Senin, 06 Mei 2013

ILUSI

Dari awal mengenalmu saya sudah tahu bahwa kau wanita yang berbeda. Kamu supel namun sedikit indeferent. Kamu manis tapi sedikit cuek. Kamu ciptakan dunia imaginasimu. Dunia ilusi yang kamu asik sendiri. Dan hanya orang-orang terpilih yang kamu undang. Jujur saya sangat penasaran dunia yang bagaimana hingga membuat dirimu kokoh dan unik ?.

 
Kamu bukan wanita pada umumnya. Saya tahu itu. Sebelum kau ucapkan namamu. Sebelum teman-teman lain mengenalkanmu. Saya lihat bola matamu dibalik itu tercipta ilusi. Ilusi yang sebagian orang tidak nyata. Tapi bagimu itu adalah dunia yang kau huni berabad-abad lamanya.
Kamu lalu menjadi lamunan. Samar terus dan terus. Namun memikirkanmu sama saja menciptakan ilusi yang tak kasat mata. Hei saya harus hidup didunia yang nyata. Kita berbeda dunia bukan?

 
Tiga tahun lamanya. Pendam itu terjaga dengan baik. Kau tetap tak berubah bila kita bertemu pada batas-batas dunia yang nyata. Kau berpijak di bumi. Tapi itu hanya untuk menyenangkan sahabat-sahabatmu. Apabila yang lain tertawa tebahak-bahak Kamu hanya tersenyum. Apabila yang lain berbicara kamu hanya diam mendengarkan dengan seksama.  Kamu gadis yang sedikit aneh. Dan anehnya sahabatmu banyak. Sahabatmu mengerti keacuhanmu. Sahabatmu sayang kepada makhluk yang unik dan sedikit langkah ini.
Kamu tetap asik menghuni dunia yang sudah kamu ciptakan. IMAGINASI ILUSI TANPA BATAS. Dan kamu bahagia dengan kesendirian.  Pria seperti apakah yang bisa menarik kepusaran hatimu?

 
Kamu gadis yang cantik. Sesederhana cahaya bulan ,apa adanya. Tidak pernah sekalipun kamu sengaja mengumbar kecantikan yang kamu miliki. Umbaranmu begitu mahal. Hei apakah lelaki dibumi tidak ada yang menarik dirimu?. Lalu sayapun terpikat.

 
Apakah saya bisa masuk ke ilusimu?. Jutaan wanita memuja. Tapi itu wanita yang  biasa. Yang merengek-rengek minta perhatian. Yang akan marah dan menangis bila permintaanya tidak dituruti. Lalu apakah kamu akan sama?
Saya menimbang, memikirkan apakah tepat mendekati dirimu. Saya sangat ingin kau undang ke dunia ilusimu.

 
Gayung bersambut. Kamu tersenyum manis tetap kamu tiada berkurang. Kamu diam  saat tanganmu  saya genggam sambil sambil saya ungkapkan “ Aku ada rasa sama kamu”  

 
Bola matamu membulat dan ajaib hidungmu bersemu merah. Dan sayapun berlaku demikian. Mengapa saya ikut menjadi bodoh?...
Kamu membasahi bibir tipismu itu. Sepertinya kamu menimbang sesuatu. Saya kalut akankah diri ini di tolak?

 
Ini bukan wanita pada umumnya. Saya sangat paham. Kebanyakan merekalah yang bertekuk lutut pada saya. Saya sudah menyiapkan parasut agar jatuh cinta ini tidak sakit. Tapi mengapa saya tetap merasa ngeri ia menggelengkan kepala. Saya tatap lagi matanya. Mencoba mencuri ilusi dimatanya.

 
“Kamu serius?” wanita ini berkata yang cukup sederhana. Suaranya merdu seperti ajakan untuk masuk ke eden tanpa beban dosa.
Aku seperti tersihir. Hanya mengangguk. Kemudian remasanya menguat dan betul kamu seperti memberikan titah membahtis saya untuk memasuki dunia ilusi yang bertahun-tahun sudah kau ciptakan.

Betul sekali kamu wanita yang berbeda pada umumnya. Saat saya berego acuh. Kamu tidak menghubungiku. Sayalah yang merasa kesepian. Saat saya tidak melihat dirimu berhari-hari, saya yang jadi  merindukanmu. Saat kamu bersedih oleh bumi malah saya yang menangis. Heiii ini seperti bukan saya..tapi saya bahagia. 

 
Dan saat kita bertengkar. Saya merasa hubungan ini gila. Kamu dengan entengnya berkata “Let me Go!” Tidak ada hasrat ketakutan. Santai tegas tapi cukup mengancam. Dan saya tidak kuasa untuk membiarkan hati ini kosong tanpamu. 

 
Saya sudah merasakan ilusi itu. Ilusi yang kau ciptakan memang benar indah. Ilusi itu membuat hidupmu selalu bahagia. Selalu penuh makna. Kamu menjadi candu di balik kejenuhan saya menghadapi rutinitas. Bukan lagi tepikat tapi hati ini sepenuhnya kau tawan. Dan saya sangat rela.