH HAYAMI
Tubuh Maya belum menampakkan perubahan menjadi manusia
Masumi terbangun lebih dahulu.Ternyata ia tidur sambil terus memeluk Maya dan Mayapun balik memeluknya.
Ada perasaan damai dan bahagia di hati Masumi Hayami.
Sepertinya Maya lebih baik ditubuh kelinci...Fikir Masumi.
Dengan begitu aku bisa setiap hari bersamanya
Masumi tertawa dengan pikiran sekelebatnya barusan
Masumi terus membelai wajah mungil sang kelinci.Menikmati setiap moment wajah Maya dalam balutan tubuh kelinci.
Dan naluri laki-laki Masumi muncul.
Tidak hanya sekedar mengelu-elusnya Masumi ingin lebih yaitu mencium bibir kelinci. Bibir Maya Kitajima.
Sempat ragu,Masumi berfikir sebentar...untuk menuruti keinginanan konyolnya atau tidak.
Lalu Masumi memutuskan mendekatkan wajahnya pelan-pelan ke wajah kelinci bermaksut bisa mengecup bibir Maya
Tiba-tiba
Maya bergerak dan setengah membuka mata
“Pak Masumi...”
Masumi yang terkejut karena tinggal 5cm lagi ia dapat mencium Maya. Sontak menarik wajahnya mundur
“Kau sudah bangun mungil?” Buru-buru Masumi menutupi tindakkannya yang mencurigakan.
“Iya...hoaaammmm” Maya mengulet tanpa rasa curiga
“Tidak ada yang terjadi apa-apa kan Pak Masumi diantara kita semalam?”
Masumi mengangguk salah tingkah
“Karena aku percaya Anda adalah pria terhormat”
“Iya Maya..Tidak mungkin juga aku mencium mu!” Masumi menyahut diikuti tawa Maya yang terbahak-bahak
Maya berkata “Hanya laki-laki tidak normal yang ingin menyentuh seekor kelinci pak Masumi.Apalagi ingin menciumnya..HAHAHAHHA...Anda membuat perutku sakit Pak Masumi” seru Maya kemudian bergegas kekamar mandi
Masumi terpaku di ranjangnya
JADI AKU INI PRIA TIDAK NORMAL????
Sambil mengendurkan dasi Masumi bergegas
“Apa Anda akan membawa kelinci kesayangan Anda itu ?” tanya Mizuki
Masumi langsung teringat Maya .Sedari tadi tidak ada suaranya.Ternyata Maya tertidur di sofa
Masumi menghampirinya kasihan Maya menemaniku bekerja lelah sendiri. Masumi membelai kelincinya tanpa memperdulikan tatapan aneh Mizuki
“Anda bisa menitipkan kelinci itu padaku!” Mizuki menawarkan dirinya
“Tenang saja tidak masuk hitungan lembur kok”
Masumi berfikir keras meninggalkan Maya???
“Terimah kasih atas kebaikanmu Mizuki,tapi aku akan membawanya kemanapun “
“Sejak kapan Anda menjadi penyayang hewan Pak???’ tanya Mizuki penasaran
“Sejak dia berubah” tunjuk Masumi
“Dia??? “ Mizuki mengerutkan keningnya
“Yah “ Jawab Masumi sambil berlalu
Mizuki keheranan.Semakin bertanya semakin aneh jawaban bosnya.
********************************************************************************
Shiori bingung melihat Masumi datang menghampirinya sambil membawa Maya eh seekor kelinci.Ia diam terpaku di loby Daito
“Masumi sama?” tanyanya memastikan bahwa ini memang betul teman kencannya Masumi Hayami direktur Daito
Masumi dengan mimik dingin berkata“Kasihan kelinci ini bila kutinggal,kau tak keberatan bukan bila kita berkencan sambil membawa dia?” Masumi mendekap erat kelinci yang tertidur pulas
Shiori agak terkejut walau dibuat heran ia mengaguk.
“Sepengetahuanku kau terkenal dingin bekerja tanpa perasaan,bekerja tanpa ampun .Tapi buktinya kau membawa seekor kelinci.Manis sekali “puji Shiori tersenyum sangat anggun
“Terima kasih Shiori”
Mereka masuk kedalam mobil. Supir pribadi keluarga Hayami bertanya tujuan majikannya.
”Kita ke restauran Venus Venue !”
“Disana nanti ada mini konser klasikal piano oleh artis pendatang baru. Kau pasti suka Shiori”
Wajah Shiori bersemu merah, menunduk dan berbunga-bunga.
Padahal Masumi mengajaknya untuk melaksanakan tugas menganalisa artis pendatang baru ini yang akan segera dikontrak Daito.
Merangkap perjodohan dengan Shiori. Dua tugas dari ayahnya langsung.
Sewaktu dalam perjalanan Maya terbangun dari pangkuan Masumi dan mengajukan pertanyaan “Kita akan kemana Pak Masumi ??”
“Kita akan makan” Jawab Masumi
Shiori menengok menatap Masumi
“ iya Masumi aku sudah mendengarnya tadi” lalu tertawa malu-malu
Masumi lupa bahwa hanya ia yang mendengar ucapan Maya dan ia lupa pula dengan keberadaan Shiori (memang gak penting juga siy_penulis RED )
“ Aku mengulang agar kau tidak lupa”Masumi mengelak
Maya melihat Shiori yang duduk di sebelah Masumi
Ah dia kan gadis yang sedang ramai dibicarakan dekat dengan Pak Masumi...lalu Maya Bergantian memandang Masumi.
Apa betul ini wanita yang akan dijodohkan? Anggun sekali.
Berbeda denganku?.
Dan Pak Masumi wajahnya teramat bahagia,tidak biasanya dia begitu?
Apa Pak Masumi mencintai wanita ini?.Maya bertanya pada dirinya sendiri
Perasaan Maya sedikit berantakan.Tiba-tiba ia gelisah dan mual
Sedikit gusar
Mengapa aku harus ikut mereka berkencan sih!!!!!
Sesampainya di parkiran Restaurant Venus Venue.Sang Supir membukakan pintu mobil untuk Tuannya.
Shiori yang terlebih dahulu keluar. Saat Masumi akan keluar dari mobil.Maya malah meloncat kedalam mobil kembali
“Heiiii!!!...” seru Masumi terkejut sambil berbalik dan mengulurkan tangannya
Maya diam dipojokkan jok mobil Masumi. “aku disini saja,aku tidak mau ikut,Anda pergi saja .Jangan khawatir aku akan menunggu didalam mobil!!! “
“Kau harus ikut mungil.Kau belum makan malam” bujuk Masumi dengan suara mendayu
Shiori dan Pak supir saling pandang melihat keanehan Masumi Hayami yang seolah-olah berbincang dengan manusia.
Maya tetap tidak bergeming.
“Dasar keras kepala!!!..”
Hupppp dengan mudah Masumi meraih tubuh mungil Maya Kitajima.Dan mengenggamnya erat ketubuhnya sendiri
Maya memberontak dengat sekuat tenaga kelinci
“Turunkan akuuuu!!!!....Anda menyebalkan!!!!!..Tukang Paksa!!!...Egois!!!
“Menjijikkan..Kecoa..kelabang!!!Arggghhhh!!!”
Rentetan kemarahan Maya memuncak.Bersumpah serapah seperti biasa bila bertengkar dengan Masumi Hayami.Ia terus meronta-ronta dalam pelukan Masumi
“Tuan Hayami,sepertinya kelinci itu mengamuk “tunjuk pak supir
“Hahhahahaha...”Masumi malah tertawa dan berjalan kearah pintu masuk Restaurant Venus Venue.
Shiori yang mengikuti dari belakang bertanya khawatir “Tidak apa-apa Masumi?”
“Tentu,Aku sudah terlatih bertahun-tahun” Jawab Masumi tertawa renyah
***************************************************************************
Kepala pelayan menghampiri tamu specialnya.Lalu menunjukan tempat duduk yang sudah direservasi Tuan Hayami
”10 menit lagi pembukaan konser mini dimulai Tuan “ sapanya ramah
“Yah..buatkan aku menu terbaik hari ini! Dan untuk 3 orang!” Tambah masumi
Walau agak bingung kepala pelayan mangiyakan tanpa bertanya
Masumi menatap Shiori yang wajahnya berbinar-binar
“Kau tunggulah dulu,aku akan ke belakang sebentar “pamit Masumi
“Dan kaupun akan membawa kelincimu?"tanya Shiori keheranan
Masumi baru tersadar dengan benda yang didekapnya sedari tadi
“Pak Masumi Anda tidak berniat membawaku kan???!” Maya menggerutu
Masumi berdiri dan manatap bimbang kelincinya.Ia berfikir akan membawa kemanapun ia pergi.Ia tidak ingin Maya berbuat nekat kabur darinya
“Aku tahu yang ada difikiran Anda,aku tidak akan lari.Janji!” ucap Maya seakan-akan dapat membaca fikiran Masumi
“Aku titip dia Shiori” pinta Masumi akhirnya.
Shiori mengangguk.
Dalam hati Maya mencaci Dasar manusia dingin yang tidak tahu cara memperlakukan wanita.Dia anggap apa aku!..hingga ingin membawaku ketoilet pria .!!!cih,,,
Dimeja hanya tinggal Shiori dan Maya yang sedang berdiri di atas meja Restaurant. Wajah Maya penuh kegusaran.Entah mengapa Maya merasa amat kesal.
“Heiiii kelinci imut!!!” sapa Shiori membuka percakapan seraya membelai-belai bulu kepala Maya.
“Kau pasti bahagia dipelihara dengan sangat perhatian oleh seorang Masumi Hayami” lanjut shiori cekikikan
“Aaah Aku sangat iri..!!!!” ungkap Shiori manja
Maya menatap wanita yang dihadapanya
Anggun sekali wanita ini...
Cantik..
Suaranya merdu..
Ia sangat cocok bersanding dengan Pak Masumi.
“Yang seharusnya iri itu justru aku..karena kau bisa diperlakukannya dengan sangat hormat.Berbeda dengan diriku yang selalu ia perlakukan seenaknya sendiri.Menjajah disetiap kehidupanku. Selalu mengganggu,menggoda dan hal-hal menyebalkan lainnya.Entah apa yang sebenarnya ia inginkan???”
Maya bercerita seolah-olah Shiori bisa mendengarnya.
Walau memang Shiori tidak dapat mengerti bahasa Maya ditubuh seekor kelinci. Shiori sepertinya paham dengan mimik kesal kelincinya Masumi.
“Heii..apa kau tidak bahagia dipelihara oleh Masumi Hayami??
”Kau mau bertukar tempat denganku??”
“Aku rela menjadi dirimu asal bisa selalu dipeluknya? “ Shiori membayangkan adegan tadi Masumi memeluk erat kelincinya.
Shiori tertawa bahagia ia bisa mengungkapkan perasaanya.
Begitu cinta kah Nona ini??” Tiba-tiba Maya merasa mulas
Masumi telah kembali. Tersenyum lega karena Maya tidak kabur.Hidanganpun telah tersaji.Dihadapan Shiori Masumi menyuapi kelinci kesayangannya.Maya tidak perduli tatapan cemburu Shiori. Karena ia memang lapar dan tidak berdaya makan dengan tangannya sendiri.
Maya bergidik ngeri dengan banyaknya garpu ,pisau dan sendok di Restaurant ini.
Sesekali Masumi juga memperhatikan dengan seksama Artis yang akan dikontraknya.Artis itu sedang membawakan instrumen piano klasik.dan lagu yg sedang dibawakan adalah karya Schumann ‘Troimerai’
Mayapun teringat saat Masumi mengunjunginya kerumah Ayumi. Masumi bermain piano dan memainkan lagu ini..lagu yang lembut..sangat tidak percaya Masumi bisa bermain Piano
Selama 30 menit Artis itu sukses memainkan lagu-lagu yang indah lewat jemarinya.suaranyapun tidak kalah dengan artis-artis professional.
Masumi tersenyum puas
Acara dilanjutkan dengan dansa
“Masumi,kau tidak mengajakku berdansa lagi??” Tanya shiori malu-malu.Semenjak Masumi mengajaknya berdansa tempo hari Shiori begitu menantikan acara itu.
Masumi diam sebenarnya ia enggan namun tidak mungkin juga menolak permintaan Tambang emas Ayah tirinya.
Masumi berdiri
Shiori meraih tangan Masumi,menggenggamnya erat,berdiri lalu jalan ketempat dansa berlangsung.
Dan tiba-tiba rasa Mulas Maya bertambah akut
Maya hanya diam menyaksikan para pengunjung yang berdansa romantis. Ia juga menyaksikan adegan Shiori memeluk Masumi saat kehilangan keseimbangan.
Huh masih lebih baik aku..Tidak manja saat berdansa dengan pak Masumi gerutu Maya.
Mayapun merasa iri karena Masumi begitu mempesona.Dan pasangan dansa Beliau adalah putri pemilik grup Takamiya
************************************************************************
Usai melaksanakan tugas Shiori kembali kekediamannya.
Masumi dan Maya saling diam di dalam mobil.Sang supir Hayami mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.Kota tokyo begitu temaram.lampu masih terjaga.Mobil Masumi membelah jalan sepi.
Sesampainya dirumah Hayami.Pak Asa sudah memberondong pertanyaan
“Sampaikan pada Ayah semua berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan keinginanya” ucap Masumi datar
Pak Asa menunduk dan menutup pintu kamar Masumi
“Kau lelah mungil?” diletakkannya tubuh kelinci
Maya hanya menggeleng
“Mengapa dari tadi tidak bersuara?”
Maya bersungut
Bukankah dia yang diam saja semenjak berdansa dengan Nona Shiori.Wajahnya menampakkan ketidakbahagiaan.Seolah-olah karena kehadiranku kencannya jadi terganggu
“Pak Masumi..???”panggil Maya membuka kebisuan antara mereka.
“Yaaah” Sahut Masumi yang sudah berganti piyama tidur
“Apa aku telah mengganggu kencanmu?”
“Mengganggu??”
“Tidak Maya..Tentu saja tidak.”Jawab Masumi seraya mengambil bantal dan diletakkannya ke sofa.Yang kini menjadi ranjangnya.
“Oh habis sepertinya wajah Anda tampak kurang menyenangkan,jadi aku fikir aku telah mengganggu waktu special dengan pacar Anda?”
“Pacar???” Masumi berkomentar dengan kata-kata pacar
“Iya pacar Anda Nona Shiori. Cucu pemilik Grup Takamiya..”Maya menjelaskan dengan sejelas-jelasnya
“Dia bukan pacarku!” Masumi menggeleng agak janggal dengan pernyataan Maya
“Lalu..???”Tanya Maya bertambah penasaran
“Sudalah sebaiknya kita istirahat Maya!” Masumi berusaha mengelak.Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa hubungannya dengan Shiori.
Maya menampakan wajah lesu.Ia ingin Tahu perasaan Masumi dengan Wanita tadi.Entah mengapa hati Maya sedikit gelisah.Nalurinya yang terus memaksanya bertanya lebih jauh.
Tapi yah sudahlah..untuk apa juga???bathin Maya
“Pak Masumi aku teramat tidak enak hati bila Anda pemilik ranjang ini harus tidur di sofa.Tidak pantas.” Ucap Maya “Biar aku saja yang di sofa” Lanjut Maya
Masumi yang sudah bersiap-siap berbaring disofa lagi-lagi mengeleng.
Maya Menghampiri dan merengek
“Pak Masumiii...!!!”
Maya sudah ada di dekat kepala Masumi.Ia melihat Masumi dengan sangat dekat.Masumi setengah mengangkat kepalanya.
“Kau takut tidur sendiri mungil??” Masumi malah menggoda Maya
“Bukan begitu Pak Masumi..Aku hanya tidak enak”
“Yah..yah baiklah aku takut tidur sendiri diranjangmu yang sungguh besar”
Masumi terbangun mendengar permintaan Maya yang menurutnya konyol dan dipaksakan.
“Jadi... kau ingin aku menemanimu berdua tidur diranjangku mungil?”
Maya mengangguk
“Iya Pak Masumi aku ingin berdua denganmu” Ungkap Maya polos
Mata Masumi seakan-akan tidak percaya.Jantungnyapun berdegub kencang
Konyol sekali aku berdebar begini hanya karena seekor kelinci minta ditemani tidur Masumi berkata pada dirinya sendiri
“Baiklah..”Masumi bergegas ke ranjangnya dan membaringkan Maya tidur disebelahnya.
DEG
Giliran Jantung Maya yang berdebar dan wajahnya memerah.
“Selamat tidur mungil” Masumipun mematikan lampu sambil memeluk Maya
*********************************************************************
HARI KEDUA DIRUMAH HAYAMI
Tubuh Maya belum menampakkan perubahan menjadi manusia
Masumi terbangun lebih dahulu.Ternyata ia tidur sambil terus memeluk Maya dan Mayapun balik memeluknya.
Ada perasaan damai dan bahagia di hati Masumi Hayami.
Sepertinya Maya lebih baik ditubuh kelinci...Fikir Masumi.
Dengan begitu aku bisa setiap hari bersamanya
Masumi tertawa dengan pikiran sekelebatnya barusan
Masumi terus membelai wajah mungil sang kelinci.Menikmati setiap moment wajah Maya dalam balutan tubuh kelinci.
Dan naluri laki-laki Masumi muncul.
Tidak hanya sekedar mengelu-elusnya Masumi ingin lebih yaitu mencium bibir kelinci. Bibir Maya Kitajima.
Sempat ragu,Masumi berfikir sebentar...untuk menuruti keinginanan konyolnya atau tidak.
Lalu Masumi memutuskan mendekatkan wajahnya pelan-pelan ke wajah kelinci bermaksut bisa mengecup bibir Maya
Tiba-tiba
Maya bergerak dan setengah membuka mata
“Pak Masumi...”
Masumi yang terkejut karena tinggal 5cm lagi ia dapat mencium Maya. Sontak menarik wajahnya mundur
“Kau sudah bangun mungil?” Buru-buru Masumi menutupi tindakkannya yang mencurigakan.
“Iya...hoaaammmm” Maya mengulet tanpa rasa curiga
“Tidak ada yang terjadi apa-apa kan Pak Masumi diantara kita semalam?”
Masumi mengangguk salah tingkah
“Karena aku percaya Anda adalah pria terhormat”
“Iya Maya..Tidak mungkin juga aku mencium mu!” Masumi menyahut diikuti tawa Maya yang terbahak-bahak
Maya berkata “Hanya laki-laki tidak normal yang ingin menyentuh seekor kelinci pak Masumi.Apalagi ingin menciumnya..HAHAHAHHA...Anda membuat perutku sakit Pak Masumi” seru Maya kemudian bergegas kekamar mandi
Masumi terpaku di ranjangnya
JADI AKU INI PRIA TIDAK NORMAL????
Kamis, 13 September 2012
KELINCI VS KELABANG PART 2
Mentari pagi bersinar menyinari halaman kediaman Hayami, Embun pagi menetes didaun.Udara terasa segar. Kolam bersuhu dingin namun matahari sedikit demi sedikit memberi ikan-ikan koi kehangatan. Mereka berenang kesana-kemari. Para pelayan Hayamipun bersiap-siap menjalankan aktivitas.
Cahaya masuk ke jendela kamar Masumi. Memantul ketubuh seekor kelinci. Tubuh Maya Kitajima. Maya membuka mata. “Hoaaaammm...” Maya mengulat. ”Ah ini bukan mimpi...ia menatap lekat-lekat kaki dan tangannya yang masih berbulu.Lalu menengok kemana gerangan Masumi hayami yah?. Matanya tertuju dipojok ruang tidur .
Masumi Hayami tidur disofa besar yang sama empuknya...”ah kasihan si empunya kasur malah mengungsi...kenapa ia tidak memindahkanku saja yah? Maya menbathin.
Maya merasa tidak enak hati. Ia menghampiriMasumi yang masih terlelap tidur. Melompati sofa tersebut. Ia melihat wajah masumi.
Ah ini wajah dingin daito.Ia seperti pemuda biasa Maya mengamati lekat-lekat. Memang rupawan siy kalo diperhatikan dengan seksama. Alangkah baiknya bila ia memang tertidur terus. Maya tertawa sendiri. Dasar manusia menyebalkan dan tukang atur. Ia menjulurkan lidah sambil mengeleng-geleng.
Aku tidak boleh terpesona dengan wajah penipunya. Huh...ia cakep jika sedang tidur saja, lebih dari itu hueeek (Maya berekpresi seolah-olah sedang muntah ).
Ingat Maya ia musuhmu. Maya mencoba mengeraskan hati. Walau sebenarnya ia tidak bisa mengalihkan pandangan wajah Masumi yang tertidur sedikitpun
Mata Masumi terbuka..”Hei Maya itukah engkau?"
Maya menjawab iya.
“ Ternyata hari sudah pagi yah...hmmm ada kau disini tidurku nyenyak..!”
“Ah anda hanya menggodaku saja...aku tidak enak hati memakai kasurmu. Aku tidak sengaja tertidur. Anda kan bisa tidur dikasur itu juga”
“Tidak Maya bagaimanapun aku adalah pria dewasa.” jawab Masumi lugas
“Walau tubuhmu seekor kelinci tetap saja kau adalah kelinci betina” canda Masumi
Maya ikut tertawa geli .
Kemudian ia bertanya ”bagaima ini pak selanjutnya? “ tanya Maya khawatir dengan perihal tubuhnya yang berubah menjadi kelinci.
“Mau tidak mau sementara ini kau harus bersamaku. Kau tidak bisa berlatih menjadi Jean dulu. Nanti aku ke pak Kuronuma untuk menjelaskannya. Aku akan mencari jawaban dan jalan keluarnya,percayalah!” ucap Masumi
Maya mengangguk. Walau cemas namun Maya merasa tenang karena ada Masumi yang mendampinginya. Ia jadi tidak takut dan mempercayainya 100 persen. Walau Masumi adalah musuh bebuyutannya.
“ Kau ingin mandi lagi Maya.?” Masumi menawarkan
“Tidak saya rasa cukup mandi 1 kali ditubuh seekor kelinci “ jawab Maya “Aku akan keluar untuk berjalan-jalan “lanjut Maya
“Ya, nanti tunggulah aku diruang makan,kau masih ingat letaknya kan ? ” Lalu Maya keluar dari kamar Masumi Hayami.Dan berjalan-jalan sebentar mengelilingi taman.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Pak Masumi tadi Tuan Hayami berpesan untuk menjalankan tugas nanti malam dengan sempurna” Pak Asa mengingatkan saat Masumi duduk diruang makan.
”Ayah kemana? Tanyanya berbasa-basi.
“Sudah selesai sarapan dan sekarang sedang memberi makan ikan koi “ jawab Pak Asa sambil melirik hewan yang ada di hadapan Masumi Hayami. ”Dan anda ingin sarapan dengan seekor kelinci? Tanya pak Asa kebingungan karena dihadapannya adalah sesuatu yang tidaknormal.
Maya yang bertubuh kelinci berdiri dimeja panjang milik Hayami. Masumi disebrangnya. Mewah sekali meja makan mereka sungut Maya. Lalu para pelayan menyiapkan sarapan. Kopi hangat dan roti panggang tuna mayo . Segelas jus jeruk terhidang.
Maya sudah tidak malu-malu. “Masumi Sama suapkan aku”
Masumi tertawa. “Bisa bersikap manis juga ternyata kau mungil”.
Maya menjawab “terpaksa”.
Masumi mengenakan jas coklat muda. Tangan sebelah kirinya membawa coat kesayangannya. Tangan satunya lagi membawa kelinci. Para pelayan yang berbaris menundukkan kepala saat Masumi lewat. Dan sang supir yang sedari tadi menungguinya membukakan pintu mobil. Pemandangan yang aneh bagi para pelayan. Sejak kapan anak majikannya menyukai hewan. Dirumah hanya ada peliharaan ikan koi dan yang rajin menengokpun hanya Eisuke Hayami.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Mizuki tolong kau antar langsung dokument ini ke pak Takara.Tanyakan penawaran kita tempo hari.Dan sebelum pergi kau siapkan aku laptob yang berisi koleksi film”.
Mizuki mengangguk sambil melirik kelinci yang kemarin dibawa Masumi Hayami. Sepertinya kelinci itu tidak asing. Tapi tetap saja aneh bagi seorang direktur mebawa-bawa hewan peliharaaan. Sejak kapan ia memikirkan hal yang bukan pekerjaan. Yang diotaknya selalu hitung-hitungan bisnis Daito. Masumi tidak punya hewan peliharaan sedari kecil. Mizuki tahu itu. lagipula sepenyayangnya hewan tidak ada yang berlebihan seperti ini . Masak dibawa-bawa juga ke tempat keja apa maksutnya?. ah benar-benar gila.!!! Mizuki menggerutu dengan kegilaan bosnya.
“Oh iya pak saya mengingatkan anda nanti malam mempunyai 2 tugas. Akan saya kirim laporan mengenai hal tersebut lewat email Bapak”. Mizuki menunduk lalu pergi .
Sudah ada setumpuk dokument yang harus dibaca dan ditanda tangani Masumi .Belum lagi satu persatu mengecek data laporan Mizuki dan Hijiri tempo hari. Sebelum Masumi berkonsentrasi dengan pekerjaannya ia memberi Maya labtop dan kumpulan film-film untuk mengisi kekosongan waktu. Ia tidak ingin meninggalkan Maya sendiri dirumah karena takut terjadi apa-apa. Dan tidak mungkin dengan tubuh ini ia ikut latihan akting.
“Maya aku bekerja dulu yah..kau tontonlah film-film yang kau sukai,nanti jam makan siang kita pergi ketempat latihanmu.” lalu masumi tenggelam dalam pekerjaannya.
Maya memperhatikan Masumi Hayami yang sangat sibuk dasar gila kerja. Wajahnya begitu keras saat membaca dokument. Padahal bisa saja ia menyuruh orang dan sebagai bos berleha-leha. Memang bertangan dingin Masumi Hayami itu.Kemudian Maya larut dalam film-film yang di sediakan Masumi.
Setelah memeriksa beberapa berkas,Masumi melirik jam tangannya pukul 14:00 WIB. Sudah jam makam siang.Ia melongok ke kedepan meja. Maya masih menghayati film-filmnya. Masumi berdiri dan menghampiri tempat duduk Maya kitajima.Langsung menjatuhkan dirinya di sofa empuk dan mengelus-elus kepala kelinci tersebut.Maya kaget langsung menghindar dari tangan dingin Masumi Hayami.Masumi sengaja melakukan itu karena daritadi dipanggil-panggil Maya tidak menyahut.
“Seperti biasa bila menyangkut drama film kau tidak berubah sedikitpun Maya Kitajima ” Masumi mengangkat tubuh Maya yang meronta-ronta karena betul-betul diperlakukan seenak jidat Masumi. Lalu Ia mengklik tombol Shutdown .”Kita ke Pak Kuronuma” ujarnya
Maya bertanya untuk apa pergi ketempat latihan.Sedang ia saja masih belum berubah bentuk.
**********************************************************************************
Terdengar teriakan Pak kuronama setelah itu bercampur makian-makian kasar
“Bodoh...!!!!
“Tuli...”
“Kau tidak mendengar perintahku!!!????”
Baru beberapa hari Maya sudah merindukan bentakan sutradaranya ini.Ah aku rindu berakting bathin Maya
Diruangan ada pak Kuronuma dan asistennya,juga Koji dan pemeran-pemeran lainnya.Wajah mereka frustasi.Hanya Koji yang tampak biasa saja.Koji melihat Pak Masumi.Ia menyapa dengan hormat.Lalu melihat kelinci yang di dekapnya.Maya berusaha tersenyum dan menyapa .Walau ia tahu itu percuma..Ah akupun rindu dengan stewardmu Koji..Bukannya betul-betul menjadi srigala aku malah menjadi seekor kelinci.”kelu Maya pada dirinya sendiri
“Anda membawa seekor kelinci pak Masumi?” raut wajah Koji takjub
“Pasti itu kelinci yang sangat special “ lanjut Koji
Masumi menjawab dengan sumringah “ yah sangat istimwa sekali “.Maya mendongak keatas.dapat dilihatnya wajah Masumi menahan tawa.Dasar manusia menyebalkan bathin Maya
Pak Kuronuma menghampiri,berjalan mendekati Masumi.Matanya tajam melihat hewan yang dibawa Direktur Daito.
Masumi menyapa pak Kuronuma dan berbasa-basi bertanya dengan keberadaan Maya.Pak Kuronuma berkata tidak tahu,sudah 2 hari ini dia menghilang tanpa kabar.Tapi aku percaya dengan anak itu,anak itu taakan meninggalkan akting jeannya “ucap pak Kuronuma
Kemudian Masumi mengajak Kuronuma keluar sebentar berbincang-bincang mengenai Latihan dan para aktris aktornya.
“Sejak kapan orang sepertimu memelihara hewan” tanya pak Kuronuma
Maumi tertawa,”tidak ada yang percaya sedikitpun bahwa diriku mempunyai sisi-sisi lembut.Bahkan diriku sendiri.Namun ini berbeda” Masumi membelai kepala kelinci yang dalam gendongannya.
Lagi-lagi Maya mendongak wajahnya mengisyaratkan kebencian.Tetapi Ia tidak bisa berbuat apa-apa.Akan kubalas kau nanti.Ancam Maya dalam hati
Pak Kuronuma memperhatikan dengan seksama.”Biar aku pegang kelincimu Masumi” pinta Pak kuronuma.Tanpa mendengar izin dari Masumi.Ia langsung merebut kelinci dalam gengaman Masumi.
Masumi dan Maya terperanjat kaget
“Kau tertarik dengan kelinciku?” Masumi mengernyitkan keningnya
Pak kuronuma mengangkat tinggi tubuh kelinci tanpa memperdulikan pertanyaan Masumi. Mengamati semua dengan teliti dan seksama.
"Aku mengenalnya...!!! Ini seperti mata sesorang yang kukenal..Ini mata Maya Kitajima...” seru pak Kuronuma
Masumi dan Maya bertatapan
(Apa Pak Kuronuma betul-betul mempercayai bahwa kelinci tersebut adalah Maya Kitajima????Bagaimana kencan Shiori dengan Masumi yang membawa Maya Kitajima???...Sekuel selanjutnya yah sista hehehe ^_^ )
Senin, 10 September 2012
KELINCI VS KELABANG
DAITO BUILDING
Salah satu penjaga pintu ruangan Masumi Hayami mencoba menghentikan langkah teguh anak perempuan yang lagi-lagi ingin menerobos masuk keruangan direktur. Resepsionis yang tidak mau nanti di marahi sang bos berkata memelas. “Aduh nona saya tahu kamu adalah mantan artis daito.Namun tanpa janji saya tidak bisa membiarkanmu masuk “
“Cobahlah kau telepon?” perintah gadis kecil itu tak kalah memelas. Penjaga yang sedari tadi memegangi tangannya berkata sinis “Direktur sibuk, lagian untuk apa menemui gadis pendek sepertimu?”
“Tolonglah “ rengek Maya tanpa memperdulikan ejekan penjaga. “Kau telepon saja beri kabar bahwa Maya Kitajima ingin menemuinya. Bila beliau menolak aku pasti tidak akan memaksamu lagi “.
Wanita resepsionis dihadapan maya menghela nafas. Ini jam sibuknya tuan Hayami. Beliau tidak suka bila ada interupsi dari luar. Biasanya ada nona Mizuki yang menghandle. Tapi sekarang dia sedang bertugas keluar kantor. Bila aku tidak mengikuti permintaan nona ini aku juga yang repot. Nona ini anak paling keras kepala. Bisa-bisa seharian akan merengek. Sang resepsionis berfikir dan menimbang-nimbang. Akhirnya ia berkata “Baiklah akan saya coba nona.Tapi janji yah bila tuan menolak kamu segera tinggalkan gedung ini ”
Maya tersenyum gembira dan mengangguk. Resepsionis memencet tombol panggilan ke direktur Daito.Tidak lama suara direktur menjawab dingin pertanda beliau sedang membaca dokument penting. “Ada apa?” tanyanya pendek.
“Ini pak...hmmm...ada gadis yang memaksa ingin menemui Bapak. Namanya nona Maya Kitajima?” jawab resepsionis bergetar karena takut bosnya marah
Hening. Lalu Masumi menjawab ”yah tidak apa-apa,bukakan saja pintunya”
Penjaga dan resepsionis agak terkejut.Tanpa menanyakan keperluannya apa?direktur mengizinkan gadis kecil masuk, langsung pula keruangan direktur.
“Hai mungil?” sapa Masumi tangannya sibuk memegang dokument yang sedang dibacanya tadi. Masumi berdiri didepan meja diretur . Mejanya sendiri, dibelakangnya terpampang pemandangan kota Tokyo yang indah hiruk pikuk manusia dan aktivitasnya tampak kecil. Berwarna-warni.
Wajah maya menggambarkan ekpresi marah . Ia langsung protes “Anda ingin bermain curang yah?”
Masumi tertawa,terbiasa dengan ceplas-ceplos Maya. ”Hei datang-datang malah cemberut? mari duduk tenang” . Masumi meraih pundak Maya. Sontak Maya menghindar “hiii...jangan sentuh aku”! teriaknya galak. “Langsung saja maksud kedatanganku kemari pak” lanjut Maya.
”Aku tahu “ jawab Masumi seraya menyulutkan rokoknya. ”Kau ingin menanyakan keberadaan bu Tsukikage, betul kan?” Masumi bertanya dengan tetap tenang
“Iya, masih ingat kan janji anda kepadaku. Bahwa anda akan segera mengabariku dimana keberadaan Ibu Mayuko. Tapi kali ini anda berbohong. Aku mendapat kabar dari Ayumi yang semalam rumahnya kedatangan Pak Onodera. Hanya anda yang sudah tahu daerah mana yang di tuju Bu guruku. Dan anda tidak mengabariku ” jelas Maya emosional.
Masumi menghirup rokok lalu mematikannya diasbak. “Hmmmm...aku berfikir untuk apa memberitahumu bila ternyata informasi itu masih berlanjut kepastiannya. Memang Bu Mayuko pergi menuju kampung keluarga Genzo. Tidak lama. Setelah itu mereka kembali melanjutkan tujuan akhir dari kepergian mereka”.
“Hal kecil itu tetaplah penting bagiku Pak Masumi “ Maya berbicara agak melunak . ”Sekarang anda harus mengajakku kesana sekarang juga. Sebagai balasan anda tidak menepati janji”. Nada suara maya mengancam. Matanya mendelik tajam.
Masumi melirik arloji merk Armani dilengan kanannya. Pukul 10 pm...hmmm berjalan-jalan sebentar dengan mungil. Masumi mengiyakan.Walau sibuk tak jadi persoalan asalkan bisa bersama mungil. Hitung-hitung refreshing sebentar.
”Kekampung genzo berapa jam pak?” Maya bertanya kembali
”Sekitar 2 jam ,kita pakai kereta express” jawab Masumi
Kemudian Masumi berkemas mengambil jaket jas dan kunci mobil pribadinya. Mereka bersama meninggalkan kantor daito menuju stasiun KA. Setelah 2 jam perjalanan sampailah mereka dikampung Genzo. Kemudian dilanjutkan naik bus kurang lebih 25 menit sampai. Lalu mereka menemukan alamat rumah sanak famili Genzo.
Bu guru dan Genzo sudah tidak ada dua hari yang lalu . Mereka pergi lagi. Ternyata bu Mayuko baru saja mengurus penjualan tanah yang dibelinya dahulu di kampung halaman Genzo. Biayanya untuk pengobatan jantung Bu Mayuko. Dan Maya sedikit lega karena kata bibi Genzo Bu Mayuko terlihat sehat dan Genzo menjaganya dengan sangat baik. Cukup puas dengan jawaban tersebut Maya dan Masumi berpamitan. Mereka kembali menaiki bus. Saat mereka berjalan menuju stasiun KA. Maya melihat kuil diatas bukit tidak jauh dari stasiun. Maya meminta Masumi sebentar kesana untuk berdoa meminta kesembuhan Bu gurunya. Kuil itu sangat kecil, sepi dan indah. Disampingnya banyak pohon dan daun-daun kering berserakan. Saat Maya mengambil air dan berdoa Masumi melihat simbol shio yang terukir di dinding luar kuil. Ia melihat lukisan kelinci putih. Polos dan suci.
Saat mereka kembali menuruni tangga, menuruni bukit. Menuju jalan utama stasiun . Maya masih tetap menyalah-nyalahkan Masumi. Seandainya saja bila Masumi memberi tahu kabar ini secepatnya pasti ia dapat bertemu Bu Mayuko.
Dasar tidak tahu terima kasih ejek masumi. Maya berang dan tidak kalah mengata-ngatai Masumi. Masumi membalas dalam hati semoga kau bisa seperti kelinci putih yang lucu dan menggemaskan tadi di kuil. Semakin dewasa masih tetap saja kekanakan.
Tiba-tiba bumi bergetar seperti gempa. Maya menjerit ketakutan Masumi meraih pundak Maya ingin melindunginya dan terjadi ledakan
*DUARRRRRRRRRRRR*
“Bagaimana ini pak Masumi???” Maya langsung panik dengan perubahan yang terjadi setelah ledakan yang menimpa mereka berdua. Maya melihat sekeliling. Semua pemandangan tidak berubah. Tidak ada pohon yang tumbang. Bukit itu masih utuh. Batu besar yang disanapun tidak berubah . Sama sekali tidak berubah .Yang berubah hanya sosok Masumi dihadapannya. Yah masumi semakin tinggi. Maya sadar betapa kecil dan mungil dirinya .Tapi kali ini sungguh keterlaluan. Masumi berubah menjadi raksasa.
Masumi ikut panik tidak biasanya ia terlihat pucat dan berkeringat.Ini di luar akal pemikiran dan sungguh tidak masuk akal
Maya memegang dua daun telinganya. Memanjang dan berbulu. Berdiri dengan dua kaki pendek yang berbulu lebat. Tingginya kira-kira hanya 50cm. Baju yang ia kenakan tadi teronggok dirumput. Wajahnya pucat,kumisnya dipipi kanan dan kiri bergerak naik turun. Meskipun Maya tidak bisa melihat dirinya sendiri dicermin tapi ia tahu 100 persen perubahannya menjadi seekor kelinci putih. Dan ia berteriak kencang “Arrrghhhhh...!!!!!”
“A...a..ada apa ?” Tanya masumi kebingungan dengan teriakan Maya ditubuh seekor kelinci.
Maya menutup dada dan kemaluannya.”jangan lihat tubuhku “ teriaknya galak
Masumi diam mematung. Hening. Dihadapannya hanya ada seekor kelinci pendek yang super galak (tambahnya). Masumi menghirup nafas mengembalikan fikirannya. Aku tidak boleh panik.
“Maya,kau itu tidak terlihat telanjang dihadapanku “ jawab Masumi berusaha tenang
“Tubuhmu tertutup bulu “ lanjutnya lagi.
Maya diam,”Apa yang terjadi denganku pak Masumi ?“ tanya Maya ketakutan. Masumi malah mengangkat bahunya . Ia sama tidak mengertinya dan ini diluar akal sehatnya. Akal yang paling logis.
”Sebaiknya kita pulang “ ajak Masumi. “ Karena hari akan sore”.
Maya melihat keatas langit . Matahari sudah seperapat merendah. “ Baiklah ” jawab Maya lunglai
Mizuki menatap bingung pada bosnya yang kembali kekantor pada pukul 5 sore sambil membawa seekor kelinci. Begitu pula seluruh karyawan yang akan pulang. Masumi tidak memperdulikan tatapan aneh seluruh penduduk Daito. Ia berjalan menuju ruangannya. Memanggil Mizuki untuk mengikutinya.
“Anda pergi ke tempat jual beli hewan?” tanya Mizuki penasaran.
Masumi menggeleng.
“Memungut dijalan? “ tanya Mizuki kembali sambil berfikir keras biasanya hewan yang dibuang itu kan kucing atau anjing
Tanpa menjawab pertanyaan Mizuki. Masumi bertanya “Mizuki kau tahu ini siapa? Ia mengangkat tubuh kelinci dihadapan wajah mizuki
Mizuki menggeleng keheranan “siapa? itu kelinci pak?”. Mengapa bosnya bertanya siapa gumam mizuki didalam hati.
”Coba kau dengarkan baik-baik kelinci ini “ Perintah Masumi.
Maya yang ditubuh kelinci bersuara “hai Mizuki ini aku Maya Kitajima ? kau dengarkan Mizuki?”
Mizuki masih menatap penuh keheranan...”Apa yang harus saya dengarkan Pak? suara kelinci itu?memang kelinci bisa bersuara?”. Mizuki malah balik bertanya
“Coba dengarkan dengan seksama “ perintah Masumi sekali lagi seraya mendekatkan kelinci ke telinga Mizuki.
“Hai Mizuki ini akuuuuu!!!!! ” Maya sedikit menjerit. Memohon kemengertian Mizuki yang dulu menjadi managernya
Namun percuma yang terdengar hanya kecap kecip gigi kelinci. Masumi heran mengapa Mizuki tidak paham sama sekali. Dan mengapa hanya dirinya yang mengerti bahasa Maya ditubuh kelinci itu .
”Baik..baik...aku harus berbaring untuk mendinginkan kepala ” Masumi berujar lelah
“Kau pulanglah Mizuki ” perintah Masumi menyerah. Percuma membicarakan ini dengan orang lain,bisa-bisa aku di anggap kurang waras.
Wajah Masumi terlihat kusut. Mizuki ingat wajah bosnya yang selalu dingin ini hanya terlihat berantakan bila menyangkut siy gadis kecil. Maya kitajima. Selain dari itu Mizuki tidak tahu penyebabnya. Lalu Mizuki pergi setelah membuatkan secangkir blue montain coffe untuk bosnya.
Wajah kelinci itu memelas sama putus asanya. Karena Mizuki tidak mengerti pembicaraannya.
Masumi berbaring di sofa empuk ruangannya. Berharap ini adalah mimpi. Maya melompat-lompat kesana kemari. Ternyata dengan tubuh ini aku bisa leluasa yah. Maya tersenyum, dari meja lalu melompat ke atas kursi yang berputar -ke bawah, kelemari ke brangkas..ke karpet ke sofa. Loncat kesana kemari. Merasa ringan sekali tubuhnya.
Lalu CRANGGGG Maya menyenggol cangkir kopi Masumi yang tadi dibuat Mizuki. Masumi yang sedang berfikir ikut kaget. ia menyaksikan wajah kelinci ,wajah Maya yang berekpresi konyol .
“Ternyata ditubuh manapun kau tetap saja ceroboh “ Masumi tergelak tertawa. Maya manghampiri tempat Masumi berbaring. Melompat kepangkuan Masumi
“Hei kau jangan seenaknya melompat ke diriku “ tolak Masumi kaget
Maya menjulurkan lidah ” kapan lagi aku bisa begitu berani menginjak-injak dirimu “
Masumi tertawa melihat kelucuan Maya di tubuh seekor kelinci. Lucu dan menggemaskan.
“Aku lapar pak Masumi ” Rengek Maya di pangkuan Masumi
“Oh ya..baiklah mari kita makan. Mau wortel atau kangkung?
Mata Maya melirik tajam.
******************************************************************************
Masumi berhenti ketempat Steak Homy restaurant. Semua mata pengunjung langsung memperhatikan mereka berdua. Karena melihat pemandangan aneh. Masumi duduk berhadapan dimeja bundar dan Maya diatas meja. Untuk duduk dikursi Maya tidak sampai. Sang pelayan menghidangkan daging steak dan wine dua porsi. Tetap dengan tatapan aneh kepada Masumi Hayami . Beliau memang loyal customer restaurant ini. Jadi tidak enak bila mengusir cuma karena membawa hewan.
Masumi mulai menyantap daging steak di hadapannya. Lalu Maya sedang bersusah payah memegang pisau dan garpu...jatuh lagi....jatuh lagi . Mengapa kelinci tidak berjari siy? Protesnya dalam hati. Merasa sulit Maya terpaksa hanya memegang pisau dengan kedua tangan kelincinya.
Aku potong-potong terlebih dahulu daging steak itu agar mudah. Lalu maya mengahampiri daging steak bagiannya. waah besar sekali...ucapnya takjub. Ada kentang goreng yang sangat wangi..kacang polong..dan buncis dan jamur aaahhhh sungguh menggoda.. Maya sangat tak sabar menyantap makan malamnya. Ia berusaha sekuat tenaga memotong agar ia bisa menyantapnya dengan mudah. Namun sulit sekali. Bahunya pegal. Tangannya kram memegang pisau . Lalu ia melihat Masumi yang sedang asik menikmati santapanya.
Sesekali Masumi mencuri pandang kedepan
“Huuu dasar memang manusia dingin tidak berprihewanan ” maki Maya masih berbicara sendiri.
Masumi tertawa geli walau sudah kesusah payahan itu Maya tetap saja gengsi meminta tolong. Dasar keras kepala.
Sangking kesalnya karena sulit sekali memotong kecil-kecil dan enggan minta disuapi Masumi. Maya yang sedari tadi keroncongan karena lapar dengan lahapnya memakan steak kentang polong jamur langsung di piring. Masumi menahan tawa. Semua pengunjung direstoran terpana dengan pemandangan kelinci yang omnivora. Sangat aneh.Tapi baik Masumi maupun Maya sama tidak perdulinya dengan tatapan seluruh pengunjung restaurant.
“Pak Masumi bagaimana bila kita ke Rei? Siapa tahu dia mengenali diriku “ pinta Maya saat Masumi mengendarai mobilnya. Tubuh maya terhimpit save belt. Hidung bulatnya banyak noda makanan steak tadi. Kotor sekali wajah kelinci ini. Tapi Masumi masih tidak berani membersihkannya. Ia hanya tertawa.Dan mulai merasa bahagia dengan keadaan ini
“Yah kita coba” lalu ia memutar balik kearah apartemen Maya dan Rei. Masumi menggendong Maya walau enggan namun Maya tidak punya pilihan lain.
Masumi memencet bel. Tidak lama kemudian munculah Rei. Setengah terkejut dengan sosok direktur daito
“Anda mencari Maya? Dari tadi ia tidak pulang-pulang. Mungkin sibuk mendalami peran serigalanya” jelas Rei.
“Aku tahu “ jawab Masumi “ kau tahu ini Rei? lanjutnya sembari mengangkat tubuh kelinci Maya.
Rei dengan mimik yang sama seperti Mizuki mengangguk “Iya itu kelinci,kelinci yang kotor Pak ” jawab Rei sederhana.
Maya cemberut. Lalu ia berusaha berbicara kepada Rei ”Rei ini aku, Maya ”
Rei tetap berekpresi melongo. Maya mencoba lagi. Hening. Rei tetap tidak mendengar apa-apa.
Maya tertunduk lesu . ”Wah kelinci anda lucu Pak Masumi, kelihatan sedih ” hanya itu jawaban Rei.
Masumi ikut tertunduk lesu. ”Yah sudalah terima kasih Rei..oh iya tidak usah khawatir dengan Maya. Karena ia aman dan aku tahu itu” Rei semakin bingung tapi ia percaya dengan ucapan direktur daito. Ia mengangguk
Datang malam-malam hanya ingin menunjukan kelinci ckckkckckc. Rei menggeleng-geleng dan menggaruk rambut ikalnya sambil melihat Masumi masuk kedalam mobil sedannya bersama kelinci.
Masumi memasangkan seat belt ketubuh kelinci. “Terpaksa kita pulang kerumahku dan memandikanmu “
“haah...” teriak Maya. “masak aku harus menginap di rumah anda ? Menyebalkan !” gerutunya
“Kau tidak ada pilihan lain Maya Kitagima” ujar Masumi seraya tetap mengemudi
Dalam hati Maya, ia tahu sebenarnya Masumi tidak akan tega kepadanya. Masumi bisa saja meninggalkannya atau dikandang bila itu memang betul-betul ia dingin dan tidak berperasaan.Nyatanya Masumi Hayami malah terlihat melindunginya.
Para pelayan terpana melihat Masumi pulang membawa seekor kelinci. Pa Asa langsung bertanya keheranan “ anda tidak salah membawa barang tuan Masumi? ”
“Tidak” jawab Masumi pendek
“Semua, nanti perlakukan dengan baik kelinci ini!” perintah Masumi
Semua pelayan yang berbaris menunduk dan menjawab iya sembari saling bertatapan dan berbisik-bisik. Dulu yang dibawah kerumah ini gadis kecil keras kepala. Sekarang kelinci????
Pa Asa Mengikuti Masumi menuju kamarnya
“Tuan Masumi, tadi nona Shiori menghubungi anda. Namun sulit karena anda tidak berada ditempat”
Masumi melepaskan dasinya. Menaruhnya dipinggir sofa. Mendengar acuh
“Lalu ayah anda memerintahkan saya untuk membuat jadwal besok malam anda harus mengajak nona Shiori makan malam. Tuan Hayami sudah mereservasi tempat romantis tersebut ” lanjut pak Asa
Masumi menjawab dengan wajah dingin. “Yah,katakan itu pada ayah bahawa aku akan menuruti perintahnya”
Pak Asa menutup pintu kamar . Masumi menggendong Maya masuk kedalam kamar mandi. Maya takjub wahhh sungguh besar sekali ruangan kamar mandinya dibandingkan kamar apartemenku
Masumi menyalakan bathup dengan air hangat. Mengambil sikat dan sampho. “Hei tumben kau tidak cerewet?” goda Masumi. Sambil perlahan-lahan membersihkan tangan Maya. Membasuh dagu lalu kaki.
“Yah akukan tidak punya pilihan lain selain menurutimu pak Masumi” jawab Maya pasrah
“Menurutiku? Oh ya?..bagaimana kalau kita mandi bersama?” pinta Masumi dengan mimik menyebalkan. Maya langsung meloncat menjauhi Masumi.
“Hei jangan loncat kesana kemari!!!!” Masumi berteriak. Bajunya nyaris basah karena ulah Maya.
“Anda menggodaku siy..aku kan tidak mau melihat tubuh telanjangmu Hayami san!” protes Maya tetap loncat kesana-kemari.
“Hahaha aku bercanda mungil”. Tapi Maya terus meloncat-loncat menggoda Masumi untuk bisa menagkapnya.Dan haappp Masumi berhasil mendekap erat tubuh kelinci mungil Maya. Dengan posisi memeluk Maya yang bertubuh sangat sangat mungil . Jantung Maya berdebar.Ia dapat menghirup aroma tubuh Masumi. Parfum dan keringatnya telah bercampur menghasilkan sensasi menenangkan bagi Maya. Aku baru tahu aroma Masumi Sama .
Setelah bersih dan wangi Masumi mengelap lembut Maya dengan handuk . “Sayang aku tidak punya pengering rambut Maya..”
Maya menjawab “Iya tak apa-apa sambil diangin-anginkan nanti juga kering pak Masumi.”
“Kau tunggulah di ruang kamarku. Atau gantian ingin memandikanku?” Masumi kembali menggoda
Maya menjulurkan lidahnya.Kemudian meloncat kesana kemari selagi Masumi mandi. Maya memperhatikan ruangan kamar Masumi waah besar sekali..ranjangnya juga besar..Maya melompat-lompat dikasur itu. Empuk sekali
Karena terlalu lelah dengan tubuh seekor kelinci Maya merasa mengantuk dan tertidur dikasur Masumi.
”Maya kau mau..?” Masumi tidak lagi melanjutkan pertanyaanya.ia tersenyum melihat tubuh mungil Maya meringkuk layaknya kelinci kecil .Tidak berdaya dan sebatang kara.Ia masih tidak menyangkah wanita yang dicintainya melihat kamar dan kini tidur di kasurnya. Hmmm...kau sungguh membuatku hidup Maya. Masumi membelai wajah kelinci yang berbulu,menarik selimut dan dengan perlahan mengecup pipi kelinci itu “Selamat malam my heart “. Lalu Masumi mematikan lampu.
Bersambung *Masih nyicil sista :) *
Jumat, 10 Agustus 2012
CINTA DI PULAU IZU 2
Maya berlari riang gembira hanya ada ia dan masumi di pantai. Rasanya seperti dunia milikku saja gumamnya dalam hati.Aku bahagia sangat bahagia...
“Pak Masumi kau memperlihatkanku hal-hal yang sangat indah..” Maya mengatakan hal itu dengan wajah berbinar-binar. Ia baru saja menyaksikan tempat kepiting dan mereka sungguh lucu karena mereka baru saja menetas.
Masumi memandang Maya”..oh ya kau senang Maya?..apa kau bahagia berada disampingku saat ini..?”tanya Masumi dengan wajahnya yang sendu.
Masumi memandang Maya”..oh ya kau senang Maya?..apa kau bahagia berada disampingku saat ini..?”tanya Masumi dengan wajahnya yang sendu.
“Tentu saja..”sahut Maya sambil memeluk pinggang Masumi.
“Aah..... ternyata kau tinggi sekali,sekalipun aku berjinjit tetap saja terlihat pendek.!”Maya melontarkan kalimat protes mengapa tubuh kekasihnya sangat tinggi.
Masumi tersenyum..”itu tidak jadi persoalan sayangku.”rangkul Masumi ”malah kau begitu lucu..”
Masumi tersenyum..”itu tidak jadi persoalan sayangku.”rangkul Masumi ”malah kau begitu lucu..”
“Haah lucu???... Pak masumi aku kan sudah dewasa..ingat donggg...aku ini kekasihmu!!!. K-e-ke-k-a-ka-sih” eja Maya mempertegas kata-kata kekasih.
“Kau bukan kekasih tapi belahan jiwaku..”hupp Masumi menggendong Maya layaknya pengantin baru “rasany ikatan kuat menggendongmu sudah menjadi takdirku”.
“Memang kau ingat saat-saat menggendongku pak Masumi?” tanya maya penasaran.
”Ingatanku sangat kuat Maya..apalagi bila menyangkut denganmu..”jawab Masumi lugas.
”Ceritakan.!”pinta Maya.
"Baik, sambil kita pulang yah ”.Maya mengangguk.
”Ceritakan.!”pinta Maya.
"Baik, sambil kita pulang yah ”.Maya mengangguk.
Masumi jalan perlahan “pertama aku menggendongmu, saat aku mengunjungi teater saat itu kau diserang oleh anjing dan kau terluka bukan?..aku menggendongmu seperti ini ingat..?” .
Maya mengangguk ”Yah aku ingat kita baru kenal waktu itu dan kau menanyakan namaku. Aku ingat karena kau begitu baik mengizinkanku melihat latihan drama dari dalam” ungkap Maya
“Lalu apa lagi...” tanya Maya
“Hmm...??” Masumi melanjutkan..
“Hmm...??” Masumi melanjutkan..
“kau ingat sewaktu kau berhujan-hujanan kau duduk di taman lalu aku datang dan kau berteriak mengusirku,kau pingsan aku menggendongmu ke rumahku..?”
“Aku kan sedang pingsan pak..yah tidak ingatlah,tapi yang aku ingat kau menggendongku dengan paksa saat aku kabur dan kau mengurungku di lantai dua.kau seperti penculik pada waktu itu dan sangat menyebalkan..”cibir maya. Masumi tersenyum,“ dan maaf Maya sewaktu kau pingsan aku menciummu tapi hanya untuk memberi obat,karena kau sakit” Masumi menampakkan mimik menyesal .
Maya merona “aaah anda curang!!!!...”pekiknya menutupi rasa malu
“Kau juga curang sewaktu aku pingsan diserang preman kau juga menciumku kan.?.” Masumi membela diri . Sontak wajah Maya bersemu merah,”itu ciuman pertamaku....” ungkapnya malu-malu
”Aku juga” jawab Masumi “jadi kita seri, eh tidak juga siy..karena saat dilembah plum aku mencuri bibirmu sewaktu kau tertidur dipangkuanku.” aku masumi dengan senyum kemenangan .Maya merengut..”huh kau memang curang...!!!”
Tidak lama wajah Masumi berubah mengeras,” aku menggendongmu saat..??Masumi terdiam. Wajahnya menampakan kesedihan. Maya tersentak menyadari kekasihnya berubah. ”aku siap mendengar apapun pak Masumi sekalipun itu kepedihan,ceritakanlah?” pinta Maya.
Masumi melanjutkan “sewaktu kau hilang Maya..aku menemukanmu di perahu karena kau telah di beri obat tidur dosis tinggi oleh berandal-berandal itu..aku sungguh bersalah aku sungguh khawatir dengan dirimu..hatiku sangat perih, itulah kesalahan terbesarku,dan sebesar apapun aku mencintaimu..kau pasti tak akan pernah memaafkanku” sesal Masumi.
Lambat laun dia harus menjelaskan pada Maya.Dosa masa lalu yang ia perbuat kepada Maya.
Maya melihat penyesalan di mata Masumi..ia sadar jauh sebelum kejadian itu Masumi telah menjadi pelindungnya. Dan bila Masumi benar-benar sosok antagonis mengapa ia mati-matian mencariku,menjadi mawar ungu..walau ia merasa sakit hati tapi di lubuk hati terdalam ia sadar masumipun merasa bersalah padanya.Dan penyiksaan itu sudah cukup menghukumnya. Maya membelai wajah kekasihnya,mempertegas bahwa sekarang Maya sudah memaafkan dan melupakan kesalahan Masumi.
Masumi melanjutkan “sewaktu kau hilang Maya..aku menemukanmu di perahu karena kau telah di beri obat tidur dosis tinggi oleh berandal-berandal itu..aku sungguh bersalah aku sungguh khawatir dengan dirimu..hatiku sangat perih, itulah kesalahan terbesarku,dan sebesar apapun aku mencintaimu..kau pasti tak akan pernah memaafkanku” sesal Masumi.
Lambat laun dia harus menjelaskan pada Maya.Dosa masa lalu yang ia perbuat kepada Maya.
Maya melihat penyesalan di mata Masumi..ia sadar jauh sebelum kejadian itu Masumi telah menjadi pelindungnya. Dan bila Masumi benar-benar sosok antagonis mengapa ia mati-matian mencariku,menjadi mawar ungu..walau ia merasa sakit hati tapi di lubuk hati terdalam ia sadar masumipun merasa bersalah padanya.Dan penyiksaan itu sudah cukup menghukumnya. Maya membelai wajah kekasihnya,mempertegas bahwa sekarang Maya sudah memaafkan dan melupakan kesalahan Masumi.
”Lalu apa lagi?” tanya Maya mengalihkan perasaan sedih Masumi
Maya langsung berseru “Ah aku tambahkan kau menggendongku dengan paksa karena ingin berperahu denganku” sergah Maya.
Hahaha Masumi tertawa karena pada waktu itu berhasil menjebak Maya..”. ternyata bila disadari kita telah banyak mengalami kejadian berdua yah Maya..dan ikatan kita sudah tercipta,bersukur kita bisa mengungkapkannya...sebelum semua terlambat..” bisik Masumi kemudian menurunkannya.
”Kita masuk “ Masumi menggandeng tangan Maya, menuntunya ke balkon..”kita nikmati senja disini” .Masumi mengajak Maya berdiri disampingnya.
Pemandangan pada sore itu sungguh indah.Matahari hampir tenggelam. Maya dapat merasakan suara deburan ombak,suara angin pantai. Semilir,sejuk..harmonisasi alam yang terpadu dengan sangat baik. Ia melihat langit berwarna jingga dan yang paling membuatnya bahagia karena masumi berada di sampingnya. Mawar ungungnya,orang yang ia idam-idamkan selama ini .orang yang berhati tulus ,kepura-puraannya hanya topeng. Aku tidak rela bila kau menjadi milik orang lain pak Masumi..karena engkau belahan jiwaku..nyawaku yang satu lagi...
“Maya aku telah membatalkan pertunanganku” Masumi membuka pembicaraan mengenai Shiori. Maya wajib mendapatkan penjelasan ini.”aku pastikan bahwa aku serius menjalin hubungan dengamu .”
Maya merona..”.aku tidak meragukan cintamu sedikitpun pak Masumi..karena aku percaya kaulah kebahagiaanku”.
“Aku akan selalu berada disisimu..disini, dihatimu” Maya membelai dada Masumi..aku akan menjadi wanita yg dewasa pak..demi kau..mungkin sekarang aku masih kekanak-kanakkan tapi tetap tunggulah aku” pinta Maya
“Tentu Maya “ Masumi memeluk tubuh mungil Maya.”Dan aku akan melindungimu dari siapapun yang menyakitimu.walau nyawa yang aku korbankan....”
Maya sedikit berkaca-kaca, Maya tahu inilah sosok Masumi sesungguhnya , si mawar ungu..sosok yg mencintainya..sosok yang kesepian dari siapapun.
”Aku akan selalu menggenggam tanganmu Maya,kau hidupku,kau jalan yang akan kulalui baik suka dan duka...”ungkap Masumi sambil menggenggam tangan Maya erat
”Aku akan selalu menggenggam tanganmu Maya,kau hidupku,kau jalan yang akan kulalui baik suka dan duka...”ungkap Masumi sambil menggenggam tangan Maya erat
“Hah kau seperti sedang melamarku pak Masumi..!”teriak Maya sedikit bercanda...Masumi tertawa karena hanyut oleh perasaanya sendiri,hingga pernyataanya seperti ijab kabul.
”Itu artinya kau dan aku akan berlabuh bersama.”Masumi menjelaskan
”Itu artinya kau dan aku akan berlabuh bersama.”Masumi menjelaskan
“Ya..yah pasti pak..aku dan kau tercipta untuk melalui ini. Aku ada karena kau di sini. Dihatiku selamanya ” Maya tak kalah romantis
“Kau mandilah..aku akan menyiapkan makan malam.aku memesan burger dan kentang kesukaanmu...”
“Mengapa kau tau kesukaanku?” tanya Maya terkejut
“Tentu karena aku kekasihmu...” ucapnya sambil mengecup pipi Maya , lalu Masumi menunjukan arah kamar mandi.
Apa aku memakai baju ini terlihat dewasa...Maya besonggek songgek , mematut-matut di cermin. Dilihat bayangannya di balik cermin yang besar itu. Sosoknya memakai blus berwarna salem ,berleher v. Belahan dadanya agak terlihat yah akukan sudah bukan anak-anak lagi. Maya memastikan dirinya..apa pak Masumi akan menyukainya...oh aku harus menggulung rambutku agar terlihat dewasa...yah seperti ini kukenakan jepitan ini dirambut agar etrlihat indah.ih ini terlihat seperti bukan aku...maya geli sendiri dengan perubahan dirinya.Yah ini langkah pertama menuju kedewasaan.
Maya menaiki tangga menuju balkon.Hari ternyata sudah gelap.”oh” pekiknya Maya melihat di balkon susunan lilin dan bunga mawar ungu. Meja dinner dengan taplak merah muda ah ini seperti candle light dinner .Maya tidak menyangkah dengan kejutan ini. Tapi isi meja itu burger dan kentang maya tertawa geli. Masumi ternyata menyimpan sisi romantisnya juga
“Halo nona Kitajima..” Maya tergelonjak kaget. Masumi membawa buket bunga..MAWAR UNGU..
Pak Masumi...Maya terperangah terpesona dengan Masumi yang mengenakan kemeja coklat lembut..sangat fresh dan rupawan.Terlihat jantan,berwibawa dan tangguh...
”Ini untukmu” Masumi memberi buket bunga mawar ungu yang sangat indah”...sudah saatnya aku mengakui semua ini..” ungkap Masumi lembut . Maya sedikit menangis..walau ia sudah tahu siapa si mawar ungu namun tetap saja mengharukan.Tidak ada yang disembunyikan sedikitpun.
Pak Masumi...Maya terperangah terpesona dengan Masumi yang mengenakan kemeja coklat lembut..sangat fresh dan rupawan.Terlihat jantan,berwibawa dan tangguh...
”Ini untukmu” Masumi memberi buket bunga mawar ungu yang sangat indah”...sudah saatnya aku mengakui semua ini..” ungkap Masumi lembut . Maya sedikit menangis..walau ia sudah tahu siapa si mawar ungu namun tetap saja mengharukan.Tidak ada yang disembunyikan sedikitpun.
Aku tahu..pak Masumi..mawar unguku..dan aku sungguh beruntung mendapat kasih sayangmu ” Maya langsung memeluk tubuh Masumi baunya harum khas parfum Masumi.
”Kau sudah tahu?” tanya Masumi terkejut “Dari mana dan bagaimana?”tanyanya lagi.
Maya mengedip “Aku punya mata-mata,memang kau saja yang jago berintel ria”...
Masumi tertawa karena tidak menyangkah ”tapi sudahlah hal itu sudah tidak perlu kita perdebatkan lagi,kalau kau pintar itu artinya kau cocok menjadi pendampingku”..Masumi ikut mengedipkan matanya sebelah. “pak masumi...” rajuk Maya...aku kan dari dulu pintar elaknya.".hanya buta oleh keadaan". Lalu mereka tertawa bersama.....
Kamis, 09 Agustus 2012
CINTA DI PULAU IZU 1
PUKUL 07:00 pm
Hijiri pantau terus ayahku
Masumi mengirim pesan send melalui e-mail
Tidak lama Hijiri membalas -baik pak-.
Masumi menutup labtobnya berjalan menuju beranda hotel kamarnya.Meminum segelas kopi,sedikit mengunyah sandwichnya, sarapan dari hotel.Setelah selesai Masumi meraih handphonenya
“Mayaaa... ada telephone untukmu!!!!”teriak bibi pemilik apartemen
Maya buru-buru menuruni tangga sambil bertanya siapa gerangan yang menelephonenya sepagi ini.
”Yaah dengan Maya disini” Maya menyandarkan gagang telephone itu
“Selamat pagi nona?”sahut suara Masumi
“Aaahhh kau ternyata...selamat pagi pak Masumi..”jawab maya bergembira
“Hei kau kan bisa menghubungiku lewat hp ku?tanya maya
“Hanya untuk sementara Maya..”Masumi menjelaskan singkat
Yah Maya paham...”baiklah aku mengerti....hei kau sudah sarapan?”tanya Maya kembali
“Sudah,kau?
“Belum...aku terlalu bahagia hingga belum lapar”jawab Maya tertawa
“Bahagia karena apa Maya?”suara Masumi merdu
“Hhm... bahagia karena kau semalam menciumku “jawab Maya polos setengah berbisik
Masumi tertawa kecil...”kau harus sarapan nona..hanya dengan ciumanku nutrisimu tak tercukupi, ingat itu”..Maya ikut tertawa
“Aku memberitahumu agar nanti siang kau jangan kemana-mana,setelah urusanku selesai aku akan menjemputmu.Bawalah 1 atau 2 baju ganti.kita akan ke Izu ”perintah Masumi
Maya terkejut dengan kabar ini..”Pak Masumi apa kau tak sibuk?”
“Aku dalam massa cuti Maya,kaupun libur latihankan...?sebaiknya memang kau harus refreshing ,bersamaku tentunya”
Wajah Maya bersemu”baiklah aku akan izin kepada Rei...upss apa aku harus mengatakan padany..bahwa aku akan menginap bersamamu?” tiba-tiba Maya bersuara panik
“Mungkin ya atau tidak..biar aku yang meminta izinnya.Nanti ku jemput kau Maya..tunggu saja di apartemen.”jawab Masumi tenang
Maya menutup gagang telphonenya.Seperti biasa kau sangat tenang menyikapi masalah pak masumi.haa aku harus berkemas2.
Maya mengoprak-oprek lemarinya...aduh aku harus mengenakan baju apa yah???? di obrak-abrik lagi bajunya...masa aku harus mengenakan baju begini...Maya bolak-balik memadu-padankan atasan dan bawahan...mengapa bajuku begini semua siy????...Maya frustasi melihat baju yang akan di pakainya nanti kencan bersama Masumi...mengapa aku seperti ini yah?tanya Maya pada dirinya sendiri,perasaan yang begitu bergejolak...aku begitu deg-degan...aku tahu bahagia adalah bisa dekat denganmu pak Masumi...ini adalah hal yang penting setelah akting..aku seperti menjadi wanita sesungguhnya. Maya tersenyum di cermin kamarnya
“Sedang apa kau?’Rei seperti biasa mengagetkan lamunan Maya yang dilihatnya tersenyum aneh
“ah Rei kau sudah bangun...?”oh aku belum membuat sarapan ” teriak Maya
“Tenanglah..ini hari sabtu ,aku dapat jaga malam ,jadi kau tak perlu repot”
“Loh mengapa kau membongkar lemari baju Maya?tanya Rei menunjuk tumpukan baju yang di acak-acak Maya tadi
“Hehehehe” Maya tertawa malu.
Rei menatap penuh selidik,mengapa ia sedikit berubah.seminggu ini terpancar rona kebahagiaan,dan ia agak sedikit dewasa...apa ia dan Koji sudah berpacaran? Rei menerka-nerka
“Rei apakah baju ini terlihat kekanak-kanakan”tanya Maya memperlihatkan baju lengan pendek berenda berwarna salem.dan Maya memadukannya dengan rok jins kesayangannya
Rei menggeleng....”hmmm kalau yang ini Rei “ tunjuk Maya pada baju berwarna terusan biru muda tanpa lengan berkancing besar pada sisi pinggangnya.
Rei kembali menggeleng...”aaah..berikan aku pendapat rei?” sahut maya tidak sabaran
“Aku?memang itu bajumu?dan mengapa kau tanya kekanakkan atau tidak?memang itu gayamu kan maya..siapapun pasti menggeleng bila kau tanya sedemikian rupa.”rei menerangkan jawabannya
“lagian ada apa gerangan kau menanyakan gaya busanamu” tanya rei curiga
Maya merona..tidak mungkin sekarang aku ceritakan ini pada rei bahwa aku ingin tampak dewasa dan cantik di hadapan pak masumi...tidak sekarang tegas maya pada dirinya sendiri
“tidak apa-apa rei”jawabnya singkat
KEDIAMAN TAKAMIYA
“Bagaimana dengan keadaan shiori sekarang” tanya masumi kepada bibi pengasuh shiori
Sambil berjalan sang bibi mnejelaskan “semenjak anda menyadarkannya tempo hari nona shiori perlahan-lahan dapat bangkit pak masumi”..jawab bibi “anda dapat melihat perubahannya,akan saya antar anda ke kebun bunga kesayangan nona,tuan besarpun sepertinya paham bahwa selama ini ia terlalu melindungi nona shiori hingga nona menjadi rapuh.Dan saya rasa seharusnya beliau harus berterima kasih pada anda.”
Masumi melihat shiori yang sedang menyiangi bunga-bunga anggreknya.shiori sudah agak sehat tampaknya.Shiori melihat masumi lalu tersenyum ramah,masumi membalas
“Aku ingin menemui pak takamiya”
“Baik “jawab bibi
**********************************************************************
PUKUL 11:30 PM
Maya ada yang mencarimu “teriak bibi pemilik apartemen
“Iyaaa..aku akan kebawah”teriak maya tidak kalah kencang
Bruk..bruk..brukk..maya menuruni tangga dan di lihatnya di depan pintu “pak masumi...kau sudah datang?..maya melihat penampilan masumi tidak berdasi hanya mengenakan kemeja biru dan kancingnya terbuka 2 kancing.jadi tidak terlalu formal.tapi terlihat mempesona...
Masumi tersenyum...sebentar aku akan mengambil tasku.maya berbalik keatas.Rei ikut turun,”kau akan kemana?”tanya rei
Dan rei sedikit terkejut dengan keberadaan sosok masumi direktur daito.
Masumi menyapa rei..”selamat siang rei?”
Siang jawab rei agak bingung...”aku akan meminjam temanmu selama 2 hari,kau tenang saja akan aku kembalikan ia dalam keadaan utuh dan baik-baik saja”lanjut masumi
Rei agak melongo”..haah meminjam dua hari?apa artinya??”
Rei berbalik menatap maya ,sorot mata rei sangat tajam seolah-olah ingin mengatakan mayaaa sepertinya kau menyembunyikan sesuatu dariku???
Maya yang paham dengan sifat rei hanya tersenyum malu...
Ia sungguh tak paham maya dan masumi pergi bersama selama dua hari?untuk kepentingan apa?dan mereka kan membenci satu sama lain lalu bagaimana dengan tunangan masumi?seribu pertanyaan tercipta dikepala rei
“tenanglah rei ini hanya urusan pribadi,dan tidak ada hubungannya dengan pargelaran...”jelas masumi seakan paham dengan reaksi bingung rei.
“Oh...saya siy terserah maya...hati-hati dan jagalah baik-baik”
Maya dan masumi tersenyum
Rei sudah biasa menyerahkan maya kepada masumi.Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.
“Mari maya..masumi mengulur tangannya meraih tas bawaan maya..maya sedikit terkejut dengan perhatian masumi.Dan lagi ini kan masih dilihat rei..mereka menuju mobil masumi.Masumi membukakan pintu untuk maya.Sebelum masuk mobil maya melambaikan tangan pada rei yang masih berdiri keheranan didepan apartemen.
Rei balas melambai,dan melihat mobil masumi melaju makin menjauh membawa maya.”ada hal yang aneh dari keduanya?’dan mengapa masumi menunjukan perhatiannya pada maya?ckckkc..rei menggeleng-geleng, berlalu memasuki kamarnya.lebih baik aku tidur dan menodongnya nanti setelah ia pulang bathin rei.
DI MOBIL
Masumi dengan wajah berbinar menyetir mobilnya ,tidak lambat tidak cepat,sangat menikmati perjalanan ini.karena ia bersama maya..seseorang yang selalu membuatnya lupa akan semua urusan pekerjaan,urusan yang membuatnya bekerja keras.
“Berapa jam kita ke izu ?”tanya maya ingin tahu
“Hanya beberapa jam maya,mengapa kau lelah?”
“Tentu tidak..”.maya menggeleng .masumi memandangnya perlahan,,,sangat tidak disangkah maya mau berlibur dengannya..mau duduk diam disampingnya setelah 7 tahun akhirnya ia menjadi jinak fikir masumi ,ia tertawa dengan segala pertengkarannya selama ini???..hal yang sama yang ada difikiran maya.aah aku sampai detik ini tidak percaya bahwa sosok ini yang mengidolakanku.
“Kita akan menepi untuk makan siang maya”.tidak lama setelah itu masumi mengajak ke restaurant.setelah makan siang mereka melanjutkan perjalanan kembali
Mobil masumi menanjak,lama-lama jalan terlihat sempit...lalu maya melihat villa yang menjulang tinggi bangunan dua lantai...gaya bangunannya mengingatkan villa di nagoya..masumi memasukan mobilnya ke garasi.mengandeng maya dan menuntunnya ke villa.begitu sepi,,,begitu tenang..masumi membuka pintu.
“biasany ada penjaga villa yang melayani kebutuhanku”masumi membuka obrolan namun untuk kedatangan kali ini biar kau yang mengurusku “masumi sedikit menggoda maya
Wajah maya makin merah,dari tadi ia menahan jantungnya yang terus berdegub,berdesir,dan bergejolak.
“dan sekarang kita berdua disini...selamat datang “sambut masumi sambil membuka tirai jendela yang memperlihatkan pemandangan laut yang begitu indah.maya berlari menuju masumi memeluknya erat,gejolak yang dari tadi di tahannya.gejolak wanita kepada lawan jenisnya...masumi membelai wajah maya..masih mengaggap ini mimpi...masumi mencium maya.Maya membalasnya tanpa malu..kini dihadapannya adalah kekasihnya..kekasih yang lama ia nantikan...kekasih yang mempunyai ikatan kuat lebih dari siapapun..
“Sudah nanti kita lanjutkan lagi yah..”masumi menghentikan ciuman maya..maya tersenyum malu karena tindakannya terlihat konyol...
”aku akan membuatkanmu minuman.setelah istirahat sebentar nanti kita jalan-jalan ke pantai,dan akan aku perlihatkan kau kepiting-kepiting kecil..juga ombak yang indah”masumi berkata sambil membelai rambut maya
Selagi masumi membuatkannya minuman maya berkeliling ruangan.ia ingin tahu sosok masumi di luar pekerjaannya....semuanya rapih...dan semuanya sungguh serius..buku-bukunya juga banyak (banyak yang tidak kumengerti.: )) mengapa ruangan villa ini begitu sepi...apa yang ia lakukan selama ini disini yah?apakah nona shiori pernah mengunjunginya disini?tanya maya penasaran....
“maya..”.panggil masumi lembut “kemarilah”
Maya menghampiri masumi,ia mulai terbiasa dengan sosok masumi yang penuh kasih.sesungguhnya telah lama ia merasakan pandangan masumi yang kesepian dan menatapnya kosong..atau memandangnya dengan penuh perasaan.
"Kita bermain ke pantai.".ajak masumi.
Langganan:
Komentar (Atom)






