Bule From Yogya II
Masa-Masa Sekolah
Kami tinggal di rumah susun yang begitu padat penduduknya. Bapak
memasukanku ke Sekolah Umum Negeri di daerah Jakarta Barat. Bayupun di masukan
ke SMP Negeri tidak jauh dari sekolahku.
Ketika masa-masa kami baru pindah Ibu masih saja di hantui mimpi
buruk. Menginjakkan kaki di Stasiun Jakarta Ibu langsung memegang erat tangan Bapak.
Sedikit demi sedikit Ibu mulai terbiasa disini. Tapi yang masih belum hilang
yaitu ketika sedang jalan-jalan kami menemukan laki-laki bule, Ibu bisa histeris
menangis. Dengan sabar Bapak memeluk Ibu, dan tugas kami yaitu meminta maaf ke
orang-orang sekitar.
“Mbak..mbak” Bisik Bayu di telingaku ketika kami sedang menenangkan Ibu
“Gimana kalau kita tinggal di luar negeri yang mukanya banyak seperti mbak
yah?” tanya adikku polos
“ Walah, mimpi kamu de” aku tersenyum geli
“Wah mba gak ada yang ga mungkin!” debat adikku
“Bisa saja mba di jemput sama Bapak kandung mba yang londo, hayo kalau kaya
gitu gimana”? lanjut Bayu.
Akupun terdiam, tidak ada di dalam keinginanku terbersit bertemu dengan
Bapak kandungku, buatku itu tidak perlu ku fikirkan. Aku pun menjawab pertanyaannya
“Kalau ketemu?.....”
“Mba mau kabur” jawabku sembari menjulurkan lidahku
Adiku malah terkekeh
********************************************************************
Aku menahan nafas, fuih. Langkahku menuju ruangan kelas. Bersama Bapak
kepala sekolahku yang baru, Pak Rahul Sitohang namanya. Yah inilah babak baru
kehidupanku. Aku akan bersekolah disini, dan ini hari pertamaku bersekolah.
Pertama bertemu dengan pak Sitohang bersama Bapak waktu itu, Beliau bertanya
padaku ”hello, Siti..How are you” tanyanya dalam bahasa Inggris. Kamipun
tersenyum, wah kalau di anter ibuku bisa berabe nih urusannya.
”Baik pak” jawabku dengan logat Jawa yang kental.
“Namaku Siti Khumairah Abdullah, panggil saja Aira”
“Aku pindahan dari Yogya”
Seluruh kelas menatapku bagai alien, mereka mungkin berfikir
Ngapain ada bule nyasar
Aku ditempatkan di kelas II-A , aku duduk dengan seorang anak perempuan yang
mungil namanya Sriwati, dia sangat pendiam. Dan selalu saja gugup.
”hhh...A..A..Aira,kamu asli mana?” tanyanya takut-takut
“Asli yogya” jawabku ramah
“oh”
Tapi walau Sri anak yang pendiam, ia sangat baik kepadaku. Aku senang
berteman dengannya.
Tak henti-hentinya satu sekolah berspekulasi dengan kedatanganku. Dari anak
kelas satu sampai tiga ramai membicarakanku.
“Bule kere kali yah”
“Iyah ngapain juga,bule sekolah disini?”
“Atau jangan-jangan dia mau memasukan doktrin kristenisasi”
“Hus gak boleh seudzon!”
“Agama dia kan Islam loh,malah gue sering liat dia selalu shalat di musolah
sekolah”
“Eh tapi pas pelajaran bahasa Inggris, kok dia gak bisa yah?”
“Bule kok Logatnya Jawa banget”???
Aku baru tahu, kalau ternyata sekolah di Jakarta sangat aneh, tidak seperti
di kampungku, dan teman-temannya juga beragam. Tapi demi Bapak aku mau coba
beradaptasi dengan keadaan ini. Aku maklum dengan perbedaan fisikku, maka dari
itu aku gak mau musingin rumor-rumor yang ada.
Suatu ketika ada kejadian yang lucu dengan sekolah kami, di kelas II-G ada
beberapa anak yang tidak menyenangkan buatku, karena sikap mereka menyebalkan.Gaya
mereka sangat kekotaan, mereka sombong, padahal otaknya biasa ajah Habis berteman
dengan mereka Jaka sembung bawa bakpia hehehe....
Pagi hari mereka berempat datang dengan rambut yang super eksentrik, full
colour. yah rambut mereka berwarna pirang. Sudah jelas mereka langsung terkena
hukuman, karena peraturannya memang tidak boleh Mereka beralasan kenapa aku
boleh.Yah sebetulnya aku juga ingin mempunyai rambut hitam yang legam seperti Ibu, tetapi
ternyata aku malah di anugerahi rambut ikal coklat kemerahan. Jadi pak kepala
sekolah memberi perintah peraturan itu tidak berlaku untukku seorang.
Ada yang lebih ramai ketika aku jatuh hati pada seorang pemuda di kelas
lain, dia adalah Sukro Hamid. Pemuda Madiun yang sangat rendah hati. Sederhana
seperti Bapak. Inilah untuk pertama kalinya aku jatuh cinta, dulu siy di kampung
yah cuma cinta-cinta monyet dengan teman sepermainan.
Pada diri Sukrolah kutemukan sifat-sifat sahabatku di kampung,,
“Gila lo ra? Mimpi apa gue!!!! lo suka sukro..SUKRO BO!!!”
“Ya ampun ra,banyak kakak kelas kita yang keren-keren ngantri naksir lo”
“Eh lo malah kepincut Sukro, makhluk aneh di sekolah. Namanya ajah udah gak
keren kayak kacang!“
Aku mendelik sadis ke sahabat kelasku Fika dan Lila. Sri tersenyum geli, dia
tidak menghujatku malah bersedia membantuku itu karena Sukro masih saudara jauhnya, dan
rumah mereka cuku dekat jaraknya.
Sepengetahuan Sri belum ada cewek yang dekat dengan Sukro. Fika dan Lila
menyahut dengan kompak
”Ya iyalah...”
Kami bersahabat sangat dekat walaupun banyak perbedaan pada diri kami
masing-masing, Fika dan Lila sama-sama anak yang suka ceplas ceplos. Tapi sikap
mereka sangat tulus membantu keluguanku akan kota Jakarta. Membuat pola pikirku
agak-agak modern tapi masih pada batas-batas yang positif.
Lila selalu merubah penampilanku agar tidak kampungan. Tetapi tetap saja hal yang aku suka yaitu mengenakan daster batik khas Yogya. Ketika mereka pertama
kali bertemu dengan Ibuku, mereka sempat terheran-heran betapa kehidupanku
sangat sederhana sekali. Ibuku sangat ramah kepada sahabat-sahabatku. Sahabatku
merasa nyaman, karena walau aku bule tapi sangat pribumi. Jadi mereka merasa
satu hati.
Akupun jauh dari kesan mewah. Bila sedang jalan-jalan ke pusat perbelanjaan menemani
mereka. Bajuku pasti itu-itu saja.Tapi tetap saja mereka tak bosan-bosannya
mengagumi kulitku yang putih, mengagumi wajahku yang Indo. Rambutku yang
panjang sebahu, bergelombang berwarna coklat. Mereka selalu menyebutku Hermione Granger, kata
mereka sangat mirip. Dan mereka merasa bahagia bisa punya teman bule. Cuma
sayang gak bisa bahasa Inggris.
Malah Sri yang sangat jago berbahasa itu. Debat
Se SMA Jakarta saja dia juaranya.Tapi bila kita kerja kelompok di rumahku, Sri kularang
berbicara keras-keras bahasa Inggris.
“Salam ajah buat Sukro yah Sri” Pintaku setelah usai belajar
Sri mengacungkan jempol, Fika dan Lila komat-kamit seperti orang berdoa.
“Egh..pingsan deh seluruh Cowok di sekolah kita” Erang Lila
“Gak tau la,,,” Timpal Fika
”Yang ada Pemakaman massal” lanjutnya dengan ekspresi melotot
Lila tertawa terbahak-bahak
Aku meninju pelan bahu dua sahabatku yang masih kontra dengan keputusanku
menggebet Sukro.
Mereka berdua tetap tidak menyerah untuk mengagalkan cintaku pada sukro. Ada-ada
saja ulah mereka. Dari mengenaliku cowok lain di sekolah yang menurut mereka
super ganteng.Yah walau mukanya mirip Ada-ada saja ulah mereka,dari mengenaliku
cowok lain di sekolah yang menurut mereka super ganteng.Yah walau mukanya mirip
dengan artis yang lagi tenar di film mengejar matahari,tapi aku tetap ogah sama
muka-muka yang kota.Mungkin sudah seleraku seperti itu, hmm tidak ada yang salah
kan.
“Tapi gue Heran deh, Sukro itu Stupid apa idiot siy? tanya Fika dengan tetap
kata-kata yang sadis
“Maksut kamu? Tanyaku dengan Sabar walau dalam hati gak terima Sukro di
kasih 2 option yang sama-sama jelek
“Lo cewek paling tenar tahun ini, dari Kepsek, Guru-guru, Kaka kelas and adik
kelas Ramai-ramai beritain lo, istilahnya hal kecil kayak ngomong Jawa lo jadi tren banget apalagi gaya baju lo kalo acara sekolah pake dress batik, wah besok
langsung deh rapat-rapat pake batik.Gaya rambut lo dipotong 1 hari kemudian
cewek-cewek ikut potongan lo,Kriting ikalah,kuncir kuda gaya lo lah..SITI
KHUMAIRAH ABDULLAH STUDENTS OF THE YEARS..."
"Tapi si kutu kupret Sukro flat alias
cuek-cuek bebek nungging ajah tuh anak. Nanggepin kek sinyal-sinyal rasa suka
lo, atau ngomong apa kek..greget deh gue....” jelas Fika berapi-rapi
“Lah yang pengen jadi ceweknya siapa siy?”Tanyaku dengan muka malaikat
“Yang pasti bukan gue” timpal Lila
“Tenang ajah ra,gue masih normal kok”Fika memperjelas
Lagi-lagi aku cuma mencubit kedua pipi sahabatku yang reseh, habis aku
sayang mereka. Aku gak bisa marah sama sifat mereka wajar juga sebagai teman
saling menasihati apalagi memberi masukan agar kita tidak salah memilih.
Tapi aku tetap anak yang keras kepala. Menurutku Sukro beda dengan
pemuda-pemuda lain yang selalu mencari perhatianku. Sukro selalu tampil apa
adanya,jauh dari hingar bingar pemuda kota yang sedang mencari jati
diri.Apalagi dia anak musolahan banget wajar karena dia adalah ketua Rohis. Bapak
selalu menasihati untuk aku mencari pria yang imannya sangat kuat, wah cocok
sekali dengan Sukro.
Buatku fisik urusan kedua atau
ketiga. Asal kuat ibadah kepada sang khalik buatku itu yang penting.Tapi betul
kata Fika kenapa Sukro lurus-lurus saja. Dingin menanggapi salam dan perhatian
aku sama dia. Bila bertemu satu buspun Sukro cuma senyum. Kami memang beda kelas.Tapi
kurang apa lagi Sri membujuk Sukro untuk dekat denganku.
Hmm aku siy gak neko-neko, hanya bisa bersama dia aja cukup. Gak perlu tuh
malam mingguan atau berdua-duan soalnya kata eyang khan itu berbahaya
hehhehe...
Tapi gak ada tanda-tanda Sukro bales perasaan aku deh. Fuih aku melangkah
dengan gontai, gak tau apa salah ku yah? .
Sri dengan muka menyesal meminta maaf
padaku.
“Aira,you are beautiful girl..i think Sukro Cuma merasa ini waktu yang
kurang tepat berdekatan."
“Tugas kita sekarang adalah belajar,berbakti,mengejar impian kita”.
“Memang mimpimu apa Aira?” tanya Sri penuh kata-kata bijak
Hmmm...aku berfikir keras tak kusangkah Sri akan menanyakan hal yang
sederhana tapi sulit ku jawab.Yah selama ini aku belum mengetahui apa
cita-cita dan mimpiku?. Selama ini hidupku begitu indah. Bisa hidup bersama
Ibu,bapak, dan Bayu tanpa gesekan konflik. Bahagia bisa bersama mereka. Hidupun
berkecukupan. Walau tidak mewah tapi aku bahagia. Jadi apa mimpiku???...mungkin
aku bermimpi agar bisa terus seperti ini dan.....
Dan sedikit keinginan mengetahui Bapak kandungku...Mr.Lincon
bagus vie,,,di bab awal hrs 2-3 bc pas si ibu pingsan,trus lgsg ada si bayu sang adik yg nolongin ibu yg nangis krn ktm bule.blm ngeh jg kl "aku" jg bule,,,,*lemot.com*
BalasHapuswell,btw aku sukaaa~~ jd inget jmn sma dulu...hihihii
Bagus fya....btw ejaan dikit diperhatiin ama kalo spasi setelah tanda baca...hehehe. oya ama "SITI KHUMAIRAH ABDULLAH STUDENTS IN THE YEARS" agak ga ngeh ngartiinnya....apa kudunya "SITI KHUMAIRAH ABDULLAH STUDENT OF THE YEAR"-->SITI KHUMAIRAH ABDULLAH ADALAH MURID TAHUN INI (paling populer gt) ;D... Yaak lanjutkan bu....
BalasHapussudah aku edit untuk beberafa kesalahannya
HapusMuakasih yah mom masukannya *Feyuuuuk* :)