“Pak Anda sudah ditunggu Nona Shiori di loby depan” ucap Mizuki.Masumi membereskan berkas-berkas yang telah ia tanda tangani dan sebagian lain ia simpan di laci dokument bawah mejanya.
Sambil mengendurkan dasi Masumi bergegas
“Apa Anda akan membawa kelinci kesayangan Anda itu ?” tanya Mizuki
Masumi langsung teringat Maya .Sedari tadi tidak ada suaranya.Ternyata Maya tertidur di sofa
Masumi menghampirinya kasihan Maya menemaniku bekerja lelah sendiri. Masumi membelai kelincinya tanpa memperdulikan tatapan aneh Mizuki
“Anda bisa menitipkan kelinci itu padaku!” Mizuki menawarkan dirinya
“Tenang saja tidak masuk hitungan lembur kok”
Masumi berfikir keras meninggalkan Maya???
“Terimah kasih atas kebaikanmu Mizuki,tapi aku akan membawanya kemanapun “
“Sejak kapan Anda menjadi penyayang hewan Pak???’ tanya Mizuki penasaran
“Sejak dia berubah” tunjuk Masumi
“Dia??? “ Mizuki mengerutkan keningnya
“Yah “ Jawab Masumi sambil berlalu
Mizuki keheranan.Semakin bertanya semakin aneh jawaban bosnya.
********************************************************************************
Shiori bingung melihat Masumi datang menghampirinya sambil membawa Maya eh seekor kelinci.Ia diam terpaku di loby Daito
“Masumi sama?” tanyanya memastikan bahwa ini memang betul teman kencannya Masumi Hayami direktur Daito
Masumi dengan mimik dingin berkata“Kasihan kelinci ini bila kutinggal,kau tak keberatan bukan bila kita berkencan sambil membawa dia?” Masumi mendekap erat kelinci yang tertidur pulas
Shiori agak terkejut walau dibuat heran ia mengaguk.
“Sepengetahuanku kau terkenal dingin bekerja tanpa perasaan,bekerja tanpa ampun .Tapi buktinya kau membawa seekor kelinci.Manis sekali “puji Shiori tersenyum sangat anggun
“Terima kasih Shiori”
Mereka masuk kedalam mobil. Supir pribadi keluarga Hayami bertanya tujuan majikannya.
”Kita ke restauran Venus Venue !”
“Disana nanti ada mini konser klasikal piano oleh artis pendatang baru. Kau pasti suka Shiori”
Wajah Shiori bersemu merah, menunduk dan berbunga-bunga.
Padahal Masumi mengajaknya untuk melaksanakan tugas menganalisa artis pendatang baru ini yang akan segera dikontrak Daito.
Merangkap perjodohan dengan Shiori. Dua tugas dari ayahnya langsung.
Sewaktu dalam perjalanan Maya terbangun dari pangkuan Masumi dan mengajukan pertanyaan “Kita akan kemana Pak Masumi ??”
“Kita akan makan” Jawab Masumi
Shiori menengok menatap Masumi
“ iya Masumi aku sudah mendengarnya tadi” lalu tertawa malu-malu
Masumi lupa bahwa hanya ia yang mendengar ucapan Maya dan ia lupa pula dengan keberadaan Shiori (memang gak penting juga siy_penulis RED )
“ Aku mengulang agar kau tidak lupa”Masumi mengelak
Maya melihat Shiori yang duduk di sebelah Masumi
Ah dia kan gadis yang sedang ramai dibicarakan dekat dengan Pak Masumi...lalu Maya Bergantian memandang Masumi.
Apa betul ini wanita yang akan dijodohkan? Anggun sekali.
Berbeda denganku?.
Dan Pak Masumi wajahnya teramat bahagia,tidak biasanya dia begitu?
Apa Pak Masumi mencintai wanita ini?.Maya bertanya pada dirinya sendiri
Perasaan Maya sedikit berantakan.Tiba-tiba ia gelisah dan mual
Sedikit gusar
Mengapa aku harus ikut mereka berkencan sih!!!!!
Sesampainya di parkiran Restaurant Venus Venue.Sang Supir membukakan pintu mobil untuk Tuannya.
Shiori yang terlebih dahulu keluar. Saat Masumi akan keluar dari mobil.Maya malah meloncat kedalam mobil kembali
“Heiiii!!!...” seru Masumi terkejut sambil berbalik dan mengulurkan tangannya
Maya diam dipojokkan jok mobil Masumi. “aku disini saja,aku tidak mau ikut,Anda pergi saja .Jangan khawatir aku akan menunggu didalam mobil!!! “
“Kau harus ikut mungil.Kau belum makan malam” bujuk Masumi dengan suara mendayu
Shiori dan Pak supir saling pandang melihat keanehan Masumi Hayami yang seolah-olah berbincang dengan manusia.
Maya tetap tidak bergeming.
“Dasar keras kepala!!!..”
Hupppp dengan mudah Masumi meraih tubuh mungil Maya Kitajima.Dan mengenggamnya erat ketubuhnya sendiri
Maya memberontak dengat sekuat tenaga kelinci
“Turunkan akuuuu!!!!....Anda menyebalkan!!!!!..Tukang Paksa!!!...Egois!!!
“Menjijikkan..Kecoa..kelabang!!!Arggghhhh!!!”
Rentetan kemarahan Maya memuncak.Bersumpah serapah seperti biasa bila bertengkar dengan Masumi Hayami.Ia terus meronta-ronta dalam pelukan Masumi
“Tuan Hayami,sepertinya kelinci itu mengamuk “tunjuk pak supir
“Hahhahahaha...”Masumi malah tertawa dan berjalan kearah pintu masuk Restaurant Venus Venue.
Shiori yang mengikuti dari belakang bertanya khawatir “Tidak apa-apa Masumi?”
“Tentu,Aku sudah terlatih bertahun-tahun” Jawab Masumi tertawa renyah
***************************************************************************
Kepala pelayan menghampiri tamu specialnya.Lalu menunjukan tempat duduk yang sudah direservasi Tuan Hayami
”10 menit lagi pembukaan konser mini dimulai Tuan “ sapanya ramah
“Yah..buatkan aku menu terbaik hari ini! Dan untuk 3 orang!” Tambah masumi
Walau agak bingung kepala pelayan mangiyakan tanpa bertanya
Masumi menatap Shiori yang wajahnya berbinar-binar
“Kau tunggulah dulu,aku akan ke belakang sebentar “pamit Masumi
“Dan kaupun akan membawa kelincimu?"tanya Shiori keheranan
Masumi baru tersadar dengan benda yang didekapnya sedari tadi
“Pak Masumi Anda tidak berniat membawaku kan???!” Maya menggerutu
Masumi berdiri dan manatap bimbang kelincinya.Ia berfikir akan membawa kemanapun ia pergi.Ia tidak ingin Maya berbuat nekat kabur darinya
“Aku tahu yang ada difikiran Anda,aku tidak akan lari.Janji!” ucap Maya seakan-akan dapat membaca fikiran Masumi
“Aku titip dia Shiori” pinta Masumi akhirnya.
Shiori mengangguk.
Dalam hati Maya mencaci Dasar manusia dingin yang tidak tahu cara memperlakukan wanita.Dia anggap apa aku!..hingga ingin membawaku ketoilet pria .!!!cih,,,
Dimeja hanya tinggal Shiori dan Maya yang sedang berdiri di atas meja Restaurant. Wajah Maya penuh kegusaran.Entah mengapa Maya merasa amat kesal.
“Heiiii kelinci imut!!!” sapa Shiori membuka percakapan seraya membelai-belai bulu kepala Maya.
“Kau pasti bahagia dipelihara dengan sangat perhatian oleh seorang Masumi Hayami” lanjut shiori cekikikan
“Aaah Aku sangat iri..!!!!” ungkap Shiori manja
Maya menatap wanita yang dihadapanya
Anggun sekali wanita ini...
Cantik..
Suaranya merdu..
Ia sangat cocok bersanding dengan Pak Masumi.
“Yang seharusnya iri itu justru aku..karena kau bisa diperlakukannya dengan sangat hormat.Berbeda dengan diriku yang selalu ia perlakukan seenaknya sendiri.Menjajah disetiap kehidupanku. Selalu mengganggu,menggoda dan hal-hal menyebalkan lainnya.Entah apa yang sebenarnya ia inginkan???”
Maya bercerita seolah-olah Shiori bisa mendengarnya.
Walau memang Shiori tidak dapat mengerti bahasa Maya ditubuh seekor kelinci. Shiori sepertinya paham dengan mimik kesal kelincinya Masumi.
“Heii..apa kau tidak bahagia dipelihara oleh Masumi Hayami??
”Kau mau bertukar tempat denganku??”
“Aku rela menjadi dirimu asal bisa selalu dipeluknya? “ Shiori membayangkan adegan tadi Masumi memeluk erat kelincinya.
Shiori tertawa bahagia ia bisa mengungkapkan perasaanya.
Begitu cinta kah Nona ini??” Tiba-tiba Maya merasa mulas
Masumi telah kembali. Tersenyum lega karena Maya tidak kabur.Hidanganpun telah tersaji.Dihadapan Shiori Masumi menyuapi kelinci kesayangannya.Maya tidak perduli tatapan cemburu Shiori. Karena ia memang lapar dan tidak berdaya makan dengan tangannya sendiri.
Maya bergidik ngeri dengan banyaknya garpu ,pisau dan sendok di Restaurant ini.
Sesekali Masumi juga memperhatikan dengan seksama Artis yang akan dikontraknya.Artis itu sedang membawakan instrumen piano klasik.dan lagu yg sedang dibawakan adalah karya Schumann ‘Troimerai’
Mayapun teringat saat Masumi mengunjunginya kerumah Ayumi. Masumi bermain piano dan memainkan lagu ini..lagu yang lembut..sangat tidak percaya Masumi bisa bermain Piano
Selama 30 menit Artis itu sukses memainkan lagu-lagu yang indah lewat jemarinya.suaranyapun tidak kalah dengan artis-artis professional.
Masumi tersenyum puas
Acara dilanjutkan dengan dansa
“Masumi,kau tidak mengajakku berdansa lagi??” Tanya shiori malu-malu.Semenjak Masumi mengajaknya berdansa tempo hari Shiori begitu menantikan acara itu.
Masumi diam sebenarnya ia enggan namun tidak mungkin juga menolak permintaan Tambang emas Ayah tirinya.
Masumi berdiri
Shiori meraih tangan Masumi,menggenggamnya erat,berdiri lalu jalan ketempat dansa berlangsung.
Dan tiba-tiba rasa Mulas Maya bertambah akut
Maya hanya diam menyaksikan para pengunjung yang berdansa romantis. Ia juga menyaksikan adegan Shiori memeluk Masumi saat kehilangan keseimbangan.
Huh masih lebih baik aku..Tidak manja saat berdansa dengan pak Masumi gerutu Maya.
Mayapun merasa iri karena Masumi begitu mempesona.Dan pasangan dansa Beliau adalah putri pemilik grup Takamiya
************************************************************************
Usai melaksanakan tugas Shiori kembali kekediamannya.
Masumi dan Maya saling diam di dalam mobil.Sang supir Hayami mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.Kota tokyo begitu temaram.lampu masih terjaga.Mobil Masumi membelah jalan sepi.
Sesampainya dirumah Hayami.Pak Asa sudah memberondong pertanyaan
“Sampaikan pada Ayah semua berjalan dengan sangat baik dan sesuai dengan keinginanya” ucap Masumi datar
Pak Asa menunduk dan menutup pintu kamar Masumi
“Kau lelah mungil?” diletakkannya tubuh kelinci
Maya hanya menggeleng
“Mengapa dari tadi tidak bersuara?”
Maya bersungut
Bukankah dia yang diam saja semenjak berdansa dengan Nona Shiori.Wajahnya menampakkan ketidakbahagiaan.Seolah-olah karena kehadiranku kencannya jadi terganggu
“Pak Masumi..???”panggil Maya membuka kebisuan antara mereka.
“Yaaah” Sahut Masumi yang sudah berganti piyama tidur
“Apa aku telah mengganggu kencanmu?”
“Mengganggu??”
“Tidak Maya..Tentu saja tidak.”Jawab Masumi seraya mengambil bantal dan diletakkannya ke sofa.Yang kini menjadi ranjangnya.
“Oh habis sepertinya wajah Anda tampak kurang menyenangkan,jadi aku fikir aku telah mengganggu waktu special dengan pacar Anda?”
“Pacar???” Masumi berkomentar dengan kata-kata pacar
“Iya pacar Anda Nona Shiori. Cucu pemilik Grup Takamiya..”Maya menjelaskan dengan sejelas-jelasnya
“Dia bukan pacarku!” Masumi menggeleng agak janggal dengan pernyataan Maya
“Lalu..???”Tanya Maya bertambah penasaran
“Sudalah sebaiknya kita istirahat Maya!” Masumi berusaha mengelak.Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa hubungannya dengan Shiori.
Maya menampakan wajah lesu.Ia ingin Tahu perasaan Masumi dengan Wanita tadi.Entah mengapa hati Maya sedikit gelisah.Nalurinya yang terus memaksanya bertanya lebih jauh.
Tapi yah sudahlah..untuk apa juga???bathin Maya
“Pak Masumi aku teramat tidak enak hati bila Anda pemilik ranjang ini harus tidur di sofa.Tidak pantas.” Ucap Maya “Biar aku saja yang di sofa” Lanjut Maya
Masumi yang sudah bersiap-siap berbaring disofa lagi-lagi mengeleng.
Maya Menghampiri dan merengek
“Pak Masumiii...!!!”
Maya sudah ada di dekat kepala Masumi.Ia melihat Masumi dengan sangat dekat.Masumi setengah mengangkat kepalanya.
“Kau takut tidur sendiri mungil??” Masumi malah menggoda Maya
“Bukan begitu Pak Masumi..Aku hanya tidak enak”
“Yah..yah baiklah aku takut tidur sendiri diranjangmu yang sungguh besar”
Masumi terbangun mendengar permintaan Maya yang menurutnya konyol dan dipaksakan.
“Jadi... kau ingin aku menemanimu berdua tidur diranjangku mungil?”
Maya mengangguk
“Iya Pak Masumi aku ingin berdua denganmu” Ungkap Maya polos
Mata Masumi seakan-akan tidak percaya.Jantungnyapun berdegub kencang
Konyol sekali aku berdebar begini hanya karena seekor kelinci minta ditemani tidur Masumi berkata pada dirinya sendiri
“Baiklah..”Masumi bergegas ke ranjangnya dan membaringkan Maya tidur disebelahnya.
DEG
Giliran Jantung Maya yang berdebar dan wajahnya memerah.
“Selamat tidur mungil” Masumipun mematikan lampu sambil memeluk Maya
*********************************************************************
HARI KEDUA DIRUMAH HAYAMI
Tubuh Maya belum menampakkan perubahan menjadi manusia
Masumi terbangun lebih dahulu.Ternyata ia tidur sambil terus memeluk Maya dan Mayapun balik memeluknya.
Ada perasaan damai dan bahagia di hati Masumi Hayami.
Sepertinya Maya lebih baik ditubuh kelinci...Fikir Masumi.
Dengan begitu aku bisa setiap hari bersamanya
Masumi tertawa dengan pikiran sekelebatnya barusan
Masumi terus membelai wajah mungil sang kelinci.Menikmati setiap moment wajah Maya dalam balutan tubuh kelinci.
Dan naluri laki-laki Masumi muncul.
Tidak hanya sekedar mengelu-elusnya Masumi ingin lebih yaitu mencium bibir kelinci. Bibir Maya Kitajima.
Sempat ragu,Masumi berfikir sebentar...untuk menuruti keinginanan konyolnya atau tidak.
Lalu Masumi memutuskan mendekatkan wajahnya pelan-pelan ke wajah kelinci bermaksut bisa mengecup bibir Maya
Tiba-tiba
Maya bergerak dan setengah membuka mata
“Pak Masumi...”
Masumi yang terkejut karena tinggal 5cm lagi ia dapat mencium Maya. Sontak menarik wajahnya mundur
“Kau sudah bangun mungil?” Buru-buru Masumi menutupi tindakkannya yang mencurigakan.
“Iya...hoaaammmm” Maya mengulet tanpa rasa curiga
“Tidak ada yang terjadi apa-apa kan Pak Masumi diantara kita semalam?”
Masumi mengangguk salah tingkah
“Karena aku percaya Anda adalah pria terhormat”
“Iya Maya..Tidak mungkin juga aku mencium mu!” Masumi menyahut diikuti tawa Maya yang terbahak-bahak
Maya berkata “Hanya laki-laki tidak normal yang ingin menyentuh seekor kelinci pak Masumi.Apalagi ingin menciumnya..HAHAHAHHA...Anda membuat perutku sakit Pak Masumi” seru Maya kemudian bergegas kekamar mandi
Masumi terpaku di ranjangnya
JADI AKU INI PRIA TIDAK NORMAL????
Mentari pagi bersinar menyinari halaman kediaman Hayami, Embun pagi menetes didaun.Udara terasa segar. Kolam bersuhu dingin namun matahari sedikit demi sedikit memberi ikan-ikan koi kehangatan. Mereka berenang kesana-kemari. Para pelayan Hayamipun bersiap-siap menjalankan aktivitas.
Cahaya masuk ke jendela kamar Masumi. Memantul ketubuh seekor kelinci. Tubuh Maya Kitajima. Maya membuka mata. “Hoaaaammm...” Maya mengulat. ”Ah ini bukan mimpi...ia menatap lekat-lekat kaki dan tangannya yang masih berbulu.Lalu menengok kemana gerangan Masumi hayami yah?. Matanya tertuju dipojok ruang tidur .
Masumi Hayami tidur disofa besar yang sama empuknya...”ah kasihan si empunya kasur malah mengungsi...kenapa ia tidak memindahkanku saja yah? Maya menbathin.
Maya merasa tidak enak hati. Ia menghampiriMasumi yang masih terlelap tidur. Melompati sofa tersebut. Ia melihat wajah masumi.
Ah ini wajah dingin daito.Ia seperti pemuda biasa Maya mengamati lekat-lekat. Memang rupawan siy kalo diperhatikan dengan seksama. Alangkah baiknya bila ia memang tertidur terus. Maya tertawa sendiri. Dasar manusia menyebalkan dan tukang atur. Ia menjulurkan lidah sambil mengeleng-geleng.
Aku tidak boleh terpesona dengan wajah penipunya. Huh...ia cakep jika sedang tidur saja, lebih dari itu hueeek (Maya berekpresi seolah-olah sedang muntah ).
Ingat Maya ia musuhmu. Maya mencoba mengeraskan hati. Walau sebenarnya ia tidak bisa mengalihkan pandangan wajah Masumi yang tertidur sedikitpun
Mata Masumi terbuka..”Hei Maya itukah engkau?"
Maya menjawab iya.
“ Ternyata hari sudah pagi yah...hmmm ada kau disini tidurku nyenyak..!”
“Ah anda hanya menggodaku saja...aku tidak enak hati memakai kasurmu. Aku tidak sengaja tertidur. Anda kan bisa tidur dikasur itu juga”
“Tidak Maya bagaimanapun aku adalah pria dewasa.” jawab Masumi lugas
“Walau tubuhmu seekor kelinci tetap saja kau adalah kelinci betina” canda Masumi
Maya ikut tertawa geli .
Kemudian ia bertanya ”bagaima ini pak selanjutnya? “ tanya Maya khawatir dengan perihal tubuhnya yang berubah menjadi kelinci.
“Mau tidak mau sementara ini kau harus bersamaku. Kau tidak bisa berlatih menjadi Jean dulu. Nanti aku ke pak Kuronuma untuk menjelaskannya. Aku akan mencari jawaban dan jalan keluarnya,percayalah!” ucap Masumi
Maya mengangguk. Walau cemas namun Maya merasa tenang karena ada Masumi yang mendampinginya. Ia jadi tidak takut dan mempercayainya 100 persen. Walau Masumi adalah musuh bebuyutannya.
“ Kau ingin mandi lagi Maya.?” Masumi menawarkan
“Tidak saya rasa cukup mandi 1 kali ditubuh seekor kelinci “ jawab Maya “Aku akan keluar untuk berjalan-jalan “lanjut Maya
“Ya, nanti tunggulah aku diruang makan,kau masih ingat letaknya kan ? ” Lalu Maya keluar dari kamar Masumi Hayami.Dan berjalan-jalan sebentar mengelilingi taman.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Pak Masumi tadi Tuan Hayami berpesan untuk menjalankan tugas nanti malam dengan sempurna” Pak Asa mengingatkan saat Masumi duduk diruang makan.
”Ayah kemana? Tanyanya berbasa-basi.
“Sudah selesai sarapan dan sekarang sedang memberi makan ikan koi “ jawab Pak Asa sambil melirik hewan yang ada di hadapan Masumi Hayami. ”Dan anda ingin sarapan dengan seekor kelinci? Tanya pak Asa kebingungan karena dihadapannya adalah sesuatu yang tidaknormal.
Maya yang bertubuh kelinci berdiri dimeja panjang milik Hayami. Masumi disebrangnya. Mewah sekali meja makan mereka sungut Maya. Lalu para pelayan menyiapkan sarapan. Kopi hangat dan roti panggang tuna mayo . Segelas jus jeruk terhidang.
Maya sudah tidak malu-malu. “Masumi Sama suapkan aku”
Masumi tertawa. “Bisa bersikap manis juga ternyata kau mungil”.
Maya menjawab “terpaksa”.
Masumi mengenakan jas coklat muda. Tangan sebelah kirinya membawa coat kesayangannya. Tangan satunya lagi membawa kelinci. Para pelayan yang berbaris menundukkan kepala saat Masumi lewat. Dan sang supir yang sedari tadi menungguinya membukakan pintu mobil. Pemandangan yang aneh bagi para pelayan. Sejak kapan anak majikannya menyukai hewan. Dirumah hanya ada peliharaan ikan koi dan yang rajin menengokpun hanya Eisuke Hayami.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Mizuki tolong kau antar langsung dokument ini ke pak Takara.Tanyakan penawaran kita tempo hari.Dan sebelum pergi kau siapkan aku laptob yang berisi koleksi film”.
Mizuki mengangguk sambil melirik kelinci yang kemarin dibawa Masumi Hayami. Sepertinya kelinci itu tidak asing. Tapi tetap saja aneh bagi seorang direktur mebawa-bawa hewan peliharaaan. Sejak kapan ia memikirkan hal yang bukan pekerjaan. Yang diotaknya selalu hitung-hitungan bisnis Daito. Masumi tidak punya hewan peliharaan sedari kecil. Mizuki tahu itu. lagipula sepenyayangnya hewan tidak ada yang berlebihan seperti ini . Masak dibawa-bawa juga ke tempat keja apa maksutnya?. ah benar-benar gila.!!! Mizuki menggerutu dengan kegilaan bosnya.
“Oh iya pak saya mengingatkan anda nanti malam mempunyai 2 tugas. Akan saya kirim laporan mengenai hal tersebut lewat email Bapak”. Mizuki menunduk lalu pergi .
Sudah ada setumpuk dokument yang harus dibaca dan ditanda tangani Masumi .Belum lagi satu persatu mengecek data laporan Mizuki dan Hijiri tempo hari. Sebelum Masumi berkonsentrasi dengan pekerjaannya ia memberi Maya labtop dan kumpulan film-film untuk mengisi kekosongan waktu. Ia tidak ingin meninggalkan Maya sendiri dirumah karena takut terjadi apa-apa. Dan tidak mungkin dengan tubuh ini ia ikut latihan akting.
“Maya aku bekerja dulu yah..kau tontonlah film-film yang kau sukai,nanti jam makan siang kita pergi ketempat latihanmu.” lalu masumi tenggelam dalam pekerjaannya.
Maya memperhatikan Masumi Hayami yang sangat sibuk dasar gila kerja. Wajahnya begitu keras saat membaca dokument. Padahal bisa saja ia menyuruh orang dan sebagai bos berleha-leha. Memang bertangan dingin Masumi Hayami itu.Kemudian Maya larut dalam film-film yang di sediakan Masumi.
Setelah memeriksa beberapa berkas,Masumi melirik jam tangannya pukul 14:00 WIB. Sudah jam makam siang.Ia melongok ke kedepan meja. Maya masih menghayati film-filmnya. Masumi berdiri dan menghampiri tempat duduk Maya kitajima.Langsung menjatuhkan dirinya di sofa empuk dan mengelus-elus kepala kelinci tersebut.Maya kaget langsung menghindar dari tangan dingin Masumi Hayami.Masumi sengaja melakukan itu karena daritadi dipanggil-panggil Maya tidak menyahut.
“Seperti biasa bila menyangkut drama film kau tidak berubah sedikitpun Maya Kitajima ” Masumi mengangkat tubuh Maya yang meronta-ronta karena betul-betul diperlakukan seenak jidat Masumi. Lalu Ia mengklik tombol Shutdown .”Kita ke Pak Kuronuma” ujarnya
Maya bertanya untuk apa pergi ketempat latihan.Sedang ia saja masih belum berubah bentuk.
**********************************************************************************
Terdengar teriakan Pak kuronama setelah itu bercampur makian-makian kasar
“Bodoh...!!!!
“Tuli...”
“Kau tidak mendengar perintahku!!!????”
Baru beberapa hari Maya sudah merindukan bentakan sutradaranya ini.Ah aku rindu berakting bathin Maya
Diruangan ada pak Kuronuma dan asistennya,juga Koji dan pemeran-pemeran lainnya.Wajah mereka frustasi.Hanya Koji yang tampak biasa saja.Koji melihat Pak Masumi.Ia menyapa dengan hormat.Lalu melihat kelinci yang di dekapnya.Maya berusaha tersenyum dan menyapa .Walau ia tahu itu percuma..Ah akupun rindu dengan stewardmu Koji..Bukannya betul-betul menjadi srigala aku malah menjadi seekor kelinci.”kelu Maya pada dirinya sendiri
“Anda membawa seekor kelinci pak Masumi?” raut wajah Koji takjub
“Pasti itu kelinci yang sangat special “ lanjut Koji
Masumi menjawab dengan sumringah “ yah sangat istimwa sekali “.Maya mendongak keatas.dapat dilihatnya wajah Masumi menahan tawa.Dasar manusia menyebalkan bathin Maya
Pak Kuronuma menghampiri,berjalan mendekati Masumi.Matanya tajam melihat hewan yang dibawa Direktur Daito.
Masumi menyapa pak Kuronuma dan berbasa-basi bertanya dengan keberadaan Maya.Pak Kuronuma berkata tidak tahu,sudah 2 hari ini dia menghilang tanpa kabar.Tapi aku percaya dengan anak itu,anak itu taakan meninggalkan akting jeannya “ucap pak Kuronuma
Kemudian Masumi mengajak Kuronuma keluar sebentar berbincang-bincang mengenai Latihan dan para aktris aktornya.
“Sejak kapan orang sepertimu memelihara hewan” tanya pak Kuronuma
Maumi tertawa,”tidak ada yang percaya sedikitpun bahwa diriku mempunyai sisi-sisi lembut.Bahkan diriku sendiri.Namun ini berbeda” Masumi membelai kepala kelinci yang dalam gendongannya.
Lagi-lagi Maya mendongak wajahnya mengisyaratkan kebencian.Tetapi Ia tidak bisa berbuat apa-apa.Akan kubalas kau nanti.Ancam Maya dalam hati
Pak Kuronuma memperhatikan dengan seksama.”Biar aku pegang kelincimu Masumi” pinta Pak kuronuma.Tanpa mendengar izin dari Masumi.Ia langsung merebut kelinci dalam gengaman Masumi.
Masumi dan Maya terperanjat kaget
“Kau tertarik dengan kelinciku?” Masumi mengernyitkan keningnya
Pak kuronuma mengangkat tinggi tubuh kelinci tanpa memperdulikan pertanyaan Masumi. Mengamati semua dengan teliti dan seksama.
"Aku mengenalnya...!!! Ini seperti mata sesorang yang kukenal..Ini mata Maya Kitajima...” seru pak Kuronuma
Masumi dan Maya bertatapan
(Apa Pak Kuronuma betul-betul mempercayai bahwa kelinci tersebut adalah Maya Kitajima????Bagaimana kencan Shiori dengan Masumi yang membawa Maya Kitajima???...Sekuel selanjutnya yah sista hehehe ^_^ )

DAITO BUILDING
Salah satu penjaga pintu ruangan Masumi Hayami mencoba menghentikan langkah teguh anak perempuan yang lagi-lagi ingin menerobos masuk keruangan direktur. Resepsionis yang tidak mau nanti di marahi sang bos berkata memelas. “Aduh nona saya tahu kamu adalah mantan artis daito.Namun tanpa janji saya tidak bisa membiarkanmu masuk “
“Cobahlah kau telepon?” perintah gadis kecil itu tak kalah memelas. Penjaga yang sedari tadi memegangi tangannya berkata sinis “Direktur sibuk, lagian untuk apa menemui gadis pendek sepertimu?”
“Tolonglah “ rengek Maya tanpa memperdulikan ejekan penjaga. “Kau telepon saja beri kabar bahwa Maya Kitajima ingin menemuinya. Bila beliau menolak aku pasti tidak akan memaksamu lagi “.
Wanita resepsionis dihadapan maya menghela nafas. Ini jam sibuknya tuan Hayami. Beliau tidak suka bila ada interupsi dari luar. Biasanya ada nona Mizuki yang menghandle. Tapi sekarang dia sedang bertugas keluar kantor. Bila aku tidak mengikuti permintaan nona ini aku juga yang repot. Nona ini anak paling keras kepala. Bisa-bisa seharian akan merengek. Sang resepsionis berfikir dan menimbang-nimbang. Akhirnya ia berkata “Baiklah akan saya coba nona.Tapi janji yah bila tuan menolak kamu segera tinggalkan gedung ini ”
Maya tersenyum gembira dan mengangguk. Resepsionis memencet tombol panggilan ke direktur Daito.Tidak lama suara direktur menjawab dingin pertanda beliau sedang membaca dokument penting. “Ada apa?” tanyanya pendek.
“Ini pak...hmmm...ada gadis yang memaksa ingin menemui Bapak. Namanya nona Maya Kitajima?” jawab resepsionis bergetar karena takut bosnya marah
Hening. Lalu Masumi menjawab ”yah tidak apa-apa,bukakan saja pintunya”
Penjaga dan resepsionis agak terkejut.Tanpa menanyakan keperluannya apa?direktur mengizinkan gadis kecil masuk, langsung pula keruangan direktur.
“Hai mungil?” sapa Masumi tangannya sibuk memegang dokument yang sedang dibacanya tadi. Masumi berdiri didepan meja diretur . Mejanya sendiri, dibelakangnya terpampang pemandangan kota Tokyo yang indah hiruk pikuk manusia dan aktivitasnya tampak kecil. Berwarna-warni.
Wajah maya menggambarkan ekpresi marah . Ia langsung protes “Anda ingin bermain curang yah?”
Masumi tertawa,terbiasa dengan ceplas-ceplos Maya. ”Hei datang-datang malah cemberut? mari duduk tenang” . Masumi meraih pundak Maya. Sontak Maya menghindar “hiii...jangan sentuh aku”! teriaknya galak. “Langsung saja maksud kedatanganku kemari pak” lanjut Maya.
”Aku tahu “ jawab Masumi seraya menyulutkan rokoknya. ”Kau ingin menanyakan keberadaan bu Tsukikage, betul kan?” Masumi bertanya dengan tetap tenang
“Iya, masih ingat kan janji anda kepadaku. Bahwa anda akan segera mengabariku dimana keberadaan Ibu Mayuko. Tapi kali ini anda berbohong. Aku mendapat kabar dari Ayumi yang semalam rumahnya kedatangan Pak Onodera. Hanya anda yang sudah tahu daerah mana yang di tuju Bu guruku. Dan anda tidak mengabariku ” jelas Maya emosional.
Masumi menghirup rokok lalu mematikannya diasbak. “Hmmmm...aku berfikir untuk apa memberitahumu bila ternyata informasi itu masih berlanjut kepastiannya. Memang Bu Mayuko pergi menuju kampung keluarga Genzo. Tidak lama. Setelah itu mereka kembali melanjutkan tujuan akhir dari kepergian mereka”.
“Hal kecil itu tetaplah penting bagiku Pak Masumi “ Maya berbicara agak melunak . ”Sekarang anda harus mengajakku kesana sekarang juga. Sebagai balasan anda tidak menepati janji”. Nada suara maya mengancam. Matanya mendelik tajam.
Masumi melirik arloji merk Armani dilengan kanannya. Pukul 10 pm...hmmm berjalan-jalan sebentar dengan mungil. Masumi mengiyakan.Walau sibuk tak jadi persoalan asalkan bisa bersama mungil. Hitung-hitung refreshing sebentar.
”Kekampung genzo berapa jam pak?” Maya bertanya kembali
”Sekitar 2 jam ,kita pakai kereta express” jawab Masumi
Kemudian Masumi berkemas mengambil jaket jas dan kunci mobil pribadinya. Mereka bersama meninggalkan kantor daito menuju stasiun KA. Setelah 2 jam perjalanan sampailah mereka dikampung Genzo. Kemudian dilanjutkan naik bus kurang lebih 25 menit sampai. Lalu mereka menemukan alamat rumah sanak famili Genzo.
Bu guru dan Genzo sudah tidak ada dua hari yang lalu . Mereka pergi lagi. Ternyata bu Mayuko baru saja mengurus penjualan tanah yang dibelinya dahulu di kampung halaman Genzo. Biayanya untuk pengobatan jantung Bu Mayuko. Dan Maya sedikit lega karena kata bibi Genzo Bu Mayuko terlihat sehat dan Genzo menjaganya dengan sangat baik. Cukup puas dengan jawaban tersebut Maya dan Masumi berpamitan. Mereka kembali menaiki bus. Saat mereka berjalan menuju stasiun KA. Maya melihat kuil diatas bukit tidak jauh dari stasiun. Maya meminta Masumi sebentar kesana untuk berdoa meminta kesembuhan Bu gurunya. Kuil itu sangat kecil, sepi dan indah. Disampingnya banyak pohon dan daun-daun kering berserakan. Saat Maya mengambil air dan berdoa Masumi melihat simbol shio yang terukir di dinding luar kuil. Ia melihat lukisan kelinci putih. Polos dan suci.
Saat mereka kembali menuruni tangga, menuruni bukit. Menuju jalan utama stasiun . Maya masih tetap menyalah-nyalahkan Masumi. Seandainya saja bila Masumi memberi tahu kabar ini secepatnya pasti ia dapat bertemu Bu Mayuko.
Dasar tidak tahu terima kasih ejek masumi. Maya berang dan tidak kalah mengata-ngatai Masumi. Masumi membalas dalam hati semoga kau bisa seperti kelinci putih yang lucu dan menggemaskan tadi di kuil. Semakin dewasa masih tetap saja kekanakan.
Tiba-tiba bumi bergetar seperti gempa. Maya menjerit ketakutan Masumi meraih pundak Maya ingin melindunginya dan terjadi ledakan
*DUARRRRRRRRRRRR*
“Bagaimana ini pak Masumi???” Maya langsung panik dengan perubahan yang terjadi setelah ledakan yang menimpa mereka berdua. Maya melihat sekeliling. Semua pemandangan tidak berubah. Tidak ada pohon yang tumbang. Bukit itu masih utuh. Batu besar yang disanapun tidak berubah . Sama sekali tidak berubah .Yang berubah hanya sosok Masumi dihadapannya. Yah masumi semakin tinggi. Maya sadar betapa kecil dan mungil dirinya .Tapi kali ini sungguh keterlaluan. Masumi berubah menjadi raksasa.

Masumi ikut panik tidak biasanya ia terlihat pucat dan berkeringat.Ini di luar akal pemikiran dan sungguh tidak masuk akal
Maya memegang dua daun telinganya. Memanjang dan berbulu. Berdiri dengan dua kaki pendek yang berbulu lebat. Tingginya kira-kira hanya 50cm. Baju yang ia kenakan tadi teronggok dirumput. Wajahnya pucat,kumisnya dipipi kanan dan kiri bergerak naik turun. Meskipun Maya tidak bisa melihat dirinya sendiri dicermin tapi ia tahu 100 persen perubahannya menjadi seekor kelinci putih. Dan ia berteriak kencang “Arrrghhhhh...!!!!!”
“A...a..ada apa ?” Tanya masumi kebingungan dengan teriakan Maya ditubuh seekor kelinci.
Maya menutup dada dan kemaluannya.”jangan lihat tubuhku “ teriaknya galak
Masumi diam mematung. Hening. Dihadapannya hanya ada seekor kelinci pendek yang super galak (tambahnya). Masumi menghirup nafas mengembalikan fikirannya. Aku tidak boleh panik.
“Maya,kau itu tidak terlihat telanjang dihadapanku “ jawab Masumi berusaha tenang
“Tubuhmu tertutup bulu “ lanjutnya lagi.
Maya diam,”Apa yang terjadi denganku pak Masumi ?“ tanya Maya ketakutan. Masumi malah mengangkat bahunya . Ia sama tidak mengertinya dan ini diluar akal sehatnya. Akal yang paling logis.
”Sebaiknya kita pulang “ ajak Masumi. “ Karena hari akan sore”.
Maya melihat keatas langit . Matahari sudah seperapat merendah. “ Baiklah ” jawab Maya lunglai
Mizuki menatap bingung pada bosnya yang kembali kekantor pada pukul 5 sore sambil membawa seekor kelinci. Begitu pula seluruh karyawan yang akan pulang. Masumi tidak memperdulikan tatapan aneh seluruh penduduk Daito. Ia berjalan menuju ruangannya. Memanggil Mizuki untuk mengikutinya.
“Anda pergi ke tempat jual beli hewan?” tanya Mizuki penasaran.
Masumi menggeleng.
“Memungut dijalan? “ tanya Mizuki kembali sambil berfikir keras biasanya hewan yang dibuang itu kan kucing atau anjing
Tanpa menjawab pertanyaan Mizuki. Masumi bertanya “Mizuki kau tahu ini siapa? Ia mengangkat tubuh kelinci dihadapan wajah mizuki
Mizuki menggeleng keheranan “siapa? itu kelinci pak?”. Mengapa bosnya bertanya siapa gumam mizuki didalam hati.
”Coba kau dengarkan baik-baik kelinci ini “ Perintah Masumi.
Maya yang ditubuh kelinci bersuara “hai Mizuki ini aku Maya Kitajima ? kau dengarkan Mizuki?”
Mizuki masih menatap penuh keheranan...”Apa yang harus saya dengarkan Pak? suara kelinci itu?memang kelinci bisa bersuara?”. Mizuki malah balik bertanya
“Coba dengarkan dengan seksama “ perintah Masumi sekali lagi seraya mendekatkan kelinci ke telinga Mizuki.
“Hai Mizuki ini akuuuuu!!!!! ” Maya sedikit menjerit. Memohon kemengertian Mizuki yang dulu menjadi managernya
Namun percuma yang terdengar hanya kecap kecip gigi kelinci. Masumi heran mengapa Mizuki tidak paham sama sekali. Dan mengapa hanya dirinya yang mengerti bahasa Maya ditubuh kelinci itu .
”Baik..baik...aku harus berbaring untuk mendinginkan kepala ” Masumi berujar lelah
“Kau pulanglah Mizuki ” perintah Masumi menyerah. Percuma membicarakan ini dengan orang lain,bisa-bisa aku di anggap kurang waras.
Wajah Masumi terlihat kusut. Mizuki ingat wajah bosnya yang selalu dingin ini hanya terlihat berantakan bila menyangkut siy gadis kecil. Maya kitajima. Selain dari itu Mizuki tidak tahu penyebabnya. Lalu Mizuki pergi setelah membuatkan secangkir blue montain coffe untuk bosnya.
Wajah kelinci itu memelas sama putus asanya. Karena Mizuki tidak mengerti pembicaraannya.
Masumi berbaring di sofa empuk ruangannya. Berharap ini adalah mimpi. Maya melompat-lompat kesana kemari. Ternyata dengan tubuh ini aku bisa leluasa yah. Maya tersenyum, dari meja lalu melompat ke atas kursi yang berputar -ke bawah, kelemari ke brangkas..ke karpet ke sofa. Loncat kesana kemari. Merasa ringan sekali tubuhnya.
Lalu CRANGGGG Maya menyenggol cangkir kopi Masumi yang tadi dibuat Mizuki. Masumi yang sedang berfikir ikut kaget. ia menyaksikan wajah kelinci ,wajah Maya yang berekpresi konyol .
“Ternyata ditubuh manapun kau tetap saja ceroboh “ Masumi tergelak tertawa. Maya manghampiri tempat Masumi berbaring. Melompat kepangkuan Masumi
“Hei kau jangan seenaknya melompat ke diriku “ tolak Masumi kaget
Maya menjulurkan lidah ” kapan lagi aku bisa begitu berani menginjak-injak dirimu “
Masumi tertawa melihat kelucuan Maya di tubuh seekor kelinci. Lucu dan menggemaskan.
“Aku lapar pak Masumi ” Rengek Maya di pangkuan Masumi
“Oh ya..baiklah mari kita makan. Mau wortel atau kangkung?
Mata Maya melirik tajam.
******************************************************************************
Masumi berhenti ketempat Steak Homy restaurant. Semua mata pengunjung langsung memperhatikan mereka berdua. Karena melihat pemandangan aneh. Masumi duduk berhadapan dimeja bundar dan Maya diatas meja. Untuk duduk dikursi Maya tidak sampai. Sang pelayan menghidangkan daging steak dan wine dua porsi. Tetap dengan tatapan aneh kepada Masumi Hayami . Beliau memang loyal customer restaurant ini. Jadi tidak enak bila mengusir cuma karena membawa hewan.
Masumi mulai menyantap daging steak di hadapannya. Lalu Maya sedang bersusah payah memegang pisau dan garpu...jatuh lagi....jatuh lagi . Mengapa kelinci tidak berjari siy? Protesnya dalam hati. Merasa sulit Maya terpaksa hanya memegang pisau dengan kedua tangan kelincinya.
Aku potong-potong terlebih dahulu daging steak itu agar mudah. Lalu maya mengahampiri daging steak bagiannya. waah besar sekali...ucapnya takjub. Ada kentang goreng yang sangat wangi..kacang polong..dan buncis dan jamur aaahhhh sungguh menggoda.. Maya sangat tak sabar menyantap makan malamnya. Ia berusaha sekuat tenaga memotong agar ia bisa menyantapnya dengan mudah. Namun sulit sekali. Bahunya pegal. Tangannya kram memegang pisau . Lalu ia melihat Masumi yang sedang asik menikmati santapanya.
Sesekali Masumi mencuri pandang kedepan
“Huuu dasar memang manusia dingin tidak berprihewanan ” maki Maya masih berbicara sendiri.
Masumi tertawa geli walau sudah kesusah payahan itu Maya tetap saja gengsi meminta tolong. Dasar keras kepala.
Sangking kesalnya karena sulit sekali memotong kecil-kecil dan enggan minta disuapi Masumi. Maya yang sedari tadi keroncongan karena lapar dengan lahapnya memakan steak kentang polong jamur langsung di piring. Masumi menahan tawa. Semua pengunjung direstoran terpana dengan pemandangan kelinci yang omnivora. Sangat aneh.Tapi baik Masumi maupun Maya sama tidak perdulinya dengan tatapan seluruh pengunjung restaurant.
“Pak Masumi bagaimana bila kita ke Rei? Siapa tahu dia mengenali diriku “ pinta Maya saat Masumi mengendarai mobilnya. Tubuh maya terhimpit save belt. Hidung bulatnya banyak noda makanan steak tadi. Kotor sekali wajah kelinci ini. Tapi Masumi masih tidak berani membersihkannya. Ia hanya tertawa.Dan mulai merasa bahagia dengan keadaan ini
“Yah kita coba” lalu ia memutar balik kearah apartemen Maya dan Rei. Masumi menggendong Maya walau enggan namun Maya tidak punya pilihan lain.
Masumi memencet bel. Tidak lama kemudian munculah Rei. Setengah terkejut dengan sosok direktur daito
“Anda mencari Maya? Dari tadi ia tidak pulang-pulang. Mungkin sibuk mendalami peran serigalanya” jelas Rei.
“Aku tahu “ jawab Masumi “ kau tahu ini Rei? lanjutnya sembari mengangkat tubuh kelinci Maya.
Rei dengan mimik yang sama seperti Mizuki mengangguk “Iya itu kelinci,kelinci yang kotor Pak ” jawab Rei sederhana.
Maya cemberut. Lalu ia berusaha berbicara kepada Rei ”Rei ini aku, Maya ”
Rei tetap berekpresi melongo. Maya mencoba lagi. Hening. Rei tetap tidak mendengar apa-apa.
Maya tertunduk lesu . ”Wah kelinci anda lucu Pak Masumi, kelihatan sedih ” hanya itu jawaban Rei.
Masumi ikut tertunduk lesu. ”Yah sudalah terima kasih Rei..oh iya tidak usah khawatir dengan Maya. Karena ia aman dan aku tahu itu” Rei semakin bingung tapi ia percaya dengan ucapan direktur daito. Ia mengangguk
Datang malam-malam hanya ingin menunjukan kelinci ckckkckckc. Rei menggeleng-geleng dan menggaruk rambut ikalnya sambil melihat Masumi masuk kedalam mobil sedannya bersama kelinci.
Masumi memasangkan seat belt ketubuh kelinci. “Terpaksa kita pulang kerumahku dan memandikanmu “
“haah...” teriak Maya. “masak aku harus menginap di rumah anda ? Menyebalkan !” gerutunya
“Kau tidak ada pilihan lain Maya Kitagima” ujar Masumi seraya tetap mengemudi
Dalam hati Maya, ia tahu sebenarnya Masumi tidak akan tega kepadanya. Masumi bisa saja meninggalkannya atau dikandang bila itu memang betul-betul ia dingin dan tidak berperasaan.Nyatanya Masumi Hayami malah terlihat melindunginya.
Para pelayan terpana melihat Masumi pulang membawa seekor kelinci. Pa Asa langsung bertanya keheranan “ anda tidak salah membawa barang tuan Masumi? ”
“Tidak” jawab Masumi pendek
“Semua, nanti perlakukan dengan baik kelinci ini!” perintah Masumi
Semua pelayan yang berbaris menunduk dan menjawab iya sembari saling bertatapan dan berbisik-bisik. Dulu yang dibawah kerumah ini gadis kecil keras kepala. Sekarang kelinci????
Pa Asa Mengikuti Masumi menuju kamarnya
“Tuan Masumi, tadi nona Shiori menghubungi anda. Namun sulit karena anda tidak berada ditempat”
Masumi melepaskan dasinya. Menaruhnya dipinggir sofa. Mendengar acuh
“Lalu ayah anda memerintahkan saya untuk membuat jadwal besok malam anda harus mengajak nona Shiori makan malam. Tuan Hayami sudah mereservasi tempat romantis tersebut ” lanjut pak Asa
Masumi menjawab dengan wajah dingin. “Yah,katakan itu pada ayah bahawa aku akan menuruti perintahnya”
Pak Asa menutup pintu kamar . Masumi menggendong Maya masuk kedalam kamar mandi. Maya takjub wahhh sungguh besar sekali ruangan kamar mandinya dibandingkan kamar apartemenku
Masumi menyalakan bathup dengan air hangat. Mengambil sikat dan sampho. “Hei tumben kau tidak cerewet?” goda Masumi. Sambil perlahan-lahan membersihkan tangan Maya. Membasuh dagu lalu kaki.
“Yah akukan tidak punya pilihan lain selain menurutimu pak Masumi” jawab Maya pasrah
“Menurutiku? Oh ya?..bagaimana kalau kita mandi bersama?” pinta Masumi dengan mimik menyebalkan. Maya langsung meloncat menjauhi Masumi.
“Hei jangan loncat kesana kemari!!!!” Masumi berteriak. Bajunya nyaris basah karena ulah Maya.
“Anda menggodaku siy..aku kan tidak mau melihat tubuh telanjangmu Hayami san!” protes Maya tetap loncat kesana-kemari.
“Hahaha aku bercanda mungil”. Tapi Maya terus meloncat-loncat menggoda Masumi untuk bisa menagkapnya.Dan haappp Masumi berhasil mendekap erat tubuh kelinci mungil Maya. Dengan posisi memeluk Maya yang bertubuh sangat sangat mungil . Jantung Maya berdebar.Ia dapat menghirup aroma tubuh Masumi. Parfum dan keringatnya telah bercampur menghasilkan sensasi menenangkan bagi Maya. Aku baru tahu aroma Masumi Sama .
Setelah bersih dan wangi Masumi mengelap lembut Maya dengan handuk . “Sayang aku tidak punya pengering rambut Maya..”
Maya menjawab “Iya tak apa-apa sambil diangin-anginkan nanti juga kering pak Masumi.”
“Kau tunggulah di ruang kamarku. Atau gantian ingin memandikanku?” Masumi kembali menggoda
Maya menjulurkan lidahnya.Kemudian meloncat kesana kemari selagi Masumi mandi. Maya memperhatikan ruangan kamar Masumi waah besar sekali..ranjangnya juga besar..Maya melompat-lompat dikasur itu. Empuk sekali
Karena terlalu lelah dengan tubuh seekor kelinci Maya merasa mengantuk dan tertidur dikasur Masumi.
”Maya kau mau..?” Masumi tidak lagi melanjutkan pertanyaanya.ia tersenyum melihat tubuh mungil Maya meringkuk layaknya kelinci kecil .Tidak berdaya dan sebatang kara.Ia masih tidak menyangkah wanita yang dicintainya melihat kamar dan kini tidur di kasurnya. Hmmm...kau sungguh membuatku hidup Maya. Masumi membelai wajah kelinci yang berbulu,menarik selimut dan dengan perlahan mengecup pipi kelinci itu “Selamat malam my heart “. Lalu Masumi mematikan lampu.
Bersambung *Masih nyicil sista :) *