cerita fanfic Topeng kaca Ngeblog Random tentang apa aja yang dikepala heheheh, dan nyoba bikin novel amin.
Senin, 10 September 2012
KELINCI VS KELABANG
DAITO BUILDING
Salah satu penjaga pintu ruangan Masumi Hayami mencoba menghentikan langkah teguh anak perempuan yang lagi-lagi ingin menerobos masuk keruangan direktur. Resepsionis yang tidak mau nanti di marahi sang bos berkata memelas. “Aduh nona saya tahu kamu adalah mantan artis daito.Namun tanpa janji saya tidak bisa membiarkanmu masuk “
“Cobahlah kau telepon?” perintah gadis kecil itu tak kalah memelas. Penjaga yang sedari tadi memegangi tangannya berkata sinis “Direktur sibuk, lagian untuk apa menemui gadis pendek sepertimu?”
“Tolonglah “ rengek Maya tanpa memperdulikan ejekan penjaga. “Kau telepon saja beri kabar bahwa Maya Kitajima ingin menemuinya. Bila beliau menolak aku pasti tidak akan memaksamu lagi “.
Wanita resepsionis dihadapan maya menghela nafas. Ini jam sibuknya tuan Hayami. Beliau tidak suka bila ada interupsi dari luar. Biasanya ada nona Mizuki yang menghandle. Tapi sekarang dia sedang bertugas keluar kantor. Bila aku tidak mengikuti permintaan nona ini aku juga yang repot. Nona ini anak paling keras kepala. Bisa-bisa seharian akan merengek. Sang resepsionis berfikir dan menimbang-nimbang. Akhirnya ia berkata “Baiklah akan saya coba nona.Tapi janji yah bila tuan menolak kamu segera tinggalkan gedung ini ”
Maya tersenyum gembira dan mengangguk. Resepsionis memencet tombol panggilan ke direktur Daito.Tidak lama suara direktur menjawab dingin pertanda beliau sedang membaca dokument penting. “Ada apa?” tanyanya pendek.
“Ini pak...hmmm...ada gadis yang memaksa ingin menemui Bapak. Namanya nona Maya Kitajima?” jawab resepsionis bergetar karena takut bosnya marah
Hening. Lalu Masumi menjawab ”yah tidak apa-apa,bukakan saja pintunya”
Penjaga dan resepsionis agak terkejut.Tanpa menanyakan keperluannya apa?direktur mengizinkan gadis kecil masuk, langsung pula keruangan direktur.
“Hai mungil?” sapa Masumi tangannya sibuk memegang dokument yang sedang dibacanya tadi. Masumi berdiri didepan meja diretur . Mejanya sendiri, dibelakangnya terpampang pemandangan kota Tokyo yang indah hiruk pikuk manusia dan aktivitasnya tampak kecil. Berwarna-warni.
Wajah maya menggambarkan ekpresi marah . Ia langsung protes “Anda ingin bermain curang yah?”
Masumi tertawa,terbiasa dengan ceplas-ceplos Maya. ”Hei datang-datang malah cemberut? mari duduk tenang” . Masumi meraih pundak Maya. Sontak Maya menghindar “hiii...jangan sentuh aku”! teriaknya galak. “Langsung saja maksud kedatanganku kemari pak” lanjut Maya.
”Aku tahu “ jawab Masumi seraya menyulutkan rokoknya. ”Kau ingin menanyakan keberadaan bu Tsukikage, betul kan?” Masumi bertanya dengan tetap tenang
“Iya, masih ingat kan janji anda kepadaku. Bahwa anda akan segera mengabariku dimana keberadaan Ibu Mayuko. Tapi kali ini anda berbohong. Aku mendapat kabar dari Ayumi yang semalam rumahnya kedatangan Pak Onodera. Hanya anda yang sudah tahu daerah mana yang di tuju Bu guruku. Dan anda tidak mengabariku ” jelas Maya emosional.
Masumi menghirup rokok lalu mematikannya diasbak. “Hmmmm...aku berfikir untuk apa memberitahumu bila ternyata informasi itu masih berlanjut kepastiannya. Memang Bu Mayuko pergi menuju kampung keluarga Genzo. Tidak lama. Setelah itu mereka kembali melanjutkan tujuan akhir dari kepergian mereka”.
“Hal kecil itu tetaplah penting bagiku Pak Masumi “ Maya berbicara agak melunak . ”Sekarang anda harus mengajakku kesana sekarang juga. Sebagai balasan anda tidak menepati janji”. Nada suara maya mengancam. Matanya mendelik tajam.
Masumi melirik arloji merk Armani dilengan kanannya. Pukul 10 pm...hmmm berjalan-jalan sebentar dengan mungil. Masumi mengiyakan.Walau sibuk tak jadi persoalan asalkan bisa bersama mungil. Hitung-hitung refreshing sebentar.
”Kekampung genzo berapa jam pak?” Maya bertanya kembali
”Sekitar 2 jam ,kita pakai kereta express” jawab Masumi
Kemudian Masumi berkemas mengambil jaket jas dan kunci mobil pribadinya. Mereka bersama meninggalkan kantor daito menuju stasiun KA. Setelah 2 jam perjalanan sampailah mereka dikampung Genzo. Kemudian dilanjutkan naik bus kurang lebih 25 menit sampai. Lalu mereka menemukan alamat rumah sanak famili Genzo.
Bu guru dan Genzo sudah tidak ada dua hari yang lalu . Mereka pergi lagi. Ternyata bu Mayuko baru saja mengurus penjualan tanah yang dibelinya dahulu di kampung halaman Genzo. Biayanya untuk pengobatan jantung Bu Mayuko. Dan Maya sedikit lega karena kata bibi Genzo Bu Mayuko terlihat sehat dan Genzo menjaganya dengan sangat baik. Cukup puas dengan jawaban tersebut Maya dan Masumi berpamitan. Mereka kembali menaiki bus. Saat mereka berjalan menuju stasiun KA. Maya melihat kuil diatas bukit tidak jauh dari stasiun. Maya meminta Masumi sebentar kesana untuk berdoa meminta kesembuhan Bu gurunya. Kuil itu sangat kecil, sepi dan indah. Disampingnya banyak pohon dan daun-daun kering berserakan. Saat Maya mengambil air dan berdoa Masumi melihat simbol shio yang terukir di dinding luar kuil. Ia melihat lukisan kelinci putih. Polos dan suci.
Saat mereka kembali menuruni tangga, menuruni bukit. Menuju jalan utama stasiun . Maya masih tetap menyalah-nyalahkan Masumi. Seandainya saja bila Masumi memberi tahu kabar ini secepatnya pasti ia dapat bertemu Bu Mayuko.
Dasar tidak tahu terima kasih ejek masumi. Maya berang dan tidak kalah mengata-ngatai Masumi. Masumi membalas dalam hati semoga kau bisa seperti kelinci putih yang lucu dan menggemaskan tadi di kuil. Semakin dewasa masih tetap saja kekanakan.
Tiba-tiba bumi bergetar seperti gempa. Maya menjerit ketakutan Masumi meraih pundak Maya ingin melindunginya dan terjadi ledakan
*DUARRRRRRRRRRRR*
“Bagaimana ini pak Masumi???” Maya langsung panik dengan perubahan yang terjadi setelah ledakan yang menimpa mereka berdua. Maya melihat sekeliling. Semua pemandangan tidak berubah. Tidak ada pohon yang tumbang. Bukit itu masih utuh. Batu besar yang disanapun tidak berubah . Sama sekali tidak berubah .Yang berubah hanya sosok Masumi dihadapannya. Yah masumi semakin tinggi. Maya sadar betapa kecil dan mungil dirinya .Tapi kali ini sungguh keterlaluan. Masumi berubah menjadi raksasa.
Masumi ikut panik tidak biasanya ia terlihat pucat dan berkeringat.Ini di luar akal pemikiran dan sungguh tidak masuk akal
Maya memegang dua daun telinganya. Memanjang dan berbulu. Berdiri dengan dua kaki pendek yang berbulu lebat. Tingginya kira-kira hanya 50cm. Baju yang ia kenakan tadi teronggok dirumput. Wajahnya pucat,kumisnya dipipi kanan dan kiri bergerak naik turun. Meskipun Maya tidak bisa melihat dirinya sendiri dicermin tapi ia tahu 100 persen perubahannya menjadi seekor kelinci putih. Dan ia berteriak kencang “Arrrghhhhh...!!!!!”
“A...a..ada apa ?” Tanya masumi kebingungan dengan teriakan Maya ditubuh seekor kelinci.
Maya menutup dada dan kemaluannya.”jangan lihat tubuhku “ teriaknya galak
Masumi diam mematung. Hening. Dihadapannya hanya ada seekor kelinci pendek yang super galak (tambahnya). Masumi menghirup nafas mengembalikan fikirannya. Aku tidak boleh panik.
“Maya,kau itu tidak terlihat telanjang dihadapanku “ jawab Masumi berusaha tenang
“Tubuhmu tertutup bulu “ lanjutnya lagi.
Maya diam,”Apa yang terjadi denganku pak Masumi ?“ tanya Maya ketakutan. Masumi malah mengangkat bahunya . Ia sama tidak mengertinya dan ini diluar akal sehatnya. Akal yang paling logis.
”Sebaiknya kita pulang “ ajak Masumi. “ Karena hari akan sore”.
Maya melihat keatas langit . Matahari sudah seperapat merendah. “ Baiklah ” jawab Maya lunglai
Mizuki menatap bingung pada bosnya yang kembali kekantor pada pukul 5 sore sambil membawa seekor kelinci. Begitu pula seluruh karyawan yang akan pulang. Masumi tidak memperdulikan tatapan aneh seluruh penduduk Daito. Ia berjalan menuju ruangannya. Memanggil Mizuki untuk mengikutinya.
“Anda pergi ke tempat jual beli hewan?” tanya Mizuki penasaran.
Masumi menggeleng.
“Memungut dijalan? “ tanya Mizuki kembali sambil berfikir keras biasanya hewan yang dibuang itu kan kucing atau anjing
Tanpa menjawab pertanyaan Mizuki. Masumi bertanya “Mizuki kau tahu ini siapa? Ia mengangkat tubuh kelinci dihadapan wajah mizuki
Mizuki menggeleng keheranan “siapa? itu kelinci pak?”. Mengapa bosnya bertanya siapa gumam mizuki didalam hati.
”Coba kau dengarkan baik-baik kelinci ini “ Perintah Masumi.
Maya yang ditubuh kelinci bersuara “hai Mizuki ini aku Maya Kitajima ? kau dengarkan Mizuki?”
Mizuki masih menatap penuh keheranan...”Apa yang harus saya dengarkan Pak? suara kelinci itu?memang kelinci bisa bersuara?”. Mizuki malah balik bertanya
“Coba dengarkan dengan seksama “ perintah Masumi sekali lagi seraya mendekatkan kelinci ke telinga Mizuki.
“Hai Mizuki ini akuuuuu!!!!! ” Maya sedikit menjerit. Memohon kemengertian Mizuki yang dulu menjadi managernya
Namun percuma yang terdengar hanya kecap kecip gigi kelinci. Masumi heran mengapa Mizuki tidak paham sama sekali. Dan mengapa hanya dirinya yang mengerti bahasa Maya ditubuh kelinci itu .
”Baik..baik...aku harus berbaring untuk mendinginkan kepala ” Masumi berujar lelah
“Kau pulanglah Mizuki ” perintah Masumi menyerah. Percuma membicarakan ini dengan orang lain,bisa-bisa aku di anggap kurang waras.
Wajah Masumi terlihat kusut. Mizuki ingat wajah bosnya yang selalu dingin ini hanya terlihat berantakan bila menyangkut siy gadis kecil. Maya kitajima. Selain dari itu Mizuki tidak tahu penyebabnya. Lalu Mizuki pergi setelah membuatkan secangkir blue montain coffe untuk bosnya.
Wajah kelinci itu memelas sama putus asanya. Karena Mizuki tidak mengerti pembicaraannya.
Masumi berbaring di sofa empuk ruangannya. Berharap ini adalah mimpi. Maya melompat-lompat kesana kemari. Ternyata dengan tubuh ini aku bisa leluasa yah. Maya tersenyum, dari meja lalu melompat ke atas kursi yang berputar -ke bawah, kelemari ke brangkas..ke karpet ke sofa. Loncat kesana kemari. Merasa ringan sekali tubuhnya.
Lalu CRANGGGG Maya menyenggol cangkir kopi Masumi yang tadi dibuat Mizuki. Masumi yang sedang berfikir ikut kaget. ia menyaksikan wajah kelinci ,wajah Maya yang berekpresi konyol .
“Ternyata ditubuh manapun kau tetap saja ceroboh “ Masumi tergelak tertawa. Maya manghampiri tempat Masumi berbaring. Melompat kepangkuan Masumi
“Hei kau jangan seenaknya melompat ke diriku “ tolak Masumi kaget
Maya menjulurkan lidah ” kapan lagi aku bisa begitu berani menginjak-injak dirimu “
Masumi tertawa melihat kelucuan Maya di tubuh seekor kelinci. Lucu dan menggemaskan.
“Aku lapar pak Masumi ” Rengek Maya di pangkuan Masumi
“Oh ya..baiklah mari kita makan. Mau wortel atau kangkung?
Mata Maya melirik tajam.
******************************************************************************
Masumi berhenti ketempat Steak Homy restaurant. Semua mata pengunjung langsung memperhatikan mereka berdua. Karena melihat pemandangan aneh. Masumi duduk berhadapan dimeja bundar dan Maya diatas meja. Untuk duduk dikursi Maya tidak sampai. Sang pelayan menghidangkan daging steak dan wine dua porsi. Tetap dengan tatapan aneh kepada Masumi Hayami . Beliau memang loyal customer restaurant ini. Jadi tidak enak bila mengusir cuma karena membawa hewan.
Masumi mulai menyantap daging steak di hadapannya. Lalu Maya sedang bersusah payah memegang pisau dan garpu...jatuh lagi....jatuh lagi . Mengapa kelinci tidak berjari siy? Protesnya dalam hati. Merasa sulit Maya terpaksa hanya memegang pisau dengan kedua tangan kelincinya.
Aku potong-potong terlebih dahulu daging steak itu agar mudah. Lalu maya mengahampiri daging steak bagiannya. waah besar sekali...ucapnya takjub. Ada kentang goreng yang sangat wangi..kacang polong..dan buncis dan jamur aaahhhh sungguh menggoda.. Maya sangat tak sabar menyantap makan malamnya. Ia berusaha sekuat tenaga memotong agar ia bisa menyantapnya dengan mudah. Namun sulit sekali. Bahunya pegal. Tangannya kram memegang pisau . Lalu ia melihat Masumi yang sedang asik menikmati santapanya.
Sesekali Masumi mencuri pandang kedepan
“Huuu dasar memang manusia dingin tidak berprihewanan ” maki Maya masih berbicara sendiri.
Masumi tertawa geli walau sudah kesusah payahan itu Maya tetap saja gengsi meminta tolong. Dasar keras kepala.
Sangking kesalnya karena sulit sekali memotong kecil-kecil dan enggan minta disuapi Masumi. Maya yang sedari tadi keroncongan karena lapar dengan lahapnya memakan steak kentang polong jamur langsung di piring. Masumi menahan tawa. Semua pengunjung direstoran terpana dengan pemandangan kelinci yang omnivora. Sangat aneh.Tapi baik Masumi maupun Maya sama tidak perdulinya dengan tatapan seluruh pengunjung restaurant.
“Pak Masumi bagaimana bila kita ke Rei? Siapa tahu dia mengenali diriku “ pinta Maya saat Masumi mengendarai mobilnya. Tubuh maya terhimpit save belt. Hidung bulatnya banyak noda makanan steak tadi. Kotor sekali wajah kelinci ini. Tapi Masumi masih tidak berani membersihkannya. Ia hanya tertawa.Dan mulai merasa bahagia dengan keadaan ini
“Yah kita coba” lalu ia memutar balik kearah apartemen Maya dan Rei. Masumi menggendong Maya walau enggan namun Maya tidak punya pilihan lain.
Masumi memencet bel. Tidak lama kemudian munculah Rei. Setengah terkejut dengan sosok direktur daito
“Anda mencari Maya? Dari tadi ia tidak pulang-pulang. Mungkin sibuk mendalami peran serigalanya” jelas Rei.
“Aku tahu “ jawab Masumi “ kau tahu ini Rei? lanjutnya sembari mengangkat tubuh kelinci Maya.
Rei dengan mimik yang sama seperti Mizuki mengangguk “Iya itu kelinci,kelinci yang kotor Pak ” jawab Rei sederhana.
Maya cemberut. Lalu ia berusaha berbicara kepada Rei ”Rei ini aku, Maya ”
Rei tetap berekpresi melongo. Maya mencoba lagi. Hening. Rei tetap tidak mendengar apa-apa.
Maya tertunduk lesu . ”Wah kelinci anda lucu Pak Masumi, kelihatan sedih ” hanya itu jawaban Rei.
Masumi ikut tertunduk lesu. ”Yah sudalah terima kasih Rei..oh iya tidak usah khawatir dengan Maya. Karena ia aman dan aku tahu itu” Rei semakin bingung tapi ia percaya dengan ucapan direktur daito. Ia mengangguk
Datang malam-malam hanya ingin menunjukan kelinci ckckkckckc. Rei menggeleng-geleng dan menggaruk rambut ikalnya sambil melihat Masumi masuk kedalam mobil sedannya bersama kelinci.
Masumi memasangkan seat belt ketubuh kelinci. “Terpaksa kita pulang kerumahku dan memandikanmu “
“haah...” teriak Maya. “masak aku harus menginap di rumah anda ? Menyebalkan !” gerutunya
“Kau tidak ada pilihan lain Maya Kitagima” ujar Masumi seraya tetap mengemudi
Dalam hati Maya, ia tahu sebenarnya Masumi tidak akan tega kepadanya. Masumi bisa saja meninggalkannya atau dikandang bila itu memang betul-betul ia dingin dan tidak berperasaan.Nyatanya Masumi Hayami malah terlihat melindunginya.
Para pelayan terpana melihat Masumi pulang membawa seekor kelinci. Pa Asa langsung bertanya keheranan “ anda tidak salah membawa barang tuan Masumi? ”
“Tidak” jawab Masumi pendek
“Semua, nanti perlakukan dengan baik kelinci ini!” perintah Masumi
Semua pelayan yang berbaris menunduk dan menjawab iya sembari saling bertatapan dan berbisik-bisik. Dulu yang dibawah kerumah ini gadis kecil keras kepala. Sekarang kelinci????
Pa Asa Mengikuti Masumi menuju kamarnya
“Tuan Masumi, tadi nona Shiori menghubungi anda. Namun sulit karena anda tidak berada ditempat”
Masumi melepaskan dasinya. Menaruhnya dipinggir sofa. Mendengar acuh
“Lalu ayah anda memerintahkan saya untuk membuat jadwal besok malam anda harus mengajak nona Shiori makan malam. Tuan Hayami sudah mereservasi tempat romantis tersebut ” lanjut pak Asa
Masumi menjawab dengan wajah dingin. “Yah,katakan itu pada ayah bahawa aku akan menuruti perintahnya”
Pak Asa menutup pintu kamar . Masumi menggendong Maya masuk kedalam kamar mandi. Maya takjub wahhh sungguh besar sekali ruangan kamar mandinya dibandingkan kamar apartemenku
Masumi menyalakan bathup dengan air hangat. Mengambil sikat dan sampho. “Hei tumben kau tidak cerewet?” goda Masumi. Sambil perlahan-lahan membersihkan tangan Maya. Membasuh dagu lalu kaki.
“Yah akukan tidak punya pilihan lain selain menurutimu pak Masumi” jawab Maya pasrah
“Menurutiku? Oh ya?..bagaimana kalau kita mandi bersama?” pinta Masumi dengan mimik menyebalkan. Maya langsung meloncat menjauhi Masumi.
“Hei jangan loncat kesana kemari!!!!” Masumi berteriak. Bajunya nyaris basah karena ulah Maya.
“Anda menggodaku siy..aku kan tidak mau melihat tubuh telanjangmu Hayami san!” protes Maya tetap loncat kesana-kemari.
“Hahaha aku bercanda mungil”. Tapi Maya terus meloncat-loncat menggoda Masumi untuk bisa menagkapnya.Dan haappp Masumi berhasil mendekap erat tubuh kelinci mungil Maya. Dengan posisi memeluk Maya yang bertubuh sangat sangat mungil . Jantung Maya berdebar.Ia dapat menghirup aroma tubuh Masumi. Parfum dan keringatnya telah bercampur menghasilkan sensasi menenangkan bagi Maya. Aku baru tahu aroma Masumi Sama .
Setelah bersih dan wangi Masumi mengelap lembut Maya dengan handuk . “Sayang aku tidak punya pengering rambut Maya..”
Maya menjawab “Iya tak apa-apa sambil diangin-anginkan nanti juga kering pak Masumi.”
“Kau tunggulah di ruang kamarku. Atau gantian ingin memandikanku?” Masumi kembali menggoda
Maya menjulurkan lidahnya.Kemudian meloncat kesana kemari selagi Masumi mandi. Maya memperhatikan ruangan kamar Masumi waah besar sekali..ranjangnya juga besar..Maya melompat-lompat dikasur itu. Empuk sekali
Karena terlalu lelah dengan tubuh seekor kelinci Maya merasa mengantuk dan tertidur dikasur Masumi.
”Maya kau mau..?” Masumi tidak lagi melanjutkan pertanyaanya.ia tersenyum melihat tubuh mungil Maya meringkuk layaknya kelinci kecil .Tidak berdaya dan sebatang kara.Ia masih tidak menyangkah wanita yang dicintainya melihat kamar dan kini tidur di kasurnya. Hmmm...kau sungguh membuatku hidup Maya. Masumi membelai wajah kelinci yang berbulu,menarik selimut dan dengan perlahan mengecup pipi kelinci itu “Selamat malam my heart “. Lalu Masumi mematikan lampu.
Bersambung *Masih nyicil sista :) *
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


kelinci vs kelabang
BalasHapuswkwkwkwk
judulny aja udah lucu, suka sekali
tetap aja nie si akang mencuri curi cium, makany brani dong nglawan eisuke
cium lagi ya.....banyk kesempatan nie
jgn lama2 apdetny
penasaran lanjtny
masumi beraninya nyium kelinci...xixixixi
BalasHapuskelabang nya sapa ea??? lucu jugaaa... hihihihii.....
BalasHapusHalo, saya blog walking yang nyasar dan berkunjung.. salam kenal :) Ide ceritanya bagus.. tapi cara penulisannya di sana sini masih janggal *maaf* tata cara penyebutan nama orang juga terlalu biasa, kalo ini fanfics japan.. bukankah harusnya ada penambahan saudara.. dan Pov dari penulisnya juga sedikit membingungkan alur dan plot ceritanya kenapa? tanpa ada penjelasan dan pemisahan, jadi agak bingung memahaminya, mian *bow* cuma ngasi review.. over all bagus :)b
BalasHapussalam kenal juga sista :)
BalasHapussemua serba pertama,ngeblog,bikin cerita,nuangin ide hahahaha..asli memang msh pemula bgt saya.
Dan ternyata dunia tulis menulis itu begitu menyenangkan :) apalagi kalau smpai bnyk yg koment xixixxi
makasiy bgt yah sist udah mo review,memang ini msh byk kurang disana sini...